Advertisement

Fadhilah Dzikir Jalalah dan Cara Mengamalkannya

gambar orang berdoa / berdzikir
Ilustrasi

Hartalangit.com – Penentu baik dan buruknya Manusia itu tergantung dari bagaimana akhir hayatnya. Jika ia mati dalam keadaan membawa iman (khusnul khotimah) maka surga akan menjadi tempatnya kelak, tapi jika ia mati dalam keadaan tanpa iman (su’ul khotimah) maka neraka akan menjadi tempatnya yang abadi. Naudzu billahi min dzalik.

Abdullah bin Muthrif mengatakan: “Tidak ada anugrah pemberian ALLAH SWT kepada seorang hamba yang lebih utama dan berharga melebih kematian dalam keadaan Islam”.

Oleh karena itulah sebagai Manusia kita harus berusaha untuk menjadi lebih baik dengan menjalankan semua perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA serta melakukan amal kebaikan sebanyak mungkin agar kelak dapat kembali kepada ALLAH dengan membawa Iman dan Islam.


Ada sebuah kisah yang diceritakan oleh Al Qodhi Abdullah Al Baghdadiy, beliau mengatakan: “Aku pernah melihat Nabi Muhammad didalam mimpi dan beliau terlihat pucat sekali, lalu aku berkata kepada Nabi Muhammad: Kenapa engkau wahai Nabi, wajah engkau pucat sekali?”

Lalu Nabi Muhammad menjawab: “Di malam ini telah meninggal 1.500 orang dari umat-ku, dua dari mereka meninggal dalam keadaan iman dan sisanya meninggal tanpa membawa iman (su'ul khotimah).“

Aku berkata lagi kepada Nabi Muhammad: “Lalu apa kiat-kiat dari engkau untuk orang-orang yang bermaksiat agar mereka meninggal dengan membawa iman?”

Nabi Muhammad berkata: “Ambillah kertas ini dan baca isinya, siapa orang yang membacanya dan membawanya lalu dia memindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain (menyebarkan dan mengajarkan) maka dia termasuk golongan-ku dan akan meninggal dalam keadaan membawa iman. Akan tetapi siapa orang yang telah mendengarkannya dan dia tidak membacanya, tidak menyebarkannya maka dia lepas dari-ku dan akupun lepas darinya”

Seketika itu aku langsung terbangun dari tidurku dan aku lihat kertas tersebut yang telah ada digenggamanku. Ternyata didalamnya berisi tulisan (dzikir) yang penuh barokah.

Dzikir Jalalah adalah sebuah amalan yang memiliki banyak manfaat, di antaranya agar dikuatkan iman, dihindarkan dari berbagai macam fitnah dan diampuni segala dosanya.

Diceritakan oleh Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf (Gresik) bahwa beliau juga pernah di ingatkan oleh Nabi Muhammad SAW melalui mimpi tentang keutamaan dzikir tersebut untuk di dawamkan dan dikabarkan ke seluruh umat Nabi Muhammad SAW.


Dalam kitab Khulaashatu Syawaariqil Anwaari min ad'iyatis Saadatil Akhyar, Sayyid Maliki rahimahullah menganjurkan agar dzikir ini dibaca setelah membaca asmaul husna.

Tepi sebetulnya dzikir ini bisa di amalkan kapan saja tanpa ada batasan waktu. Hanya saja ada waktu-waktu tertentu yang lebih afdhol atau yang dianjurkan oleh para ulama dalam mengamalkannya dan sebaiknya dibaca dengan dawam.

Rasululloh bersabda: “Amalan yang lebih dicintai ALLAH adalah amalan yang terus-menerus  dilakukan walaupun sedikit”. (HR Bukhari dan Muslim)

Sabda Nabi Muhammad SAW yang cukup singkat namun padat ini mengandung faedah yang sangat besar, bahkan menjadi prinsip penting dalam ajaran Islam yang bisa direalisasikan pada aspek-aspek lainnya, yaitu kaedah “sedikit tapi rutin lebih baik daripada banyak tapi tidak diteruskan”.

Dalam hadits yang mulia ini Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa amalan yang dilakukan secara rutin walaupun sedikit lebih dicintai ALLAH SWT daripada amalan besar yang dilakukan kemudian ditinggalkan begitu saja. 

Hal ini dikarenakan amalan yang dilakukan secara rutin akan membuat seseorang senantiasa menjaga ketaatan dan taqarrub kepada ALLAH SWT walaupun ringan.

Ibnu Al-’Arabi berkata: “Maksudnya bahwa amalan yang paling banyak pahalanya adalah yang rutin dilakukan terus-menerus walaupun sedikit”.

Imam Nawawi menjelaskan: “Karena dengan merutinkan amalan yang sedikit akan membuatnya selalu menjaga ketaatan dengan mengingat ALLAH, merasa di awasi, ikhlas dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Lain halnya dengan amalan yang banyak dan berat (tapi tidak rutin dilakukan). Sehingga sesuatu yang sedikit tapi terus-menerus itu akan berkembang dan mengungguli berlipat-lipat ganda daripada  amalan yang banyak tapi terputus (tidak diteruskan).

Oleh karena itu dalam mengamalkan Dzikir Jalalah sebaiknya juga dilakukan dengan dawam dan pada waktu-waktu yang di anjurkan.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barang siapa yang sholat fajar kemudian berdzikir hingga terbit matahari maka api neraka tidak akan menyentuh kulit orang tersebut selamanya”. (HR. Baihaqi)

“Barang siapa yang sholat shubuh berjamaah kemudian duduk berdzikir hingga matahari terbit kemudian sholat dua rokaat maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah sempurna”. (HR. Imam Tirmizi)

Jika kita memperhatikan saat dini hari menjelang sholat shubuh seringkali terdengar lantunan dzikir tersebut dibeberapa masjid. Tidak hanya itu, dibeberapa majelis ta'lim, acara haul dan kegiatan-kegiatan kegamaan juga sering melantunkan dzikir tersebut sebelum doa.


Berikut ini cara mengamalkan Dzikir Jalalah:

Tawasul:

- Nabi Muhammad SAW : Al-Fatihah 1x

- Syekh Abdul Qadir Al Jaelani : Al-Fatihah 1x

- Al Qodhi Abdullah Al Baghdadiy : Al-Fatihah 1x

- Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf : Al-Fatihah 1x

- Kedua Orang Tua : Al-Fatihah masing-masing 1x

Bacaan Dzikir Jalalah Arab:

gambar lafadz arab dzikir jalalah
Bacaan Dzikir Jalalah latin dan artinya:

- Laa ilaaha illalloh al maujud fii kulli zaman

Artinya: Tiada Tuhan selain ALLAH, Dzat yang selalu ada disetiap zaman.

- Laa ilaaha illalloh al ma'buud fii kulli makaan

Artinya: Tiada Tuhan selain ALLAH, Dzat yang selalu disembah disetiap tempat.

- Laa ilaaha illalloh al madzkuur bi kulli lisaan

Artinya: Tiada Tuhan selain ALLAH, Dzat yang selalu disebut disetiap lisan.

- Laa ilaaha illalloh al ma'ruuf bil ihsaan

Artinya: Tiada Tuhan selain ALLAH, Dzat yang terkenal dengan kebaikan-Nya.

- Laa ilaaha illalloh kulla yaumin huwa fii syaan

Artinya: Tiada Tuhan selain ALLAH, Dzat yang setiap hari berada dalam kekuasaan-Nya.

- Laa ilaaha illalloh al amaan al amaan

Artinya: Tiada Tuhan selain ALLAH, berilah kami kemanan dan keselamatan.

- Min zawaalil imaan wa min fitnatis syaiton

Artinya: Dari hilangnya iman dan dari godaan setan.

- Yaa qodimal ihsan kam laka 'alaiyna min ihsaan

Artinya: Wahai Dzat yang tidak mempunyai permulaan didalam kebaikannya, betapa banyak dari-Mu kepada kami dari pada kebaikan-kebaikan.

- Ihsanukal qodiim ya hannan ya mannan

Artinya: Sungguh kebaikan-Mu tidak berawal wahai Tuhan yang Maha Santun dan Maha Pemberi Nikmat.

- Ya rohim ya rohman ya ghofur ya ghoffar

Artinya: Wahai yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, wahai yang Maha Pengampun dan Maha Pemaaf.

- Ighfirlaha warhamna wa anta khoiru rohimiin

Artinya: Ampunilah kami dan sayangilah kami, dan sesungguhnya Engkau paling baiknya Dzat yang menyayangi.

- Washollallahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa'alaa 'aalihi wasohbihi wa sallam walhamdulillahi robbil 'aalamin

Artinya: Dan semoga tambahan rahmat ta'dzim ALLAH tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad (Semoga ALLAH memberikan sholawat dan salam kepadanya) dan atas keluarga serta para sabatnya dan juga tambahan kesejahteraan dan segala puji bagi ALLAH Tuhan seluruh alam.

Dzikir Jalalah bisa di amalkan setelah sholat fardhu, tapi lebih dianjurkan setelah shalat subuh. Para alim ulama mengatakan bahwa kalimat dzikir yang paling bagus dibaca setelah sholat subuh adalah kalimat tauhid “Laa ilaaha illallah”.

Didalam Al-Qur'an Surah Al-Ahzab Ayat 41 - 42, ALLAH SWT juga memberitahukan kepada hamba-Nya untuk berdzikir pada petang hari: “Hai sekalian orang mu’min, ingatlah ALLAH sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah memuji ALLAH pagi-pagi dan petang-petang”


Demikian sedikit informasi tentang keutamaan dan cara mengamalkan Dzikir Jalalah yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar doa-doa dan amalan dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Fadhilah Dzikir Jalalah dan Cara Mengamalkannya"

UNTUK PEMESANAN BENDA PUSAKA: