Advertisement

Cerita pesugihan ratu siluman babi (Srenggi)

ratu siluman babi srenggi
Babi hutan

Hartalangit.com - Kehidupan yang serba sulit seringkali membuat orang gelap mata dan melakukan berbagai cara yang kadang tidak masuk akal demi untuk mendapatkan kekayaan. Salah satunya dengan melakukan pesugihan.

Ada banyak sekali jenis pesugihan yang ada di Indonesia, dari yang tidak memakai tumbal sampai yang mengharuskan pelakunya untuk memberikan tumbal pada waktu-waktu tertentu sebagai syarat agar kekayaannya terus bertambah.


Salah satu jenis pesugihan yang cukup terkenal di Indonesia adalah Pesugihan Srenggi (ratu siluman babi). Srenggi adalah sosok babi hutan siluman berwujud wanita cantik jelita yang sangat menggoda. Srenggi akan memberikan harta kekayaan kepada laki-laki yang bisa memuaskan hasratnya. Tapi jika laki-laki itu tidak sanggup memuaskannya, maka Srenggi akan mengambil/menghabisinya.

Orang yang memuja Srenggi (ratu siluman babi) akan terikat dengan sebuah perjanjian ghaib yang mewajibkannya harus melayani Srenggi berhubungan badan setiap 35 hari sekali, yaitu setiap malam bulan purnama.

Laku ritual Pesugihan Srenggi tidak terlalu berat karena tidak perlu memberikan tumbal nyawa Manusia setiap tahunnya seperti pada pesugihan lainnya. Syaratnya, pelaku pesugihan hanya harus melayani Srenggi atau ratu siluman babi berhubungan layaknya suami istri setiap 35 hari sekali, tepatnya setiap malam bulan purnama.

Meskipun Srenggi adalah ratu siluman babi, tapi dia selalu menampakkan dirinya dalam wujud perempuan yang cantik jelita, sehingga laki-laki manapun yang melihatnya akan terpesona dan jatuh hati. Padahal wujud aslinya adalah seekor babi hutan.

Setelah si pelaku pesugihan melakukan tugasnya, yaitu memuaskan hasrat ratu siluman babi, maka dia bisa meminta apa saja sesuai keinginannya dan Srenggi yang dipujanya itu akan mengabulkan permintaannya.

Selama Srenggi atau ratu siluman babi merasa terpuasakan, dia akan memberikan harta kekayaan sesuai keinginan pemujanya, bisa berupa emas, uang, atau yang lainnya. Tapi jika Srenggi merasa tidak puas dengan pelayanan pemujanya, maka si ratu siluman babi tersebut akan mengambil nyawa orang itu sebagai tumbal. Jadi intinya, pemuja Srenggi harus perkasa diranjang dan tidak boleh loyo atau dia akan menjadi tumbal.

Pesugihan ini juga tidak ada batas waktunya. Selama Srenggi merasa terpuaskan, maka selama itu pula persekutuan tersebut akan terus berlangsung dan akan berakhir jika orang yang memuja Srenggi itu meninggal dunia.

Konon setelah mati, kaki dan tangan orang yang memuja Srenggi akan berubah menjadi seperti kaki babi hutan. Dan selanjutnya, jasad dan rohnya akan hilang, tidak diterima langit dan bumi dan akan bergentayangan di alam ghaib menjadi pengikut dari ratu siluman babi yang dipujanya.

Ritual pesugihan Srenggi biasanya dilakukan pada malam selasa kliwon atau jum'at kliwon ditempat yang diyakini sebagai sarang atau istana dari ratu siluman babi. Si pelaku pesugihan cukup membawa kembang dan kemenyan sebagai sesaji atau syarat untuk ritual pemanggilan Srenggi.


Sesampainya ditempat yang dimaksud, si juru kunci akan membakar kemenyan dan merapal mantra untuk memanggil Srenggi serta menyampaikan niat dari sipelaku pesugihan.
Ritual ini di ibaratkan seperti acara melamar ratu siluman babi untuk dijadikan istri. Jika lamarannya diterima, biasanya si pelaku pesugihan akan ditemui oleh sosok wanita yang sangat cantik.

Dari pertemuan itu, akan terjadi suatu kesepakatan antara keduanya, dari mulai tata cara pemanggilan Srenggi, tempat pertemuan, sesaji dan semua yang harus dilakukan oleh orang yang memuja Srenggi. Isi dari perjanjian tersebut hanya diketahui oleh Srenggi dan pemujanya.

Jika lamarannya diterima maka sipelaku pesugihan akan pulang dan disuruh mempersiapkan sebuah kamar khusus dirumahnya untuk dijadikan sebagai kamar pemujaan. Tapi jika lamarannya ditolak atau gagal, maka Srenggi tidak akan muncul untuk menemui orang yang bermaksud memujanya itu.

Di kamar pemujaan itulah nantinya pada setiap malam bulan purnama, Srenggi atau ratu siluman babi akan datang untuk minta dilayani oleh orang yang memujanya. Pada malam itu, sipemuja Srenggi harus menyediakan beberapa jenis sesaji, seperti: teh tawar, kopi pahit, wedang jembawuk, srabi, klepon, dan juga gulo klithik.

Setelah Srenggi atau ratu siluman babi datang, keduanya akan berhubungan sampai Srenggi merasa terpuaskan. Setelah ratu siluman babi merasa puas dengan pelayanan pemujanya, dia akan memberikan imbalan berupa harta kekayaan.


Demikian sedikit informasi tentang cerita pesugihan ratu siluman babi (Srenggi) yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar Dunia Spirirual dan Supranatural, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

0 Response to "Cerita pesugihan ratu siluman babi (Srenggi)"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Untuk Pemesanan Benda Pusaka, Call/Sms: 0858-7027-7889 atau Chat via WA: