Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Advertisement

Filosofi dan tuah Perkutut katuranggan Wisnu Murti

gambar perkutut katuranggan wisnu murti
Ilustrasi Perkutut Katuranggan Wisnu Murti

Hartalangit.com - Perkutut katuranggan Wisnu Murti adalah Perkutut lokal alam dengan ciri-ciri pada bagian kaki, paruh dan matanya berwarna hitam. Perkutut ini termasuk langka dan sulit ditemukan.

Perkutut katuranggan Wisnu Murti termasuk pemilih, sehingga tidak semua orang bisa cocok memeliharanya. Perbawa Perkutut ini sangat besar dan hanya cocok dipelihara oleh seorang pemimpin.


Wisnu Murti memiliki makna filosofi yang dalam menyangkut kehidupan dan keseimbangan alam semesta yang berhubungan dengan ajaran Dewa Wisnu, yaitu upaya untuk menjaga keseimbangan, kedamaian dan kesejahteraan dunia (Hamemayu Hayuning Bawono).

Wisnu Murti (Wisnu Memurti) adalah perwujudan Dewa Wisnu yang menjadi besar dan angker/menyeramkan tapi bermakna kedamaian. Sebagai Dewa pemelihara dalam konsep Tri Murti, Dewa Wisnu senantiasa memelihara semua ciptaan TUHAN dengan sebaik mungkin.

Ketika Manusia berbuat banyak kesalahan dan di anggap sudah melewati batas, maka nasehat-nasehatnya sebagai Dewa terkadang bisa bersifat keras dan puncaknya adalah dengan “kemarahan untuk kedamaian”, dan itulah yang disebut “Memurti”.


Beberapa kali Dewa Wisnu pernah “Memurti” dengan maksud/tujuan untuk mengembalikan kondisi alam semesta ciptaan TUHAN agar kembali sebagaimana mestinya serta untuk mengingatkan Manusia agar tidak mengumbar angkara murka dan merusak alam.

Jiwa dari Wisnu Murti itu sejatinya hanya dimaksudkan untuk memperingatkan Manusia agar memelihara alam dengan baik supaya jangan sampai Dewa Wisnu “Memurti”.

Murti menurut kamus bahasa Jawa/Kawi memiliki arti: amor, menyatu, gumolong, tunggil, linangkung, utuh dan semesta. Jadi, Wahyu Murti memiliki arti ajaran Wisnu yang bersifat gumolong, utuh dan semesta.

Itu adalah sebuah ajaran bahwa segala bentuk kehidupan di alam semesta dan isinya termasuk Manusia merupakan satu kesatuan yang utuh, antara satu dengan lainnya saling terkait dan tidak bisa dipisahkan karena yang satu merupakan bagian dari yang lain.

Karena alam dan isinya merupakan satu kesatuan yang utuh, maka menjadi kewajiban kita sebagai Manusia untuk menjaga keseimbangan alam, menciptakan kedamaian dan kesejahteraan, serta memelihara keselarasan dengan alam.


Perkutut katuranggan Wisnu Murti merupakan pesan agar kita melaksanakan ajaran Wahyu Murti untuk menjaga dan merawat alam semesta yang kita tempati ini dengan sebaik-baiknya, bukan malah merusaknya tanpa memikirkan keberlangsungannya untuk generasi berikutnya. Karena jika alam sampai murka, maka kita tidak akan mampu melawannya.

Perkutut katuranggan Wisnu Murti dipercaya memiliki tuah yang dapat membawa perubahan bagi pemiliknya menjadi lebih berwibawa, bijaksana, dihormati dan tegas serta memiliki kehidupan yang selaras dan seimbang penuh kedamaian.

Tapi Perkutut ini termasuk pemilih, jika pemiliknya tidak bisa selaras dengan karakternya maka justru dapat membawa malapetaka atau nasib buruk. Pada jaman dahulu Perkutut katuranggan Wisnu Murti hanya dipelihara oleh Raja dan para pemimpin saja.


Demikian sedikit informasi tentang filosofi dan tuah Perkutut katuranggan Wisnu Murti yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar mitos-mitos Perkutut katuranggan, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Tonton juga videonya:

Tuah Perkutut katuranggan Wisnu Murti & filosofinya - Harta Langit Channel

Dukung Harta Langit Channel dengan cara like, subscribe, komen dan share video ini agar kami dapat terus berkarya untuk mengenalkan dan melestarikan warisan budaya leluhurm kita.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Filosofi dan tuah Perkutut katuranggan Wisnu Murti"

Untuk Pemesanan Benda Pusaka, Call/Sms: 0858-7027-7889 atau Chat via WA: