Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Advertisement

Perbedaan Kayu Stigi darat dan Kayu Stigi laut serta khasiatnya

gambar tasbih kayu stigi darat dan tasbih kayu stigi laut
Tasbih kayu stigi darat dan tasbih kayu stigi laut

Hartalangit.com - Saat ini pohon Stigi sudah sangat langka karena banyak dicari oleh orang-orang yang meyakini khasiat dan tuah ghaibnya yang cukup ampuh.

Kayu Stigi diyakini memiliki tuah untuk keselamatan, kewibawaan/kharisma, penangkal ilmu hitam/tolak bala, menambah kesaktian, untuk mengobati luka gigitan ular dan binatang berbisa lainnya serta masih banyak lagi khasiat lainnya.

Dalam dunia pengobatan herbal maupun dunia supranatural, Kayu Stigi sudah dikenal khasiat dan tuahnya sejak jaman dulu sebagai salah satu kayu bertuah yang memiliki banyak khasiat dan manfaat. Rendaman air dari Kayu Stigi juga berkhasiat untuk mengobati penyakit perut.

Kayu Stigi memiliki serat khas yang alot dan keras, lebih keras dari kayu biasa pada umumnya. Keunikan Kayu Stigi yang paling khas dan mudah dikenali yaitu dapat tenggelam di air walaupun hanya serpihan kecil saja.

Bahkan untuk Kayu Stigi tua yang sudah berumur ratusan tahun dari pohon yang mati ngurak, serbuk bekas gergajinya juga akan tenggelam di air.

Salah satu kelebihan dari Kayu Stigi yaitu dapat menyerap bisa/racun pada luka gigitan binatang beracun seperti ular, sengatan kalajengking, dan binatang beracun lainnya dengan cara ditempelkan pada luka bekas gititan atau sengatan binatang beracun.

Pada saat Kayu Stigi ditempelkan pada bekas luka gigitan/sengatan, maka pada bagian yang terluka tersebut akan terasa tersedot sampai bisa/racunnya keluar atau terhisap oleh Kayu Stigi.

Cara ini sering digunakan oleh orang-orang jaman dulu untuk menolong korban patukan ular karena pada saat itu belum ada pengobatan secara medis.

Tuah dan khasiat Kayu Stigi yang paling umum adalah untuk Keselamatan, kewibawaan, kerejekian, penawar racun, tolak bala, kesaktian dan masih banyak khasiat-khasiat lainnya, maka tidak heran jika kayu ini banyak dicari oleh para pengamal ilmu hikmah sebagai pegangan untuk menambah daya dari ilmu-ilmu yang dimilikinya.

Ada 2 jenis Kayu Stigi yang tumbuh didaerah berbeda, yaitu:

• Kayu Stigi darat

Pohon Stigi yang tumbuh di tanah padat, tandus, berkapur baik di pegunungan maupun rawa yang jauh dari kawasan pantai akan menghasilkan batang kayu lebih tua dengan warna merah kecoklatan, coklat tua, atau bahkan berwarna hitam pada batang Kayu Stigi mati yang telah tertimbun tanah selama puluhan atau ratusan tahun bahkan ribuan tahun yang disebut sebai Fosil Stigi.

Kayu Stigi jenis ini biasa disebut sebagai Kayu Stigi darat yang memiliki massa atau bobot yang lebih berat dan keras dibandingkan dengan Kayu Stigi yang tumbuh di daerah pantai.

Hal ini juga terjadi pada kayu jenis lainnya, misalnya saja pada kayu sengon laut dan sengon biasa, kayu kelapa pantai dan kelapa gunung, serta masih banyak lagi jenis kayu lainnya.

Tapi sebetulnya semua jenis Kayu Stigi jika sudah tertimbun tanah selama puluhan tahun atau ratusan tahun, apalagi jika tertimbun di rawa atau pasir laut maka warnanya juga cenderung akan menjadi lebih hitam.

• Kayu Stigi laut

Dinamakan Kayu Stigi laut karena pohon Stigi tersebut tumbuh didaerah pesisir pantai. Kayu Stigi laut lebih lunak dan lebih ringan dari Kayu Stigi darat.

Warna Kayu Stigi laut cenderung lebih cerah dibanding Kayu Stigi darat, yaitu kuning atau coklat muda, tapi ada juga yang berwarna coklat tua walaupun sangat jarang.

Kayu Stigi laut yang berwarna coklat tua sering disebut sebagai Galih Stigi laut, dan bahkan ada juga yang berwarna hitam legam yang merupakan Fosil Kayu Stigi laut, tapi sangat jarang ditemui.

Secara umum pohon Stigi lebih banyak ditemukan didaerah pulau-pulau dan pesisir pantai yang tanahnya berpasir.

Dari segi warna ada 4 jenis Kayu Stigi, yaitu: kayu Stigi putih, kayu Stigi kuning, kayu Stigi coklat dan kayu Stigi hitam.

Ada lagi Kayu Stigi yang biasa disebut sebagai Kayu Stigi Barek, yaitu Kayu Stigi yang memiliki batang kayu berkelok atau memutar sehingga menghasilkan motif garis-garis atau biasa disebut Barek, Baret, atau Mbaret. Kekerasan dan kilau Kayu Stigi jenis ini akan menimbulkan motif mata kucing jika digerak-gerakkan dan terkena cahaya.

Jenis Kayu Stigi Barek/Stigi Loreng/Stigi Batik/Stigi Warna-warni ini bisa dari jenis Kayu Stigi yang hidup di darat, di laut, di rawa, di gunung dan semua jenis Kayu Stigi yang hidup di struktur tanah apapun, karena terjadinya proses tersebut akibat dipengaruhi faktor alam dan lingkugan dimana Kayu Stigi tersebut tumbuh.

Jadi apapun jenisnya, baik itu Kayu Stigi darat maupun Kayu Stigi laut, keduanya memiliki tuah dan khasiat yang hampir sama, yang berbeda hanya tingkat energi alaminya saja yang memang lebih besar pada Kayu Stigi darat.

Tapi hal itu akan berbeda jika telah dilakukan pengisian energi supranatural pada Kayu Stigi tersebut, karena besar kecilnya kekuatan ghaib pada Kayu Stigi yang sudah di asma' tergantung dari tingkat keilmuan orang yang mengisinya.

Baca juga:



Demikian sedikit informasi tentang ciri-ciri perbedaan Kayu Stigi darat dan Kayu Stigi laut serta khasiatnya yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar jimat dan benda-benda pusaka, dapat dibaca pada artikel Harta Langit yang lain.

Tonton juga videonya:

Video YouTube: Harta Langit Channel

Dukung Harta Langit Channel dengan cara like, subscribe, komen dan share video ini agar kami dapat terus berkarya untuk mengenalkan dan melestarikan warisan budaya leluhur kita.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Perbedaan Kayu Stigi darat dan Kayu Stigi laut serta khasiatnya"

Untuk Pemesanan Benda Pusaka, Call/Sms: 0858-7027-7889 atau Chat via WA: