Advertisement

Jenis-jenis sesaji untuk menambah kekuatan khodam Keris Pusaka

gambar sesaji keris
Ilustrasi
Hartalangit.com - Keris Pusaka Jawa dibabar oleh seorang Empu linuwih yang memiliki kemampuan khusus dibidang metalurgi dan spiritual. Keris pusaka dibabar dengan olah kebatinan tingkat tinggi yang diawali dengan laku tirakat untuk membesihkan jiwa sehingga dapat memeperoleh ilham dari Yang Maha Kuasa tentang gambaran Keris yang akan dibuat.

Keris dan tuahnya akan dibuat berdasarkan permintaan dari pemesannya, kemudian sang Empu akan memanjatkan do'a kepada Yang Maha Kuasa agar apa yang menjadi keinginan pemesan Keris tersebut bisa terkabul.

Do'a atau mantra akan dirapal berulang-ulang bersamaan dengan proses penempaan Keris sehingga energi dari do'a-do'a atau mantra-mantra yang dirapal oleh sang Empu akan meresap kedalam lipatan-lipatan besi yang ditempa bersama baja dan pamor.

Selain energi dari do'a dan mantra yang dirapal oleh sang Empu, Keris juga memiliki energi alami yang berasal dari bahan-bahannya yang merupakan logam-logam pilihan dan dimasukkan juga khodam sebagai penjaga Keris. Oleh karena itulah, Keris pusaka buatan Empu akan tetap memiliki kekuatan selama Keris itu masih berwujud.

Keris Pusaka Jawa biasanya akan diberi sajen atau sesaji setiap malam jumat kliwon, selasa kliwon atau setiap malam kelahiran pemiliknya dan akan dijamasi setiap satu tahun sekali setiap malam satu suro.

Secara umum, sajen atau sesaji dipahami oleh sebagian masyarakat sebagai ritual untuk memberi makan khodam yang ada pada Keris tersebut agar betah dan kekuatannya tetap terjaga. Tapi jika dipahami lebih mendalam, sebetulnya ada makna lain dibalik pemberian sesaji dan jamasan Pusaka.


Berikut ini beberapa jenis sesaji yang umum untuk Keris Pusaka Jawa:

• Kemenyan

Kemenyan merupakan sesaji utama untuk berbagai ritual bagi masyarakat Jawa termasuk untuk Keris Pusaka, karena asap kemenyan di anggap sebagai nasi atau makanan pokok bagi mahluk ghaib (khodam pusaka) dan dalam mantra pemberian sesaji selalu disebut "sego putih gondho arum" yang artinya "nasi putih beraroma harum".

Penggunaan kemenyan sebagai sesaji Keris adalah dengan cara dibakar di atas bara api dari arang kayu sehingga menghasilkan asap putih tebal. Asap dari kemenyan inilah yang menjadi sesaji atau makanan untuk khodam Keris. Caranya bilah Keris di asapi dengan asap kemenyan (dikutugi menyan). Cara ini sangat ampuh untuk menjaga kekuatan ghaib Keris Jawa.

Tapi cara ini sudah sangat jarang dilakukan sekarang ini, karena membakar kemenyan di anggap klenik dan sudah tidak umum lagi untuk dilakukan, sehingga rata-rata Keris Jawa sekarang ini sudah kehilangan energi keghaibannya dan sudah luntur aura wingitnya.

Ketika mengasapi bilah Keris dengan asap kemenyan, sebaiknya posisi bilah Keris jangan terlalu dekat dengan bara api, cukup agar terkena asapnya saja. Karena jika terlalu dekat, uap dari kemenyan akan menimbulkan endapan lengket pada bilah Keris yang bisa mengurangi keindahan fisik Keris.

Jenis kemenyan yang sering dipakai untuk mengasapi Keris adalah kemenyan Jawa merk 555 yang konon sangat disukai oleh mahluk ghaib terutama khodam Keris Jawa.

Asap kemenyan Jawa (kemenyan madu) dapat memberikan pengaruh yang besar pada keghaiban Keris Jawa sehingga tuah Keris menjadi lebih ampuh dan aura wingit atau perbawanya lebih terasa. Jadi, agar Keris Jawa lebih terasa aura keghaibannya, sebaiknya diberikan sesaji bakaran kemenyan Jawa.

• Kembang

Kembang/bunga merupakam sesaji yang wajib ada untuk Keris Jawa. Pada jaman dulu kembang telon (kembang 3 rupa) atau kembang setaman (kembang 7 rupa) selalu disajikan berdampingan dengan kemenyan. Jika kemenyan di anggap sebagai nasi, maka kembang di anggap sebagai lauknya.

Yang paling sering digunakan sebagai sesaji adalah kembang telon (kembang 3 rupa) karena mudah didapat. Tapi penggunaan kembang setaman (kembang 7 rupa) sebetulnya jauh lebih bagus daripada kembang telon. Kembang juga bersifat netral dan bisa digunakan sebagai sesaji untuk semua jenis Keris Jawa atau benda Pusaka lainnya.

Untuk penyajiannya, kembang telon/kembang setaman ditempatkan diatas nampan/wadah lainnya dengan alas daun pisang dan diletakkan didekat Keris atau Kerisnya diletakkan di atas kembang tersebut dengan dikeluarkan dari warangkanya dan baru disarungkan kembali pada pagi harinya.

• Minyak Pusaka

Saat ini yang paling umum digunakan untuk sesaji Keris adalah minyak Pusaka seperti minyak cendana, minyak cendana keraton, minyak melati dan minyak mawar.

Penggunaannya cukup dioleskan pada bilah Keris sehingga lebih praktis daripada menggunakan kemenyan. Tapi meskipun praktis, efeknya pada keghaiban Keris tidak sebagus jika menggunakan sesaji kemenyan dan kembang.

Minyak Pusaka lebih di anjurkan digunakan untuk Keris Jawa yang karakternya halus atau adem, misalnya Keris yang tuahnya untuk kerejekian, pengasihan atau ketentraman rumah tangga, dan tidak disarankan untuk Keris Jawa yang karakternya keras atau panas seperti Keris-Keris yang tuahnya untuk kewibawaan, kesaktian, kekuasaan dan penjagaan ghaib karena dapat menurunkan kadar keghaibannya atau mempengaruhi karakter keras khodamnya menjadi lebih halus atau adem.

Banyak penggemar Keris yang menggunakan minyak singer sebagai campuran untuk minyak pusaka. Minyak singer memang bagus untuk menjaga bilah Keris agar tidak karatan, tapi efeknya pada keghaiban Keris kurang baik karena akan menurunkan power Keris. Untuk campuran minyak pusaka lebih bagus menggunakan minyak kelapa tapi komposisinya sedikit jangan terlalu banyak.


• Kopi pahit

Kopi yang dimaksud untuk sesaji Keris adalah kopi hitam yang disedu dengan air panas tanpa gula (kopi pahit). Lebih bagus lagi jika menggunakan kopi tradisional yang proses pembuatannya dengan ditumbuk secara manual.

Tapi saat ini tentunya sulit mencari kopi jenis itu. Dan jika tidak ada kopi tradisional, bisa juga menggunakan kopi hitam kemasan yang tanpa gula.

Sajikan kopi pahit dalam gelas tanpa tutup kemudian diletakkan di atas meja bersama sesaji lainnya. Biarkan selama semalam dan pada pagi harinya bisa dibuang.

• Dupa

Pada jaman dulu umumnya dupa ditaburkan ke dalam bakaran arang kayu untuk menghasilkan asap, dan asap tersebut digunakan untuk mengasapai Keris seperti penggunaan kemenyan.

Tapi sekarang ini sudah banyak tersedia dupa yang bisa dibakar langsung tanpa memerlukan arang untuk membakarnya.

Sama halnya dengan kemenyan, sekarang ini dupa sudah sangat jarang digunakan karena aroma dari asap dupa akan menyebar kemana-mana dan di anggap klenik.

• Kayu Cendana

Pada jaman dulu kayu cendana biasanya dijadikan serbuk atau serpihan-serpihan kecil untuk dibakar di atas bara api dari arang kayu sehingga akan menghasilkan asap beraroma harum. Biasanya penggunaan serbuk kayu cendana dikombinasikan dengan kemenyan atau dupa.

Selain sesaji-sesaji yang umum diberikan untuk Keris Jawa di atas, ada juga Keris-Keris tertentu yang meminta sesaji yang tidak umum seperti telur ayam mentah, nasi tumpeng, kelapa hijau, bahkan ada yang meminta darah ayam putih atau ayam cemani dan sesaji-sesaji tidak lazim lainnya.

Keris-Keris seperti itu biasanya memiliki aura keghaiban yang sangat kuat, tapi jika permintaannya tidak dipenuhi seringkali khodam dari Keris-Keris itu akan marah dan menyerang pemiliknya.

Jadi jika memiliki Keris Pusaka sebaiknya ditayuh dulu untuk mengetahui cocok atau tidaknya Keris itu dengan kita dan juga untuk mengetahui sesaji apa yang cocok untuk Keris tersebut agar khodamnya merasa betah dan senang dengan pemiliknya sehingga bisa menjadi pendamping yang aktif dan setia.


Demikian sedikit informasi tentang jenis-jenis sesaji untuk menambah kekuatan khodam Keris Pusaka yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar benda-benda pusaka, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Jenis-jenis sesaji untuk menambah kekuatan khodam Keris Pusaka"

UNTUK PEMESANAN BENDA PUSAKA: