Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Advertisement

Khasiat dan Cara Mengamalkan Hizib Sakron

gambar bacaan hizib sakron
Ilustrasi

Hartalangit.com – Wirid Sakran atau Hizib Sakron cukup terkenal dikalangan pengamal ilmu hikmah karena diyakini memiliki banyak khasiat dan manfaat jika di amalkan dengan benar.

Hizib ini dinamakan Hizib Sakron sesuai dengan nama penciptanya, yaitu Al Imam Al Habib Abu Bakar Assakran. Beliau diberi gelar As-Sakran (mabuk) karena kecintaannya kepada ALLAH SWT.

Al Habib Abu Bakar Assakran adalah seorang wali besar yang memiliki banyak karomah. Nasab beliau bersambung langsung kepada Rasulullah SAW.

Silisilah beliau adalah Sayyidinal Imam Abu Bakar As-Sakran bin Syeikh al Ghauts Abdurrahman As-Seggaf bin Muhammad Maula Dawilah bin Ali bin Alwi Al-Ghoyur bin Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Shohib Mirbath bin Ali Khali' Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajir bin Isa Ar-Rumi bin Muhammad An-Naqib bin Ali Al-'Uraidhi bin Ja'far Ash-Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Siti Fatimah Az-Zahro binti Muhammad SAW.

Beliau wafat di Tarim pada tahun 821 H. Salah satu peninggalannya yang terkenal sampai sekarang adalah Wirid Sakran atau Hizib Sakron.

Hizib Sakron terkenal memiliki banyak sekali khasiat dan manfaat, terutama untuk melindungi dan membentengi diri dari segala macam gangguan dan kejahatan dari berbagai jenis mahluk, baik Jin maupun Manusia, termasuk serangan ilmu hitam seperti santet, teluh dan guna-guna tidak akan bisa tembus pada orang yang mengamalkan Hizib Sakron.


Berikut ini beberapa khasiat dan manfaat Hizib Sakron:

1. Menangkal gangguan mahluk ghaib

Orang yang mengamalkan Hizib Sakron secara istiqomah akan terhindar dari gangguan mahluk halus, baik mahluk halus yang berada dilingkungan sekitar maupun mahluk halus yang sengaja dikirim oleh orang yang berniat jahat.

2. Menangkal serangan ilmu hitam

Hizib Sakron juga dapat menangkal dan mengobati serangan ilmu hitam seperti santet, teluh, guna-guna dan sejenisnya. Bahkan kekuatan Hizib ini mampu mengembalikan serangan ilmu hitam kepada pengirimnya.

3. Memudahkan segala urusan

Hizib Sakron juga memiliki khasiat untuk memudahkan segala macam urusan tergantung dari niatnya. Misalnya saja untuk melancarkan bisnis, meraih jabatan tinggi, memudahkan dalam meraih cita-cita dan untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

4. Meningkatkan wibawa dan kharisma

Orang yang mengamalkan Hizib Sakron secara istiqomah akan memiliki aura kewibawaan dan kharisma yang sangat besar sehingga akan dihormati dan disegani oleh banyak orang.

Selain memiliki banyak khasiat dan manfaat, Hizib Sakron juga mudah di amalkan karena tidak perlu melakukan puasa atau laku tirakat yang berat.

Berikut ini tata cara untuk mengamalkan Hizib Sakron:

1. Baca Hizib Sakron 3x setiap malam setelah selesai melakukukan sholat isya.

2. Sebelum membaca Hizib ini sebaiknya awali dengan tawassul kepada Nabi Muhammad SAW, Nabi Ilyas, Syekh Maulana Ilyas dan Habib Ali bin Abu Bakar As-Sakran. Masing-masing Al-Fatihah 1x.

3. Untuk memagari rumah dari gangguan mahluk ghaib dan serangan ilmu hitam bisa menggunakan media garam kasar yang dibacakan Hizib Sakron sebanyak 3x kemudian ditaburkan disekeliling rumah.


Lafadz Arab Hizib Sakron:

بسم الله الرحمن الرحيم. اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَحْتَطْتُ بِدَرْبِ اللَّهِ، طُوْلُهُ مَاشَاءَ اللَّهُ، قُفْلُهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، بَابُهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَقْفُهُ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. أَحَاطَ بِنَا مِنْ أَحَاطَ بِنَا مِنْ بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ, الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ, مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ,إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ, إِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ, صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ
(سُوْرٌ 3×)
وَآيَاتُهُ
الله لآإِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ, لاَتَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَنَوْمٌ, لَهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي الأَرْضِ, مَنْ ذَاالَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ, يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ, وَلاَيُحِيْطُوْنَ بِشَيْئٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَاشَاءْ, وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُوْدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
بِنَا اسْتَدَارَتْ كَمَا اسْتَدَارَتِ الْمَلاَئِكَةُ بِمَدِيْنَةِ الرَّسُوْلِ بِلاَ خَنْدَقٍ وَلاَ سُوْرٍ مِنْ كُلِّ قَدَرٍ مَقْدُوْرٍ وَحَذَرٍ مَحْذُوْرٍ وَمِنْ جَمِيْعِ السُّرُوْرِ
(تَتَرَّسْـنَا بِالله 3×)
مِنْ عَدُوِّنَا وَعَدُوِّ اللَّهِ مِنْ سَاقِ عَرْشِ الله إِلَى قَاعِ أَرْضِ الله صِنْعَتُهُ لاَ تَنْقَطِعُ بِأَلْفِ أَلْفِ أَلْفِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ, عَزِيْمَتُهُ لاَ تَنْشَقُّ بِأَلْفِ أَلْفِ أَلْفِ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ,
اللَّهُمَّ إِنْ أَحَدٌ أَرَادَنِيْ بِسُوْءٍ مِنْ الْجِنِّ وَالإِنْسِ وَالْوُحُوْشِ، وَغَيْرٍِهِمْ مِنْ سَائِرِ الْمَخْلُوْقَاتِ مِنْ بَشَرٍ أَوْ شَيْطَانٍ أَوْ شَيْطَانٍ أَوْ وَسْوَاسٍ فَارْدُدْ نَظَرَهُمْ فِيْ انْتِكًاسٍ وَقُلُوْبُهُمْ فِيْ وَسْواَسٍ وَأَيْدِيَهُمْ فِي إِفْلاَسٍ وَأَوْبِقْهُمْ مِنَ الرِّجْلِ إِلَى الرَّأْسِ لاَ فِيْ سَهْلٍ يَقْطَعُ وَلاَ فِيْ جَبَلٍ يَطْلَعُ بِمِئَةِ أَلْفِ أَلْفِ أَلْفِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Bacaan Latin Hizib Sakron:

“Allahumma inni ahtath-tu bidarbillahi, thuu luhu maasyaa’Allahu, qufluhu laa ilaaha illaLLahu. baabuhu Muhammadurrasuulullahi shallallahu ‘alaihi wa aalihii wasallama, saqfuhu laa hawla walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘adziimi, ahaathi binaa min (Alhamdulillahi rabbil 'alamin, arrahmanirrahim, maliki yaumiddin, iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, ihdinas siratal mustaqim, siratalladzina an'amta 'alaihim ghairil maghdlubi 'alaihim wa laddhallin).

Suurun suurun surr, wa ayatu (Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim) binaas tadaarat kamastadaa ratilmalaa’ikatu bihadiynatir-rasuuli, bilaa khandaqi walaa suuri, min-kulli qoda rimaqduuri, wahadzari mahdzuuri, wa min jamii’its-tsuruur.

Tatarrasnaa billah 3x

Min ‘aduwwinaa wa ‘aduwwillahi min saaqi’ar syillahi ila qoo’I ardhillahi bihi ‘ati alfi alfi alfi la hawla walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil adziim.

‘Adziimatuhu laa tansyaqqu bihi ‘ati alfi alfi alfi la hawla walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil adziim.

Allahumma in ahadu araadanii bisuu’I minal jinni wal insi wal wuhuusyii, waghairi him min saa’iril makhluuqaa ti min basyarin awsyaythooni au sulthooni au waswasin faar dud nadharohum fiintikaa si waquluu buhum fi waswaasin wa aydiihum fii iflaasi wa aubiqhum minarrijli ilaarraa’sy. laa fii sahlin yaqtho’u walaa fii jabalin yathla’u bimii ‘ati alfi alfi alfi la hawla walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil adziim. wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa’ala alihi wasallam.

Subhaana rabbika rabbil ‘izati ‘ammaa yashifuun. wasalaamun ‘ala mursaliin. walhamdulillahirabbil ‘alamiin. fikulli lahdhotin adada. ‘Adada khalqihi wa ridho nafsihii wa dzinata ‘arsyihii wa midaada kalimatihii”

Artinya:

“Wahai ALLAH aku berlindung dan membentengi diriku dengan pemeliharaan ALLAH, yang panjangnya menurut kehendak ALLAH (tiada terbatas panjangnya, sepanjang usia, makanan, minuman, ucapan, panca indra, perasaan dan lainnya pada diriku.

Kuncinya adalah Laa ilaaha illallah (sebagaimana benteng mestilah memiliki kunci yang kuat, dan kunci benteng pagar ALLAH ini adalah kekuatan Laa ilaaha illallah).

Dan gerbangnya adalah Muhammad Rasulullah SAW (setiap musuh yang akan menyerang akan berhadapan dengan Rasulullah SAW, maka jadilah musuhku adalah musuh Nabi SAW).

Atapnya adalah Laa haula wala quwwata illa billah (atap adalah yang menaungi dari panas dan hujan, dan atap dalam doa ini yang dimaksud adalah takdir yang akan turun kepadaku, kupayungi dengan  tiada daya dan upaya terkecuali dengan kekuatan ALLAH.

Membentengiku (Dengan menyebut nama ALLAH Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi ALLAH, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. {yaitu} jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan {jalan} mereka yang dimurkai, dan bukan {pula jalan} mereka yang sesat).

Terjagalah.. terjagalah.. terjagalah.. demi ayat (ALLAH, tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus {makhluk-Nya}, tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang dihadapan mereka dan apa yang dibelakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apapun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar).

Kami memohon perlindungan sebagaimana para Malaikat membentengi Madinah sang Nabi SAW, perlindungan yang tak membutuhkan parit dan dinding, dari segala ketentuan yang tak menguntungkan, ancaman segala yang mengancam, dan dari segala kejahatan.

Kami berlindung kepada ALLAH.., Kami berlindung kepada ALLAH.., Kami berlindung kepada ALLAH.., dari musuh musuh kami dan musuh musuh ALLAH, (perlindungan yang segera turun langsung) dari kaki Arsy ALLAH kepada hamparan bumi ALLAH, demi seribu ribu ribu Laa Haula wala quwwata illa billah, Perbuatan-Nya tak akan terhalangi, demi seribu ribu ribu Laa Haula wala quwwata illa billah,

Penjagaan-Nya tak akan bisa ditembus, demi seribu ribu ribu Laa Haula wala quwwata illa billah,
Wahai ALLAH jika ada seseorang yang menghendaki atasku kejahatan dari golongan Jin, Manusia dan binatang buas, dan dari segenap makhluk lainnya, dari golongan Manusia, Syaitan, Penguasa, atau godaan ancaman lainnya, maka tolaklah pandangan mereka tertunduk, dan jiwa mereka dalam kerisauan, dan kedua tangan mereka dengan kesialan dan kerugian (ketika akan mencelakakanku),

Dan pendamkan mereka dari kaki hingga kepalanya (dalam kelemahan dan kegagalan dalam mencelakakanku), (dimanapun mereka berada) apakah di lembah yang sedang mereka lewati, atau digunung yang sedang mereka daki, demi seribu ribu ribu Laa Haula wala quwwata illa billah”.


Demikian sedikit informasi tentang khasiat, manfaat dan tata cara mengamalkan Wirid Sakran / Hizib Sakron yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar dunia spiritual dan supranatural, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Khasiat dan Cara Mengamalkan Hizib Sakron"

Untuk Pemesanan Benda Pusaka: