Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Advertisement

Filosofi dan tuah Keris Jangkung

gambar keris jangkung
Keris Jangkung

Hartalangit.com - Keris Jangkung adalah sebutan untuk Keris berluk 3. Sedangkan dhapur Keris Jankung sendiri ada banyak sekali jenisnya. Jangkung berasal dari kata "njangkungi" yang memiliki makna perlindungan dan pengayoman. Bisa juga di artikan Jinampang Jinangkungan yang bermakna "dimudahkan dan tercapai".

Dengan demikian, Keris luk tiga ini melambangkan harapan agar dimudahkan dalam segala urusan dan tercapai apa yang di inginan atau yang dicita-citakan oleh pemilik Keris serta selalu mendapat perlindungan dari TUHAN.

Orang Jawa menamakannya Jangkung yang maknanya agar keinginannya senantiasa di jangkung atau dipenuhi oleh Yang Maha Kuasa.

Konon pada awal pemerintahannya, Sultan Agung Hanyokrokusumo pernah beberapa kali memesan Keris dhapur Jangkung sebagai simbol untuk menunjukkan tekadnya dalam memberikan pengayoman dan perlindungan kepada rakyat Mataram pada waktu itu.

Baca juga: Ciri-ciri dan karakter Keris tangguh Mataram Senopaten, Mataram Sultan Agung dan Mataram Amangkurat

Filosofi Keris Jangkung:

Dalam hal ini, Keris luk 3 dhapur Jangkung bisa kita jadikan sebagai pengingat atas tugas kita sebagai Manusia didunia yaitu menjadi pemimpin (khalifah). Dengan demikian, tugas untuk memberikan pengayoman dan perlindungan kepada seluruh makhluk didunia ini berada dipundak Manusia sebagai pemimpin (khalifah) didunia.

Tapi yang terjadi, Manusia justru terlalu mendominasi atas segala kehidupan di alam semesta terutama di bumi, seakan Manusia adalah pelaku utama yang berdiri sendiri dengan fokus utama adalah kepentingan diri dan kebutuhan Manusia itu sendiri tanpa mempertimbangkan bahwa dunia dan alam semesta ini sesungguhnya adalah sebuah jalinan kehidupan antar makhluk yang saling terkait dan mempengaruhi antara satu dengan lainnya.

Disini menunjukkan bahwa fungsi Manusia sebagai pengayom atau pelindung telah bergeser menjadi fungsi sebagai penguasa. Fungsi dari pengatur berubah menjadi pemilik.

Kita sesungguhnya telah paham bahwa tanah, air, udara, tumbuhan dan hewan, serta segala yang ada di alam semesta ini merupakan makhluk TUHAN, tapi karena adanya pergeseran fungsi Manusia dari Pengayom menjadi Penguasa menyebabkan segala yang ada di alam ini hanya digunakan sebagai pemuas kebutuhan nafsu Manusia belaka, tanpa mempertimbangkan keseimbangan dan keberlangsungan hidup makhluk lainnya.

Maka kemudian yang terjadi adalah ketimpangan kehidupan alam semesta dimana Manusia telah mendominasi atas alam semesta dengan segala isinya.

Dan karena tidak mampu menjaga keseimbangan alam semesta, maka yang terjadi adalah munculnya berbagai bencana alam sampai pada kerusuhan sosial dan politik yang sesungguhnya semua itu dipicu atau disebabkan oleh perbuatan Manusia sendiri.

Disinilah salah satu fungsi Keris sebagai pusaka atau piandel, yaitu sebagai salah satu filosofi hidup dimana kita bisa belajar dari pengalaman masa lalu, walaupun kita tidak hidup dimasa lalu.

Jadi, Keris Jangkung yang bisa di artikan Njangkungi atau Jinampang-Jinangkungan adalah simbol perlindungan dan pengayoman serta memudahkan tercapainya cita-cita.

Baca juga: Keris merupakan piandel bagi orang Jawa

Keris Jangkung merupakan simbolisasi tercapainya harapan dan cita-cita pemilik Keris. Dengan memiliki Keris Jankung diharapkan semua keinginan dan cita-citanya senantiasa dapat dijangkung atau dicapai.

Menurut para sesepuh Jawa, "Keris Jangkung sae kagem engkang kagungan gegayuhan", artinya Keris Jangkung baik untuk orang yang memiliki cita-cita.

Keris Jangkung merupakan pesan agar Manusia memiliki cita-cita yang tinggi dan harus diwujudkan dengan tekad dan usaha yang keras.

Keris luk 3 atau Jangkung menyiratkan makna bahwa untuk mencapai cita-cita, ada 3 hal yang harus diselaraskan, yaitu: cipta, rasa dan karsa. Cipta adalah pikiran (keinginan), Rasa adalah hati (keyakinan), dan Karsa adalah tekad atau tindakan nyata untuk mewujudkannya.

Dengan menyelaraskan Cipta, Rasa dan Karsa maka apa yang dicita-citakan pasti dapat terwujud. Itulah filosofi sesungguhnya dari Keris Jangkung.

Tuah Keris Jangkung:

Dari sisi isoteri, Keris Jangkung dipercaya memiliki tuah untuk perlindungan dan untuk memudahkan tercapainya harapan serta cita-cita pemiliknya.

Keris marupakan manifestasi do'a dan sabda yang di ucapkan dan dipanjatkan oleh sang Mpu kepada Sang Pencipta. Dalam dunia Tosan Aji, masyarakat Jawa merumuskan do'a yang diwujudkan dalam bentuk sebilah Keris pusaka.

Do'a tersebut dilantunkan dalam laku, mulai dari tapa brata, matiraga, tapa bisu, dan laku-laku tirakat lainnya. Jadi, Keris sesungguhnya adalah media untuk mengantarkan sugesti dari do'a-do'a yang dipanjatkan oleh seorang Mpu kepada Yang Maha Kuasa.

Cita-cita dan harapan dari pemesan Keris akan dimantramkan dan disimpan dalam sebilah Keris dengan bentuk, ricikan dan pamor tertentu yang merupakan perlambang dari tuah dan tujuan dibuatnya Keris tersebut, seolah-olah sang Mpu merekam dan menanam sabda dan do'anya dalam lipatan-lipatan logam dan pamor pada Keris yang dibuatnya.

Baca juga: Keris sejatinya adalah media do'a dan harapan dari pemiliknya

Demikian sedikit informasi tentang filosofi dan tuah Keris Jangkung yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar benda-benda pusaka, dapat dibaca pada artikel Harta Langit yang lain.

Tonton juga videonya:

Video YouTube: Harta Langit Channel

Dukung Harta Langit Channel dengan like, subscribe, komen dan share video ini agar kami dapat terus berkarya untuk mengenalkan dan melestarikan warisan budaya leluhur kita.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Filosofi dan tuah Keris Jangkung"

Untuk Pemesanan Benda Pusaka, Call/Sms: 0858-7027-7889 atau Chat via WA: