Advertisement

Makna Cakra Manggilingan dan pengaruhnya dalam kehidupan

gambar ilustrasi cakra manggilingan
Ilustrasi

Hartalangit.com – Cakra Manggilingan bisa di artikan perputaran roda yang merupakan simbol perputaran kehidupan. Kata Chakra berasal dari bahasa Sanskerta yang bisa diartikan cakram/roda, sedangkan kata Manggilingan berasal dari bahasa Jawa, yaitu Giling yang berarti berputar/menggerus.

Esensi dari Chakra Manggilingan ini sendiri adalah waktu (Kala) yang terus berjalan dan membawa perubahan dalam kehidupan yang akan terus terjadi secara bergiliran dari masa ke masa.

Perubahan-perubahan yang terjadi sudah menjadi kodrat yang harus terjadi didunia ini, bahkan sejak Manusia dilahirkan, maka dia harus melalui siklus rotasi Cakra Manggilingan ini dari hari ke hari, bulan ke bulan dan tahun ke tahun selama masa hidupnya.

Perubahan-perubahan dan kejadian-kejadian yang akan dialami, semuanya sudah ditakdirkan dan hanya menunggu waktunya terjadi. Sehingga konsepsi waktu sangatlah penting, bahkan kehidupan Manusia didunia ini juga dibatasi oleh waktu.

Setiap Manusia berada pada lingkaran Cakra Manggilingan-nya masing-masing dan tidak akan bisa menghindarinya karena perjalanan hidup setiap Manusia sesungguhnya sudah ditakdirkan sejak dia dilahirkan.

Jadi semua yang terjadi dalam kehidupan Manusia sesungguhnya adalah skenario TUHAN sebagai dalangnya, dan semua mahluk di alam semesta ini termasuk Manusia adalah wayang yang hanya menjalani lakonnya masing-masing.

Chakra Manggilingan adalah filosofi atau keyakinan tentang berputarnya roda kehidupan, baik mikro maupun makro. Demikian pula dengan berputar dan terbatasnya periode zaman serta lamanya sebuah kekuasaan atau peradaban.

Selain itu, bentuk melingkar pada Chakra Manggilingan atau bentuk lain yang tertutup itu membuat suatu keseimbangan. Jika salah satu bagian tidak berfungsi sesuai dengan peran atau kecepatan berputarnya, maka keseimbangan itu akan terganggu dan bahkan bisa hancur.

Jika masih memungkinkan, maka akan dilakukan perbaikan (recovery) pada titik kerusakan tersebut hingga bisa pulih kembali, atau terjadi keseimbangan baru. Jika tidak bisa, maka akan datang perubahan atau revolusi besar dan pemurnian total.

Setelah proses pemurnian itu terjadi secara menyeluruh, barulah akan muncul kehidupan baru yang akan dimulai dari awal lagi.


Masyarakat Nusantara, khususnya masyarakat Jawa harus memiliki kesadaran akan pentingnya pemahaman tentang Chakra Manggilingan ini, sebab dengan memiliki kesadaran akan hakikat kehidupan, maka kita akan selalu siap dengan situasi seperti apapun karena sesungguhnya semua itu adalah kehendak TUHAN.

Dengan memahami esensi Chakra Manggilingan yang tidak lain adalah waktu kehidupan yang terus berputar, maka kita bisa mempersiapkan diri untuk tidak larut dalam kebahagiaan atau kesedihan yang sedang dihadapi.

Kita tidak akan terlena dan berlebihan dalam menikmati kesenangan duniawi yang bisa menyesatkan kita dari tujuan hidup yang sebenarnya. Begitu juga sebaliknya, jika terus larut dalam kesedihan dan keterpurukan, maka kita hanya akan berjalan ditempat dan tidak mungkin bisa membawa perubahan yang baik dimasa yang akan datang.

Meskipun kehidupan ini sejatinya sudah ditakdirkan, namun TUHAN juga membuat sebuah sistem yang saling terkait di alam semesta ini, termasuk untuk nasib atau takdir Manusia yaitu hukum sebab akibat.

Untuk itu, kita harus selalu berfikir positif dan menerima kenyataan yang terjadi sebagai bagian dari takdir TUHAN, kemudian melakukan yang terbaik untuk saat ini agar membuahkan hasil yang lebih baik di masa depan.

Nasib Manusia juga ditentukan oleh hukum sebab akibat atau hukum karma. Perbuatan yang baik akan membawa karma baik, begitu juga sebaliknya, perbuatan yang buruk akan membawa karma buruk, sebab apa yang kita tanam hari ini, maka itulah yang akan kita petik di masa depan.

Dengan memiliki kesadaran akan hukum sebab akibat, maka untuk menyeimbangkan kehidupan kita juga dituntut untuk dapat melakukan “TRI WIKRAMA”, dalam artian mampu mempertemukan tiga kekuatan, yaitu masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.

Dengan begitu, orang yang dapat mengambil pelajaran pada setiap masa yang telah dilalui dan saat ini, maka dia dapat menjadi Manusia yang memiliki pola pikir jangka panjang (visioner), sehingga mampu menyongsong masa depan yang lebih baik.

Sebaliknya, orang yang mengabaikan sejarah dan masa kini, maka masa depannya akan suram dan berakhir pada kehancuran.

Jadi, sebagai Manusia yang berakal, maka kita harus mau “nerimo kahanan” (menerima kenyataan) yang sudah, sedang dan akan terjadi nanti. Itulah kunci untuk mempersiapkan diri kita agar siap menghadapi kenyataan yang ada.

Terkait dengan hal ini, maka pemahaman tentang adanya Chakra Manggilingan dalam kehidupan didunia ini tentu akan sangat membantu karena disetiap periode zaman itu ada masanya, dan semua akan berakhir kemudian akan digantikan dengan yang baru.

Sebuah peradaban yang besar dan kuat sekalipun jika sudah masanya berakhir maka pasti tidak akan berdaya melawan putaran Cakra Manggilingan yang akan menggerus dan menggantikannya dengan peradaban baru.


Mungkin banyak yang tidak setuju dengan hal ini, tapi Chakra Manggilingan akan terus berputar dan akan merubah segalanya dengan sistemnya sendiri.

Dalam skala makro, posisi “jarum” Cakra Manggilingan sudah hampir tiba dibatas terendah untuk kemudian mulai kembali ke atas menuju kemuliaan. Dan sekarang ini pergerakannya turunnya semakin kencang akibat perilaku Manusia yang sudah semakin buruk.

Pada saat “jarum” Chakra Manggilingan sampai di titik nadir kehidupan, maka pada saat itulah akan terjadi “goro-goro” (kehancuran/kegaduhan besar) dimana-mana. Setelah itu, barulah akan ada kebangkitan menuju kehidupan yang lebih baik.

Segala sesuatu akan berubah seiring dengan berjalannya sang waktu (Kala), dan mengikuti siklus dari Cakra Manggilingan.

gambar simbol cakra manggilingan


Bumi tempat kita tinggal juga bergerak seiring dengan Matahari yang mengitari pusat Galaksi, membentuk pergantian musim dan tahun. Begitu juga dengan kehidupan dan peradaban Manusia.

Apa yang kita petik hari ini adalah buah dari benih yang pernah kita tabur dimasa lalu, dan apapun yang kita lakukan saat ini cepat atau lambat akan kita tuai di masa yang akan datang.

Bentuk melingkar Chakra Manggilingan mengisyaratkan keseimbangan dalam setiap lintasannya. Kehidupan alam fisik maupun alam sosial berputar silih berganti bagai roda.

Dalam kehidupan ini, banyak hal yang merupakan manifestasi dari Cakra Manggilingan, contohnya: yang muda akan menjadi tua, yang kaya tiba-tiba bisa menjadi miskin dan yang miskin bisa mendadak kaya.

Yang hidup pasti akan mengalami kematian, sehingga tidak ada lagi yang dapat dibanggakan kecuali amal ibadah.

Oleh sebab itu, Chakra Manggilingan membantu kita dalam mencermati siklus kehidupan alam semesta dan juga yang ada didalam diri kita sendiri untuk mengingatkan kita agar selalu bersikap eling lan waspodo atau mawas diri agar tetap berada dijalan yang benar sehingga bisa sampai ditujuan hidup yang sejati.

Ketika kita berada pada posisi puncak, maka dengan mengingat esensi dari Chakra Manggilingan, kita bisa selalu waspada dan mempersiapkan diri agar ketika putaran Cakra Manggilingan menuju kebawah tidak menjadikan kita terlalu terpuruk sampai waktunya Cakra Manggilingan berputar ke atas lagi.

Sebaliknya, ketika kita berada pada titik terbawah, maka kita akan tetap optimis bahwa roda kehidupan pasti akan bergerak naik kembali. Dengan begitu, kita akan termotivasi untuk selalu berusaha untuk mencapai posisi teratas.


Demikian sedikit informasi tentang makna spiritual Cakra Manggilingan dan pengaruhnya dalam kehidupan yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar dunia spiritual dan supranatural, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Makna Cakra Manggilingan dan pengaruhnya dalam kehidupan"

UNTUK PEMESANAN BENDA PUSAKA: