Advertisement

Sejarah Keris Taming Sari Yang Legendaris

keris taming sari
Ilustrasi Keris Taming Sari
Hartalangit.com – Keris Taming Sari sangat melegenda dan menjadi kebanggaan masyarakat Melayu. Keris ini merupakan hadiah dari Raja Majapahit kepada Hang Tuah setelah Laksamana Kerajaan Malaka itu berhasil mengalahkan pendekar dari Majapahit yang menantangnya bertarung.

Hang Tuah merupakan seseorang pahlawan dan tokoh legendaris Melayu pada masa pemerintahan Kesultanan Malaka yang merupakan seorang pelaut dengan pangkat Laksamana. Penggambaran Hang Tuah dari beberapa versi Sulalatus Salatin berbeda-beda, ada yang menyebutkan bahwa dulunya Hang Tuah adalah seorang nelayan miskin, sementara versi lain menyebutkan bahwa ia berasal dari keturunan bangsawan Bugis-Makassar.

Baca juga: Khasiat jimat Munta Besi dari Makassar

Pada masa mudanya, Hang Tuah dan empat orang temannya, yaitu: Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu berhasil menumpas gerombolan bandit yang merampok dan menghancurkan desa. Kabar tentang kehebatan Hang Tuah dan teman-temannya yang berhasil menumpas kawanan bandit itu terdengar oleh Bendahara Melaka (Pejabat setingkat Perdana Menteri dalam sistem pemerintahan sekarang) dan akhirnya mengangkat mereka untuk berkerja di istana.

Kisah mengenai asal-usul Keris Taming Sari yang berasal dari Majapahit ini diceritakan dalam Naskah Hikayat Hang Tuah dan Sulalatus Salatin, keduanya merupakan Naskah Melayu yang mengisahkan perjalanan Kesultanan Malaka dan Hang Tuah. Kesultanan Malaka atau yang dalam pelafalan orang Malaysia disebut Melaka itu terletak di Semenanjung Malaya yang sekarang menjadi bagian dari Negara Malaysia.

Keris Taming Sari menjadi kebanggaan sekaligus lambang kejantanan orang Melayu karena Keris ini diperoleh setelah Laksamana Malaka mampu mengalahkan Pendekar Majapahit. Peristiwa itu tentunya menjadi sebuah kebanggaan bagi Kesultanan Malaka karena saat itu Majapahit merupakan Kerajaan besar yang memiliki pengaruh luas di kawasan Asia.

Baca juga: Pusaka-pusaka ampuh peninggalan Kerajaan Majapahit

Di ceritakan pemilik awal Keris ini adalah seorang perwira Kerajaan Majapahit yang bernama Taming Sari. Keris ini kemudian dihadiahkan oleh Raja Majapahit kepada Hulubalang Malaka bernama Hang Tuah yang telah berhasil mengalahkan dan membunuh Taming Sari.

Kisah ini terjadi pada zaman Kesultanan Melaka dibawah pemerintahan Sultan Muzafar Shah. Saat itu Sultan hendak menikahi Putri Raja Majapahit. Rombongan Sultan Malaka datang ke Majapahit bersama dengan para pejabat penting Kesultanan Malaka.

Setibanyanya di Majapahit, rombongan Sultan Malaka disambut dengan baik dan meriah penuh persaudaraan. Di akhir acara penyambutan tersebut, Taming Sari meminta izin kepada Raja Majapahit untuk menantang hulubalang Malaka beradu keterampilan bermain Keris. Tantangan tersebut di terima oleh Hang Tuah dan terjadilah pertarungan anatara Taming Sari dengan Hang Tuah menggunakan Keris. Keduanya memiliki kemampuan yang seimbang, tapi pada satu kesempatan Hang Tuah berhasil menikam Taming Sari dengan Kerisnya, tapi ternyata Taming Sari tidak terluka sama sekali.

Hang Tuah merasa bahwa kekebalan Taming Sari berasal dari kesaktian Kerisnya, kemudian Hang Tuah berusaha untuk merebut Keris itu dan akhirnya Keris milik Taming Sari terlempar ke dinding lalu di ambil oleh Hang Tuah.

Sebagai seorang kesatria, Hang Tuah pantang membunuh lawan yang tidak bersenjata, lalu diberikan Keris milik Hang Tuah kepada Taming Sari dan pertarungan kembali dilanjutkan. Dalam pertarungan itu Hang Tuah berhasil menikam Taming Sari dengan Kerisnya dan akhirnya Taming Sari tewas oleh tikaman Kerisnya sendiri.

Kisah pertarungan antara Taming Sari dan Hang Tuah tersebut dalam hikayat Hang Tuah maupun Sulalatus Salatin dikisahkan digelar didepan Raja Majapahit dan Sultan Malaka, mereka menonton dalam suasana perlombaan.

Setelah Hang Tuah berhasil mengalahkan Taming Sari, kemudian Raja Majapahit menghadiahkan Keris milik Taming Sari tersebut kepada Hang Tuah yang kemudian dinamakan Keris Taming Sari untuk mengenang pemilik awal Keris itu. Keris Taming Sari adalah Keris pusaka yang memiliki tuah kesaktian yang dapat membuat pemiliknya kebal terhadap serangan senjata tajam.

Baca juga: 9 Keris pusaka paling sakti dan paling dicari ditanah Jawa

Selain melegenda karena asal-usulnya yang diperoleh dengan cara heroik, Keris Taming Sari juga menjadi sangat melegenda karena memakan banyak korban. Salah satunya adalah Hang Jebat yang merupakan teman seperjuangan Hang Tauh Sendiri. Hang Jebat diceritakan tewas setelah tertikam Keris Taming Sari oleh Hang Tuah.

Setelah meninggalnya Hang Tuah dan runtuhnya Kesultanan Malaka akibat serangan Portugis, Keris Taming Sari tetap melegenda dikalangan masyarakat Melayu dan kini Keris Taming Sari diwarisi oleh Kesultanan Perak, bahkan dijadikan sebagai senjata pusaka Kerajaan Perak.

Tampilan Keris Taming Sari terlihat sangat mewah dengan warangka/sarung berlapiskan emas dan pada hulu/gagangya bertabur batu permata. Kini Keris Taming Sari tersimpan di Istana Iskandariyah, Kuala Kangsar, Perak. Keris Taming Sari juga selalu digunakan untuk upacara penobatan Sultan sejak tahun 1528.

Baca juga: Legenda kesaktian pusaka Bende Mataram dan runtuhnya Kerajaan Pajang

Demikian sedikit informasi tentang sejarah Keris Taming Sari yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar sejarah dan benda-benda pusaka, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Semoga bermanfaat

Terima kasih 

Post a Comment for "Sejarah Keris Taming Sari Yang Legendaris"

UNTUK PEMESANAN BENDA PUSAKA: