Advertisement

Filosofi dan Tuah Keris Carito Prasojo

gambar keris carito prasojo / carita prasaja
Keris Carito Prasojo
Hartalangit.com – Keris Carito Prasojo (Carita Prasaja) adalah salah satu dhapur Keris luk 11 yang cukup langka. Ukuran panjang bilahnya normal dengan ricikan, antara lain: kembang kacang, jalen, lambe gajah dua, sogokan, tikel alis, sraweyan dan greneng.

Keris ini sangat mirip dengan Keris Carito Keprabon, baik dari bentuknya, jumlah luknya dan juga ricikannya. Dalam buku "Gambar Dhapuripun Dhuwung Saha Waos", perbedaan antara Keris Carito Prasojo dan Keris Carito Keprabon hanya terletak pada ricikan ri pandan saja sehingga agak sulit untuk membedakan keduanya.

Keris Carito Prasojo memiliki filosofi mendalam tentang kehidupan yang bisa dijadikan sebagai tuntunan hidup. “Yen pingin mulyo mbok yo sing prasojo” adalah adalah salah satau “sesanti” Jawa yang biasa dijadikan wejangan atau nasehat dari orang tua untuk sebuah laku (pilihan sikap) dalam menjalani kehidupan.


Pitutur mulia ini biasanya ditujukan agar seseorang tidak terjebak dalam perilaku yang berlebihan, apalagi diluar batas karena ada keinginan-keinginan tertentu yang harus dikendalikan.

Sifat dasar Manusia memang cenderung akan selalu memiliki berbagai macam keinginan dan akan selalu mencari kepuasan yang sebetulnya tidak akan pernah ada batasnya.

Dalam kehidupan ini ada tiga hal yang akan selalu dikejar oleh Manusia khususnya laki-laki, yaitu Harta, Tahta dan Wanita. Ketiga hal tersebut adalah pesona dunia yang sangat menggiurkan dan sulit untuk ditolak.

Ketika seorang laki-laki mendapatkan salah satunya maka dia akan mengejar dua hal lainnya. Untuk itu, Manusia harus dapat mengendalikan keinginannya agar tidak terjebak dalam jurang kenistaan dan kehancuran.


Keris Carito Prasojo adalah pesan tersirat untuk Manusia agar selalu hidup bersahaja, andhap asor, tepo seliro, tidak mengumbar hawa nafsu, hidup dijalan yang benar, sabar, mengayomi dan senantiasa ingat bahwa hidup ini adalah untuk mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Hidup prasojo bukan berarti kekurangan dan miskin, tetapi merasa cukup dengan apa yang sudah dimiliki. Sesungguhnya rasa cukup itulah yang menjadikan kaya yang sebenar-benarnya kaya (tidak merasa kurang).

Keris Carita Prasaja dipercaya memiliki tuah untuk ketentraman, pengayoman dan kewibawaan. Tentu saja untuk dapat merasakan tuahnya secara maksimal, kita harus memahami filosofinya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, karena tuah yang sesungguhnya dari sebilah Keris adalah petuah-petuah bijak dari para leluhur yang harus dipahami makna dan maksudnya.


Demikian sedikit informasi tentang filosofi dan tuah Keris Carita Prasaja / Carito Prasojo yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar Keris pusaka, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Filosofi dan Tuah Keris Carito Prasojo"

UNTUK PEMESANAN BENDA PUSAKA: