Advertisement

Sejarah dan keampuhan Pedang Luwuk

gambar pedang luwuk asli
Ilustrasi Pedang Luwuk

Hartalangit.com - Pedang Luwuk adalah pedang pendek dari pulau Jawa yang bentuknya lurus dan bermata satu. Bagian bilah (wilah) dari pangkal sampai ujung lebarnya sama dan bagian ujungnya berbentuk lancip seperti pisau, tapi ada juga yang bagian pangkal bilahnya lebih kecil dari bagian tengah bilah.

Pedang Luwuk terbuat dari besi pamor dan gagangnya terbuat dari kayu atau tanduk. Panjang keseluruhan Pedang Luwuk tidak lebih dari 85 cm.

Konon Pedang ini dinamakan Pedang Luwuk karena dibuat oleh seorang Empu yang bernama Ki Luwuk yang berasal dari Luwuk (Kedatuan Luwu) sebuah Kerajaan kuno di Sulawesi Selatan.

Pedang ini dipercaya memiliki daya magis yang sangat ampuh karena dibuat dengan ritual khusus. Pedang Luwuk hanya boleh dimiliki oleh kalangan bangsawan dan ksatria di Jawa pada waktu itu.

Pedang Luwuk sudah ada sejak jaman Majapahit dan tercatat sebagai salah satu senjata mematikan dalam perang Paregreg. Pedang sederhana berwarna hitam legam ini dijuluki “Andhutapati” (utusan kematian) oleh para prajurit Majapahit.


Ketika Bhre Wirabhumi (Adipati Blambangan) memutuskan perang terhadap Majapahit yang saat itu dipimpin oleh Ratu Ayu Kencono Wungu, sebetulnya dia menyadari bahwa tidak mungkin Blambangan bisa menang melawan armada tempur Kerajaan Majapahit yang dilengkapi senjata canggih meriam Chetbang warisan dari era Mahapatih Gajah Mada.

Tapi sebagai seorang ksatria sekaligus keturunan Prabu Hayam Wuruk, dia tidak mungkin bersikap pengecut dan mundur begitu saja. Maka pilihannya hanya satu, yaitu membuat korban dan kerugian sebanyak mungkin dipihak Majapahit.

Untuk alasan itulah kemudian Pedang Luwuk diproduksi dengan tehnik yang sama seperti tehnik pembuatan Keris pusaka, yaitu dengan tehnik tempa lipat. Tapi bedanya pembuat Pedang Luwuk, yaitu Empu Ki Luwuk selain seorang ahli pembuat senjata, dia juga seorang ahli racun.

Meskipun bentuknya sederhana karena memang dibuat hanya mengutamakan fungsinya saja, dan waktu pembuatan yang singkat karena dalam persiapan perang, tapi Pedang Luwuk merupakan senjata dengan kasta tinggi, bahkan sempat di standarisasi oleh pihak Kadipaten Blambangan dan hanya para pejabat tinggi dan perwira perang atau senopati saja yang di ijinkan untuk memilikinya.

Pedang Luwuk hanya boleh dihunus dalam perang Paregreg saja. Aturan itu semakin memperjelas bahwa bukan orang sembarangan yang boleh menggunakanya karena senjata ini disepuh dengan campuran bisa (racun) ular luwuk yang sangat mematikan.

Konon, orang yang terkena racun dari ular luwuk, maka tubuhnya akan membiru dan akan tewas dengan sangat menyakitkan.


Ciri khas pada Pedang Luwuk yaitu berwarna hitam legam dan pada bagian bilahnya terdapat gambar matahari terbelah yang jumlahnya selalu ganjil. Sarung atau warangkanya selalu dibalut dengan perak untuk menetralisir daya racunnya.

Aroma kematian begitu terasa ketika Pedang ini dicabut dari warangkanya. Ribuan prajurit Majapahit bergelimpangan dengan tubuh membiru dan menjerit kesakitan bahkan sebelum perang yang sesungguhnya terjadi.

Bahkan ilmu kebal sekalipun hampir tidak berguna karena uap racunya menyebar melalui energi gelombang udara.

Jika orang yang memegang Pedang Luwuk memiliki kemampuan untuk mengendalikan ruh senjata, maka hanya dengan sekali watek saja dan tidak perlu tergores Pedang ini, maka musuh yang jumlahnya ratusan pun akan terkena perbawa Pedang Luwuk, tubuhnya akan langsung pucat membiru keracunan dan seketika akan menemui ajal dengan sangat menyakitkan.

Pedang inilah yang menjadi mimpi terburuk sepanjang sejarah militer Kerajaan Majapahit dan menjadi simbol keruntuhan akibat perang saudara imperium terbesar di Asia Tenggara karena pada saat perang Paregreg banyak sekali pasukan Majapahit yang mati karena keampuhan Pedang Luwuk ini.

Pedang Luwuk yang khusus untuk para pejabat tinggi Blambangan dibuat dengan ritual khusus, yaitu pada bagian motif matahari terbelah, setelah disepuh kemudian ditempelkan pada kemaluan prawan suci yang baru pertama kail haid untuk menyempurnakan daya magisnya.

Pedang Luwuk khusus ini selain memiliki bisa (racun) yang mematikan juga memiliki daya pengasih yang tinggi. Tuahnya akan membuat Pemilik Pedang Luwuk khusus ini akan dicintai oleh banyak wanita.

Konon setelah ditempeli Pedang Luwuk, gadis yang menjadi tumbal akan meninggal keesokan harinya dan sukmanya berpindah ke dalam Pedang Luwuk.

Ciri khusus pada Pedang Luwuk ini adalah pada sarung/warangkanya terbuat dari perak murni dan ukirannya juga dari perak murni.

Meskipun saat ini Pedang Luwuk sudah tidak digunakan untuk perang lagi, tapi keangkeran Pedang ini masih bisa dirasakan oleh para pewarisnya sampai sekarang.

Pedang Luwuk adalah senjata yang haus darah dan sedikit saja salah urus maka nyawa menjadi taruhannya. Konon setiap bulan suro Pedang Luwuk harus dimandikan dengan darah ayam cemani.

Baca juga:



Demikian sedikit informasi tentang sejarah dan keampuhan Pedang Luwuk yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar benda-benda pusaka, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

0 Response to "Sejarah dan keampuhan Pedang Luwuk"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Untuk Pemesanan Benda Pusaka, Call/Sms: 0858-7027-7889 atau Chat via WA: