Advertisement

Ciri-Ciri Keris Tangguh Cirebon

gambar keris jalak ngore tangguh cirebon sepuh
Ilustrasi Keris Tangguh Cirebon
Hartalangit.com – Tangguh Keris adalah perkiraan masa pembuatan dari sebilah Keris. Misalnya jika sebilah Keris dikatakan tangguh Mataram Senopaten, berarti Keris tersebut diperkiraan dibuatan pada jaman Kerajaan Mataram pada masa pemerintahan Penembahan Senopati.

Definisi lain dari tangguh Keris adalah perkiraan gaya kedaerahan atau jaman dibuatnya sebilah Keris yang dijabarkan dari pasikutannya, pengamatan jenis besi, pamor dan bajanya.

Yang dimaksud pasikutan adalah kesan visual atau gaya garapan sebilah Keris. Misalnya saja, Keris tangguh Majapahit dapat diartikan: Keris tersebut dibuat dengan gaya/model Majapahit, atau dibuat oleh Empu dari Majapahit.


Istilah untuk pasikutan yang biasa digunakan untuk menilai tampilan dari suatu bilah Keris, antara lain: penampilan yang kaku (janggal), wingit (angker), prigel (tangkas), sedheng (sedang), dhemes (rapi mengesankan), wagu (kurang serasi), odhol/agal (kasar), kemba (hambar), tanpa semu (tidak berkesan), sereng (keras, galak), dan bagus (tampan).

Keris-keris dengan tampilan semacam ini dianggap menggambarkan kreativitas dari para Empu yang dapat dikelompokkan menurut jaman atau daerahnya, kemudian bentuk-bentuknya yang terlihat menonjol, oleh para ahli Keris kemudian dibakukan dan dianggap sebagai suatu pola yang normatif.

Tapi penangguhan Keris seringkali menjadi kabur, karena dalam budaya perkerisan juga dikenal adanya kebiasaan mutrani atau menduplikat model Keris yang sudah ada sebelumnya.

Khusus untuk Keris-Keris putran (duplikat), penyebutan nama tangguhnya menjadi kacau, maka khusus untuk Keris-Keris tersebut lalu disebut yasan, artinya buatan.

Misalnya saja Keris A merupakan duplikat dari Keris B. Keris A buatan Surakarta, sedangkan keris B tangguh Tuban, maka Keris A disebut tangguh Tuban yasan Surakarta.


Berikut ini tangguh Keris yang dikenal oleh masyarakat perkerisan di Pulau Jawa:

1. Tangguh  Kahuripan
2. Tanggguh Jenggala
3. Tangguh Singasari
4. Tangguh Majapahit
5. Tangguh Blambangan
6. Tangguh Sedayu
7. Tangguh Segaluh
8. Tangguh Pajajaran
9. Tangguh Madura
10. Tangguh Tuban
11. Tangguh Sendang
12. Tangguh Pengging
13. Tangguh Demak
14. Tangguh Panjang
15. Tangguh Madiun
16. Tangguh Koripan
17. Tangguh Mataram
18. Tangguh Cirebon
19. Tangguh Surakarta
20. Tangguh Yogyakarta

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang ciri-ciri Keris tangguh Cirebon, yaitu Keris yang diperkirakan dibuat pada masa Kesultanan Cirebon.

Kesultanan Cirebon merupakan Kesultanan Islam ternama di Jawa Barat yang berdiri pada abad ke-15 dan 16 Masehi.

Wilayah Kesultanan Cirebon merupakan pangkalan penting dalam jalur perdagangan dan pelayaran antar pulau pada masa lalu.

Lokasinya berada dipantai utara pulau Jawa dan merupakan perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat, sehingga menjadikan Cirebon sebagai pelabuhan sekaligus "jembatan" antara kebudayaan Jawa dan Sunda sehingga tercipta suatu kebudayaan yang khas, yaitu kebudayaan Cirebon yang tidak didominasi oleh kebudayaan Jawa maupun kebudayaan Sunda.

Demikian juga dengan Keris Cirebon yang memiliki ciri khas tersendiri. Secara umum, ciri-ciri Keris tangguh Cirebon bisa dilihat dari pasikutan, pamor, dan material yang digunakan.

Pasikutan Keris tangguh Cirebon terkesan wingit, pamornya kelem dan berkesan mengambang. Besinya hitam kecoklatan dan terkesan kering.

Jika dilihat dari ukurannya, bilah Keris tangguh Cirebon tergolong sedang dan tipis. Keris tangguh Cirebon jarang sekali memakai odo-odo dan kebanyakan memakai rondho nunut.

Gonjonya tipis dengan sirah cecak pendek dan ujungnya tidak begitu lancip. Jika Keris luk, rata-rata luknya kembo atau samar.


Demikian sedikit informasi tentang ciri-ciri Keris tangguh Cirebon yang dapat kami sampaikan pada aertikel kali ini. Untuk informasi lain seputar benda-benda pusaka, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Ciri-Ciri Keris Tangguh Cirebon"

UNTUK PEMESANAN BENDA PUSAKA: