Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Advertisement

Makna spiritual Keris lurus dan Keris luk

keris lurus dan keris luk
Keris lurus dan Keris luk

Hartalangit - Jika dilihat dari bentuknya, ada dua jenis bentuk bilah Keris yaitu Keris lurus dan keris luk (lekuk). Sebagai senjata, Keris lurus memiliki fungsi hanya sebagai senjata tusuk, sedangkan Keris luk memiliki dua fungsi sekaligus yaitu sebagai senjata tusuk dan sebagai penangkis dari senjata lawan karena bentuknya yang berkelok-kelok. Selain itu, tusukan dari Keris luk akan mengakibatkan luka sobekan yang lebih lebar dan lebih parah.

Selain berfungsi untuk menangkis senjata lawan dan menghasilkan luka sobekan yang parah, sebetulnya ada makna yang tersirat dibalik pembuatan luk tersebut. Jadi oleh Empu pembuatnya, bentuk luk pada Keris memang dibuat dengan tujuan lain yang tersembunyi dan bukan hanya untuk memperindah bentuknya saja.

Semua jenis Keris pada dasarnya merupakan senjata yang bersifat pusaka (bersifat pribadi secara psikologis bagi pemiliknya) dan berfungsi sebagai senjata pamungkas dalam penggunaannya.

Baca juga: Keris merupakan piandel bagi orang Jawa

Makna spiritual dari beberapa bentuk Keris:

• Keris lurus

Keris lurus memiliki bentuk yang sederhana pada awal pembuatannya, tapi seiring perkembangan jaman bentuknya mulai dihiasi dengan bermacam-macam motif pamor dan ditambah dengan ricikan.

Keris lurus mengandung makna spiritual dalam pembuatannya sebagai sarana pemujaan kepada Sang Pencipta agar pemilik Keris selalu ingat kepada Yang Kuasa dan tekun beribadah serta senantiasa berada dijalan yang lurus.

Dalam ritual-ritual pemujaan, selain si pemilik berdoa kepada Yang Maha Kuasa, Keris itupun diberi sesaji sebagai sarana membantu supaya doa-doa dan permohonannya cepat sampai kepada Sang Pencipta. Bagi pemiliknya, Keris lurus selain berfungsi sebagai senjata juga sebagai sarana untuk membantu dalam sifat kerohanian.

Tapi sebetulnya jika dipelajari lebih mendalam, pemberian sesaji tersebut bukan merupakan memberikan makanan atau persembahan kepada khodam Keris, tapi merupakan simbol tersirat yang memiliki makna sangat dalam tentang ajaran dan tuntunan hidup.

Tapi kemudian dalam perkembangannya ajaran melalui simbol-simbol tersebut menjadi menyimpang karena kurangnya pemahaman dari para pewaris tradisi adiluhung tersebut yang menganggap bahwa sesaji merupakan persembahan kepada sebuah pusaka yang tentu saja hal itu tidak dibenarkan dalam ajaran agama dan memang melenceng dari maksud dan tujuan sebenarnya yang di ajarkan oleh para leluhur.

Bahkan dalam ritual tertentu, ada jenis Keris lurus (Keris sajen) yang dijadikan persembahan atau dijadikan sarana pembersihan diri dari energi negatif yang mengganggu, ruwatan sengkolo, ritual bersih desa, dan ritual-ritual lainnya dan biasanya Keris tersebut akan dilarung.

Baca juga: Sejarah dan tujuan dibuatnya Keris Sajen

Dalam perawatannya, Keris lurus biasanya lebih banyak menuntut untuk diberi sesaji dibandingkan Keris luk. Karena secara umum walaupun bentuknya sederhana namun Keris lurus dipercaya memiliki energi ghaib dan wibawa yang lebih kuat dan lebih wingit dibanding Keris luk. Selain itu, karena energi ghaibnya yang lebih kuat dari Keris luk, banyak Keris lurus tangguh kuno/budho yang di gunakan sebagai Keris tindih seperti Keris-Keris jenis Bethok untuk meredam Keris-Keris lain yang beraura panas/ganas.

Padahal sejatinya Keris tindih adalah filosofi bahwa anak muda harus menghormati atau memiliki rasa sungkan kepada orang yang lebih tua/sepuh, itu sebabnya kenapa yang digunakan sebagai Keris tindih adalah Keris-Keris dhapur kuno/kabudhan, seperti Keris Bethok Budho atau Keris Jalak Budho.

• Keris luk 1

Keris luk 1 memiliki makna sebagai sarana untuk mengingatkan pemiliknya agar mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa agar keinginan-keinginan dari si pemilik Keris dapat lebih cepat tercapai, misalnya keinginan dalam hal kepangkatan dan derajat.

Dibandingkan Keris lurus, Keris luk 1 lebih menggambarkan hasrat Manusia untuk mencapai tujuan duniawi. Biasanya Keris luk 1 memiliki aura yang agak panas dan energi yang lebih tajam/keras dan kebanyakan dibuat untuk tujuan kesaktian, kekuasaan, dan kewibawaan.

Keris luk 1 melambangkan tekad yang kuat untuk menggapai sesuatu yang di inginkan atau yang dicita-citakan.

• Keris luk 3 (Jangkung)

Makna spiritual dalam pembuatan Keris luk 1 dan luk 3 hampir sama, yaitu sebagai lambang kedekatan Manusia dengan Sang Pencipta, dan juga sebagai sarana membantu mempermudah tercapainya keinginan-keinginan/cita-cita dari si pemilik Keris karena arti "Jangkung" sendiri adalah "jinampang jinangkungan".

Dibandingkan Keris luk 1, maka Keris luk 3 lebih menonjolkan keseimbangan antara kehidupan kerohanian dan duniawi Manusia, keseimbangan antara sisi spiritual dan jasmani, kemapanan dalam menghadapi pergolakan kehidupan di Dunia.

Dibandingkan Keris luk 1, energi ghaib dari Keris luk 3 lebih dapat menyesuaikan diri dengan tingkat spiritual pemiliknya karena aura yang ditimbulkannya juga lebih halus dan lembut.

• Keris luk 5

Pada masa Kerajaan, Keris luk 5 hanya boleh dimiliki oleh Raja, Pangeran (keluarga kerajaan), Bupati, dan Adipati. Selain mereka, tidak ada orang lain yang boleh memiliki atau menyimpan Keris luk 5 dan hal itu sudah menjadi aturan yang berlaku di masyarakat perkerisan pada masa tersebut.

Keris luk 5 hanya cocok dimiliki oleh orang-orang dari keturunan Raja, memiliki kemapanan sosial dan menjadi pemimpin di masyarakat.

Biasanya Keris luk 5 dibuat untuk tujuan memberikan tuah kekuasaan dan wibawa agar dihormati dan disegani banyak orang. Kebanyakan Keris luk 5 lebih menuntut untuk diberi sesaji dibandingkan Keris lurus dan Keris luk lainnya.

• Keris luk 7

Keris luk 7 melambangkan kekuatan dalam berbicara/adu argumen, tuahnya berfungsi sebagai sarana untuk menundukkan lawan bicara atau untuk meyakinkan orang lain agar mendengarkan dan menuruti perkataan pemilik Keris tersebut.

Contoh Keris luk 7 antara lain: Keris Kidang soka, Keris Carubuk, Keris Jaran goyang, Keris Sempana bungkem, dan lainnya.

• Keris luk 9

Keris luk 9 juga dibuat untuk tujuan kemapanan spiritual/kasepuhan. Dikhususkan untuk dimiliki oleh para Pandita atau panembahan dan sesepuh/tokoh masyarakat.

Selain memberikan tuah keselamatan, kerohanian/keilmuan dan perbawa kasepuhan, Keris luk 9 biasanya memiliki yoni kesaktian yang tinggi dan memancarkan aura yang teduh/adem. Keris luk 9 melambangkan sifat bijaksana dalam setiap urusan.

• Keris luk 11

Keris luk 11 melambangkan kedinamisan dan semangat pantang menyerah untuk menggapai keinginan/cita-cita.

• Keris luk 13

Angka 13 merupakan bilangan tertinggi dalam jumlah luk pada sebilah Keris dan merupakan Keris yang dibuat khusus untuk orang-orang yang sudah mandito atau memiliki tingkat spiritual yang tinggi dan sudah tidak mementingkan urusan duniawi lagi. Keris luk 13 melambangkan kewibawaan dan kasepuhan.

• Keris Kalawijan

Menurut sumber dari Babon Surakarta, Kalawijan adalah nama yang diberikan kepada Keris-Keris yang jumlah luknya lebih dari 13. Walaupun jumlah luknya lebih dari 13, Keris dhapur Kalawijan juga memiliki pakem ricikan dan juga nama dhapur sendiri.

Untuk Keris yang jumlah luknya 15 atau 17 biasanya panjang bilahnya masih normal seperti Keris-Keris pada umumnya, tetapi jika jumlah luknya lebih dari 19, maka ukuran panjang bilahnya hampir selalu lebih panjang dari Keris-Keris umum.

Semakin banyak jumlah luknya, maka ukuran bilahnya juga akan semakin panjang, namun karena Keris Kalawijan dulu memang jarang dibuat, sekarang ini sangat jarang dijumpai Keris tua berkualitas bagus yang luknya lebih dari 13. Tapi yang terbanyak adalah Keris Kalawijan dengan jumlah luk 15 dan banyak diantaranya yang tergolong master piece atau adikarya.

Saat ini Kalawijan juga lazim digunakan untuk menyebut Keris berluk 3, 5, 7, sampai berluk 13, bahkan Keris lurus yang ricikannya tidak sesuai pakem atau tidak punya nama dhapur sesuai pakem yang ada.

Baca juga: Jenis-jenis luk Keris dan maknanya

Selain pada Keris, dhapur Kalawijan juga terdapat pada Tombak dan juga pedang. Pada Tombak, penggolongan jenis Kalawijan tidak dikaitkan dengan jumlah luknya sebagaimana istilah Kalawijan pada Keris. Kalawijan pada tombak menyangkut pada bentuknya yang tidak umum sebagaimana bentuk Tombak pada umumnya sesuai pakem yang ada.

Beberapa bentuk Tombak yang tergolong Kalawijan antara lain adalah: Wulan tumanggal dan Rosandita.

Sedangkan pada Pedang, yang disebut dengan Kalawijan adalah yang bentuknya tidak sesuai pakem atau di luar ricikan pedang yang baku/umum. Ada beberapa ricikan yang ditambahkan dalam pedang Kalawijan yang biasanya merupakan ricikan yang terdapat pada Keris, misalnya saja yang paling umum adalah penambahan gonjo, kembang kacang, atau ditambah hiasan Naga pada bagian pangkalnya.

Mengenai istilah Kalawijan ini tentunya sangat berhubungan dengan nama "Palawija". Palawija adalah tanaman selingan dari tanaman utama sebagai makanan pokok alias "pakem" yaitu Padi. Karena itu Tosan Aji Kalawijan dapat dimaknai sebagai Keris selingan, artinya maksud pembuatannya memang bersifat khusus atau tidak seperti biasanya.

Khusus Keris luk 23 tidak pernah ada dalam literatur mengenai dhapur perkerisan, kecuali pada buku karangan Bambang Harsrinuksmo. Tapi meskipun sangat jarang, Keris luk 23 masih bisa dijumpai.

Menurut pitutur orang tua jaman dahulu menyebutkan bahwa luk 23 merupakan dhapur sinengker (ditabukan). Hanya boleh dimiliki oleh Raja dan keturunannya saja serta hanya dibabar ketika dibutuhkan dan itupun hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu saja.

Baca juga: Karakter/sifat Keris pusaka menurut sosok ghaib/kodamnya

Demikian sedikit informasi tentang makna spiritual Keris lurus dan Keris luk yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar benda-benda pusaka, dapat dibaca pada artikel Harta Langit yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a comment for "Makna spiritual Keris lurus dan Keris luk"

Untuk Pemesanan Benda Pusaka, Call/Sms: 0858-7027-7889 atau Chat via WA: