Advertisement

Ciri dan Mitos Perkutut Katuranggan Wisnu Tinundung

gambar perkutut katuranggan wisnu tinundung
Perkutut Katuranggan Wisnu Tinundung
Hartalangit.com – Perkutut lokal memang memiliki daya tarik tersendiri bagi para penggemarnya, karena selain memiliki suara anggungan yang merdu, Perkutut lokal juga sering dikaitkan dengan mitos-mitos yang terkadang tidak masuk akal.

Selain itu, Perkutut lokal juga di anggap memiliki angsar yang dapat mempengaruhi kehidupan orang yang memeliharanya. Ada yang dipercaya dapat membawa pengaruh positif dan ada juga yang dipercaya dapat membawa pengaruh negatif tergantung dari jenis katuranggan atau ciri mathinya.

Tapi tentunya semua itu ada alasan yang mendasarinya, baik dari makna katuranggannya, dari ciri fisiknya atauupun dari perilakunya.

Pada artikel Harta Langit kali ini akan membahas tentang salah satu Perkutut katuranggan yang di anggap tidak baik untuk dipelihara, yaitu Perkutut katuranggan Wisnu Tinundung.


Perkutut katuranggan Wisnu Tinundung memiliki ciri khusus pada bulu-bulu disekujur tubuhnya yang berwarna kehitaman tapi tidak merata atau belang-belang.

Mitosnya, jika memelihara Perkutut katuranggan Wisnu Tinundung maka keinginan atau cita-cita pemiliknya akan sulit tercapai.

Warna hitam pada bulu-bulu Perkutut Wisnu Tinundung yang tidak merata melambangkan datangnya kegelapan yang akan menutupi keberuntungan atau melambangkan rintangan. Energi Perkutut ini kurang baik, jadi sebaiknya jangan dipelihara.

Lebih baik peliharalah burung Perkutut yang bagus fisiknya, bagus suaranya, bagus perilakunya dan juga bagus katuranggannya agar bisa menyenangkan hati ketika memandangnya dan saat mendengarkan suara anggungannya.

Perasaan bahagia yang kita rasakan karena memiliki burung Perkutut akan membawa energi positif dan menjadikan kehidupan kita menjadi lebih positif.

Tapi jika kita memelihara burung Perkutut yang energinya negatif atau yang katuranggannya jelek, maka akan menyebabkan perasaan menjadi tidak nyaman dan menjadi ganjalan di hati. Hal itu akan menimbulkan pikiran negatif sehingga akan mengundang hal-hal negatif dalam kehidupan kita.


Seperti halnya Perkutut katuranggan yang lain, Perkutut Wisnu Tinundung juga memiliki filosofi yang berkaitan dengan mitosnya.

Wisnu Tinundung bisa di artikan Wisnu terusir yang melambangkan hilangnya keberkahan. Dalam kepercayaan Hindu, Wisnu adalah Dewa yang bertugas untuk memelihara semua ciptaan TUHAN dengan sebaik mungkin agar tercipta keseimbangan, kedamaian dan kesejahteraan dunia atau Hamemayu Hayuning Bawono.

Ajaran tersebut bertujuan untuk mengingatkan Manusia agar memelihara alam dengan baik, karena segala bentuk kehidupan di alam semesta ini termasuk Manusia merupakan satu kesatuan yang utuh, antara satu dengan lainnya saling terkait dan tidak bisa dipisahkan karena yang satu merupakan bagian dari yang lain.

Karena alam dan isinya merupakan satu kesatuan yang utuh, maka menjadi kewajiban kita sebagai Manusia untuk menjaga keseimbangan alam, menciptakan kedamaian dan kesejahteraan, serta memelihara keselarasan dengan alam.

Sebagai mahluk yang ditugaskan menjadi kholifah di bumi, Manusia seharusnya bisa menjaga dan merawat alam semesta ini dengan sebaik-baiknya, bukan malah merusaknya tanpa memikirkan kelestariannya untuk generasi berikutnya.

Wisnu Tinundung mengajarkan kita untuk mensyukuri dan menjaga apa yang kita miliki saat ini dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kita menyesal setelah semuanya terlambat.


Demikian sedikit informasi tentang ciri dan mitos Perkutut katuranggan Wisnu Tinundung yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar Perkutut katuranggan, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Tonton juga videonya:

Video YouTube - Harta Langit Channel

Dukung Harta Langit Channel dengan cara like, subscribe, komen dan share video ini agar kami dapat terus berkarya untuk mengenalkan dan melestarikan warisan budaya leluhur kita.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Ciri dan Mitos Perkutut Katuranggan Wisnu Tinundung"

UNTUK PEMESANAN BENDA PUSAKA: