Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Advertisement

Kuda Lumping kesenian tradisional yang penuh aura mistis

gambar kuda lumping / jaran kepang
Kuda Lumping

Hartalangit.com – Kuda Lumping / Jaran Kepang atau ada juga yang menyebutnya Jathilan adalah salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggambarkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda.

Tarian ini menggunakan properti berupa replika kuda yang terbuat dari anyaman bambu yang dibuat menyerupai bentuk kuda dan dihiasi dengan ijuk serta kain warna-warni.

Kuda Lumping dikenal sebagai salah satu kesenian tradisional yang penuh aura mistis karena menyuguhkan atraksi kesurupan dan ilmu kebal dimana para penarinya akan memakan beling, tahan terhadap cambukan pecut dan sayatan senjata tajam.


Dalam pementasan Kuda Lumping tidak memerlukan koreografi khusus dan tidak menggunakan perlengkapan gamelan seperti halnya Karawitan.

Gamelan yang digunakan untuk mengiringi tari Kuda Lumping cukup sederhana, hanya terdiri dari Kendang, Kenong, Gong dan Slompret (seruling dengan bunyi melengking).

Sajak-sajak yang dibawakan dalam mengiringi tarian Jaran Kepang biasanya berisikan nasehat / himbauan agar Manusia senantiasa melakukan perbuatan baik dan selalu ingat pada Sang Pencipta.

Dalam setiap pagelarannya, tarian Kuda Lumping atau Jathilan akan menghadirkan 4 fragmen tarian, yaitu 2 kali tari Buto Lawas, tari Senterewe dan tari Begon Putri.

Pada fragmen Buto Lawas biasanya akan dibawakan oleh para penari pria yang terdiri dari 4 - 6 orang. Beberapa penari muda akan menunggangi replika kuda dari anyaman bambu dan menari mengikuti alunan musik.

Pada bagian inilah para penari Buto Lawas dapat mengalami kesurupan atau Mendem Ebeg. Seringkali para penonton juga tidak luput dari fenomena kesurupan Kuda Lumping dan ikut menari bersama para penari.


Dalam keadaan tidak sadar mereka yang kesurupan (Ndadi) akan terus menari dengan gerakan enerjik dan terlihat kompak dengan para penari lainnya.

Untuk membuat para penari Kuda Lumping Ndadi atau kesurupan, biasanya sang pawang akan melakukan ritual khusus dengan membakar kemenyan dan merapal mantra-mantra tertentu untuk memanggil roh gentayangan untuk menjadi indang.

Pada fragmen selanjutnya para penari pria dan penari wanita akan bergabung untuk membawakan tari Senterewe.

Dan pada fragmen terakhir, enam orang penari wanita akan membawakan tarian dengan gerakan-gerakan yang lebih santai. Tarian ini dinamakan Begon Putri yang merupakan tarian penutup dari seluruh rangkaian pagelaran Kuda Lumping / Jaran Kepang.


Demikian sedikit informasi tentang Kuda Lumping kesenian tradisional penuh aura mistis yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar dunia spiritual dan supranatural, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Kuda Lumping kesenian tradisional yang penuh aura mistis"

Untuk Pemesanan Benda Pusaka Silahkan Chat Via WA: