Advertisement

Kekuatan Cipta, Rasa dan Karsa untuk mewujudkan impian

gambar tridaya, cipta, rasa dan karsa
Ilustrasi

Hartalangit.com – Tridaya adalah sebuah kekuatan maha dahsyat yang ada dalam diri kita, yaitu kekuatan Cipta, Rasa dan Karsa. Kekuatan inilah yang sebenarnya menggerakkan setiap aktifitas yang kita lakukan setiap hari mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi.

- Cipta adalah kekuatan yang membuat gambaran-gambaran terhadap suatu rencana yang ada dibenak kita.

- Rasa adalah kekuatan halus yang menyelimuti dan menyatu dari setiap gambaran-gambaran atau citraan terhadap segala sesuatu yang membawa kesan. Hal inilah yang dinamakan perasaan (emosi pribadi).

- Karsa atau kehendak (tekad) adalah kekuatan yang menggerakkan segala Cipta dan Rasa menjadi terlaksana.

Bagi orang-orang yang telah mengenal diri pribadinya, seharusnya sudah bisa mengatur Tridaya ini sehingga menjadi suatu kekuatan yang manunggal/menyatu.

Memang sangat sulit untuk menentukan dari ketiga “daya” ini yang bergerak lebih dahulu, ada kalanya Cipta, ada kalanya Rasa, dan bisa juga Karsa/tekad yang menggerakkan kekuatan-kekuatan yang menimbulkan pekerti dalam diri kita.


Untuk mendapatkan pembuktian dari kekuatan Tridaya yang ada dalam diri kita, alangkah baiknya jika kita selalu meneliti tindak-tanduk dan perbuatan yang kita lakukan. Apakah tindakan yang kita lakukan bermula dari adanya Cipta, Rasa atau Karsa.

Hal ini diperlukan untuk bisa lebih memahami kekuatan yang lebih dominan dalam diri kita. Apakah Cipta, Rasa atau Karsa yang muncul lebih dulu. Hal ini penting, agar dikemudian hari kita lebih bisa memanfaatkan kekuatan Tridaya tersebut agar lebih optimal.

Untuk mengoptimalkan kekuatan Tridaya, maka kita harus menyelaraskan antara Cipta, Rasa dan Karsa sehingga akan muncul perasaan yang menyelimutinya cita-cita itu.

Jadi setelah Tridaya menyatu atau selaras, antara gambaran yang dibuat, kemudian tekad yang membaja, serta persaan yang membuat yakin atas cita-cita tersebut, maka seketika itu jalan untuk mewujudkan cita-cita tersebut akan terbuka.

Hampir setiap hari kita menggunakan kekuatan Tridaya, tapi sayangnya kita tidak pernah memperhatikan prosesnya dan tidak menyadarinya.

Jika kita mampu mengelolanya dengan baik sehingga mampu memanunggalkan Tridaya tersebut, maka tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup ini.

Kita adalah mahluk yang paling sempurna dan mendapat mandat dari TUHAN sebagai Khalifah di Bumi. Maka kita diberikan kemampuan oleh TUHAN untuk berkreasi di Bumi ini untuk kemajuan dan keharmonisan alam semesta.

Dalam perkara yang lebih luhur lagi, bagi mereka yang sudah mengenal NUR ILLAHI akan dapat menggunakan dan membiasakan kekuatan Tridaya untuk bisa manunggal saat memasuki alam keluhuran, bisa menggunakan kendaraan Cipta, Rasa atau Karsa disaat memulai memasuki alam keluhuran tersebut hingga tiba saat dimana Tridaya ini kita tinggalkan.

Jika sudah tiba waktu yang tepat dan saat yang tepat, kekuatan Tridaya akan luluh dengan sendirinya menjadi kekuatan TRIDAYA SANG MAHA AGUNG. Tidak ada lagi Cipta, Rasa dan Karsa insan.

Kepasrahan total yang menarik kuat untuk terus memasuki lorong-lorong cahaya hingga hampa, tidak ada apa dan siapa, suwung dalam hening yang membahagiaakan. Cahaya tanpa warna, berkilau tanpa dapat diberi nama lagi.

Ketika The Secret terbit, gemanya nyaris memenuhi planet ini. Dunia seolah tersentak karena The Secret tidak lagi menjadi rahasia bagi siapapun.

The Secret adalah rahasia kesuksesan yang dimiliki tokoh-tokoh besar dan sejumlah orang sukses dari berbagai belahan dunia sejak 3000 tahun sebelum Masehi hingga abad modern sekarang ini.

Setiap bangsa di dunia memiliki resep sukses yang cenderung memiliki kesamaan dengan bangsa lainnya di dunia, termasuk Nusantara.

Dalam tradisi budaya Nusantara, resep sukses itu terangkum dalam istilah Cipta, Rasa dan Karsa. Tiga komponen kata tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan (Tritunggal).

Pada masa lalu, kemampuan Manusia dalam mengolah Cipta, Rasa, dan Karsa telah menghasilkan peradaban besar yang menakjubkan. Cipta, Rasa dan Karsa merupakan kekuatan Manusia dalam mempertahankan kelangsungan hidup.

Inilah yang melahirkan peradaban besar di masa lalu, sebagaimana ditunjukkan oleh orang-orang yang hidup pada masa Kerajaan Singhasari, Majapahit, Sriwijaya, Mataram, Demak, dan lainnya. Begitu juga dengan tokoh-tokoh besarnya, seperti Gajah Mada, Hayam Wuruk, Sultan Agung, Prabu Siliwangi, Wali Songo, dan lainnya yang sulit ditemukan tandingannya dijaman sekarang ini.


Itulah sebabnya, pada umumnya orang-orang tua jaman dahulu sering mengatakan bahwa apabila kita bisa menyelaraskan 3 komponen Tridaya tersebut, maka kita akan bisa merasakan nikmatnya kehidupan (kemakmuran dan kebahagiaan).

Ketiga komponen Tridaya (Cipta, Rasa dan Karsa) tersebut merupakan bagian dari sistem kebudayaan Nusantara yang tidak terpisahkan dari bingkai utamanya, yaitu spiritualitas.

Makna Cipta, Rasa dan Karsa memang terkesan sulit dipahami, terutama pemahaman hakekatnya. Banyak yang mengetahui ketiga istilah tersebut, tapi tidak banyak yang mengetahui cara menggunakannya.

Jika dikaji lebih jauh, ternyata makna ketiga kata itu sebetulnya sederhana. Tapi meskipun begitu, terdapat perbedaan cara dalam menerapkannya. Perbedaan itu terjadi karena perbedaan tradisi dan kebiasaan dari masing-masing daerah, tetapi hakekatnya tetap sama.

Secara singkat dapat dikatakan, Cipta berarti keinginan menciptakan sesuatu (tahap awal berada dalam pikiran). Cipta dibutuhkan sebagai kekuatan visualisasi atau daya cipta terhadap keinginan itu.

Tahap berikutnya adalah Rasa atau merasakan sesuatu yang tercipta dalam pikiran. Sesuatu yang kita ciptakan dalam pikiran seolah-olah sudah mewujud dan kita dapat merasakan kehadirannya.

Setelah sesuatu tercipta dalam pikiran yang disusul dengan merasakan hasil ciptaannya, maka dilanjutkan dengan Karsa atau berupaya mewujudkan keinginan tersebut secara nyata, sehingga dapat dilihat, disentuh dan dimanfaatkan (berdaya guna).

Konsep ini sama dengan Law of Attraction (LOA), dan hebatnya leluhur kita sudah mengetahuinya sejak ratusan tahun silam sehingga mereka mampu membangun peradaban besar dan maju di masanya yang disegani oleh bangsa-bangsa lain.


Cara menggunakan Cipta, Rasa dan Karsa:

1. Cipta

Proses penerapan Cipta menggunakan kekuatan pikiran dan imajinasi. Pada saat berdoa atau memohon kepada TUHAN, maka kita harus mengetahui apa yang kita minta atau mohonkan tersebut, sehingga kita harus memahami arti atau makna dari doa-doa yang kita panjatkan.

Selain memanjatkan doa sebagaimana diatur dalam syariat agama, kita biasanya juga berdoa untuk hal-hal khusus yang di inginkan dan umumnya doa-doa tersebut sering diucapkan dengan bahasa kita sendiri.

Dengan kata lain, ketika kita menginginkan sesuatu dalam kehidupan ini, maka langkah pertama yang harus dilakukan, yaitu harus jelas dulu apa yang sebenarnya kita inginkan.

Agar daya Cipta terhadap apa yang kita inginkan menjadi jelas, maka tulislah apa yang kita inginkan tersebut dengan jelas.

Tidak ada batasan terhadap apapun yang di inginkan sepanjang untuk kebaikan sendiri. Buatlah skala prioritas dalam catatan keinginan dan tumbuhkan hasrat terhadap keinginan, kemudian lakukanlah visualisasi terhadap keinginan tersebut.

Untuk mempermudah visualisasi, gunakanlah gambar atau foto. Misalnya saja kita menginginkan punya rumah, maka ambillah gambar rumah yang kita inginkan lalu letakkan dimanapun kita dapat melihatnya setiap saat.

Gambar tersebut akan membantu kekuatan daya Cipta terhadap apa saja yang kita inginkan. Visualisasi adalah salah satu daya Cipta yang sangat kuat dalam benak kita. Ketika memvisualisasikan sesuatu,rasakanlah seolah-olah kita sedang membentuknya.

2. Rasa

Cara menerapkannya Rasa, yaitu dengan menggunakan kekuatan perasaan batin atau emosi jiwa. Setelah kita menggunakan daya Cipta terhadap keinginan, maka dilanjutkan dengan merasakan dalam batin bahwa keinginan tersebut telah hadir dan dapat dirasakan.

Inilah sebenarnya yang dimaksud agar dalam berdoa harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan yakin doanya pasti dikabulkan.

Apapun permohonan kita, sangat mudah bagi TUHAN untuk mengabulkannya. Kita harus selalu berprasangka baik kepada TUHAN, karena TUHAN bertindak sesuai prasangka hamba-NYA. Jadi kita harus percaya bahwa apa yang kita minta sudah menjadi milik kita dan telah menerimanya.

Seseorang yang berdoa dengan keyakinan penuh seperti ini akan terlihat ekspresi wajahnya usai berdoa yang diliputi perasaan bahagia, meskipun saat berdoa sampai berlinang air mata. Sangat penting untuk merasa bahwa diri kita selalu dalam keadaan baik dan bahagia.

Pada intinya tidak boleh ada keraguan sedikitpun karena keraguan dapat merusak daya Cipta dan perasaan kita sendiri. Oleh karena itu, rasakan seolah-olah kita telah menerima apa yang kita inginkan. Itulah sebabnya, kita harus benar-benar berhasrat terhadap apapun yang di inginkan.

3. Karsa

Karsa bermakna keinginan atau kemauan yang kuat. Jika dalam tahap Cipta dan Rasa, keinginan-keinginan masih dalam bentuk gambaran, maka dalam tahap selanjutnya keinginan itu harus diupayakan agar mewujud sehingga dapat dilihat, disentuh dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

Karsa berarti kekuatan untuk mewujudkan keinginan tersebut menjadi nyata. Tugas kita sebenarnya bukanlah menemukan bagaimana caranya, sebab cara itu akan muncul dengan sendirinya dari komitmen dan keyakinan pada apa yang kita inginkan. Cara atau bagaimana keinginan itu dapat mewujud adalah urusan TUHAN.

Dengan kata lain, TUHAN-lah yang tahu cara tersingkat, tercepat dan termudah dalam mewujudkan keinginan itu. Jadi yang perlu dilakukan adalah bekerja, apapun pekerjaan itu lakukan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas.

Bersyukurlah dengan apa yang sudah kita miliki dan lakukan pekerjaan apa saja. Jangan hanya diam atau duduk bermalas-malasan dan hanya berangan-angan tanpa melakukan tindakan apapun untuk mewujudkan keinginan kita.

Meskipun apa yang dikerjakan saat ini terlihat tidak sesuai dengan keinginan-keinginan yang diharapkan, tetapi yakinlah bahwa ini adalah jalan untuk mewujudkan keinginan itu.

Kita bisa memulainya tanpa bekal apapun dan tanpa tahu jalan mana yang harus dilalui. TUHAN yang akan membuatkan jalan untuk mencapai keinginan atau cita-cita kita, sebab TUHAN akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.


Demikian sedikit informasi tentang kekuatan Cipta, Rasa dan Karsa (Tridaya) untuk mewujudkan impian atau cita-cita yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar dunia spiritual dan supranatural, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Kekuatan Cipta, Rasa dan Karsa untuk mewujudkan impian"

UNTUK PEMESANAN BENDA PUSAKA: