Advertisement

Filosofi dan Tuah Keris Pamor Putri Kinurung

gambar keris sempono pamor putri kinurung
Keris Sempono Pamor Putri Kinurung
Hartalangit.com – Pamor pada bilah Keris merupakan motif atau gambaran yang timbul akibat proses tempa lipat dari beberapa jenis logam berbeda, yaitu besi, baja dan bahan pamor.

Ketika bilah Keris diwarangi maka besi akan berubah warna menjadi hitam pekat, baja akan berubah warna menjadi hitam ke abu-abuan dan bahan pamor tetap berwarna putih keperakan karena tidak terpengaruh reaksi kimia dari proses pewarangan.


Ada dua jenis pamor pada bilah Keris atau Tosan Aji lainnya, yaitu pamor tiban dan pamor rekan. Pamor tiban adalah jenis pamor yang bentuk motifnya tidak direncanakan atau terjadi secara tidak disengaja, sedangkan pamor rekan adalah jenis pamor yang bentuk motif atau gambarannya sudah direncanakan dari awal oleh sang empu.

Salah satu jenis pamor tiban yang akan dibahas pada artikel kali ini adalah pamor Putri Kinurung. Pamor ini biasanya terletak dibagian sor-soran Keris.

Bentuk gambarannya menyerupai danau besar dengan beberapa pulau kecil ditengahnya. Pamor Putri Kinurung yang letaknya berada dibagian sor-soran di anggap lebih bagus dari yang letaknya berada ditengah bilah.

Putri Kinurung bisa di artikan seorang putri yang dipingit (dikurung). Dalam tradisi masyarakat Jawa, pingitan akan dilakukan pada calon mempelai wanita sebelum hari pernikahannya. Pada jaman dahulu pingitan juga dilakukan pada seorang putri Raja.


Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, seorang calon pengantin wanita konon memiliki darah manis sehingga sangat rentan terhadapap gangguan-gangguan yang sifatnya ghaib. Maka untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan dilakukanlah prosesi pingitan.

Selain itu, calon pengantin perempuan yang dipingit akan terlihat “manglingi” pada saat hari H pernikahannya karena auranya lebih terpancar.

Filosofinya, bahwa amal kebaikan yang tidak ditunjukkan justru akan membuat kemuliaan seseorang semakin bertambah. Pesan tersirat dari pamor Putri Kinurung, yaitu agar dalam berbuat kebaikan tidak perlu dikoar-koarkan karena akan lebih bernilai.

“Aruming Jeneng Ngambar-ambar Saluming Bumi, Jaya-jaya Wijayati Nir Ing Sambikala”
Artinya: Seseorang yang menanamkan kebaikan tidak perlu dikoar-koarkan pasti akan memiliki nama harum, dan orang yang selalu berbuat baik akan jauh dari bencana dan celaka.

Pamor Putri Kinurung dipercaya memiliki tuah untuk menjauhkan segala bentuk sambikolo (musibah dan bencana), untuk perlindungan / tolak bala, untuk menjaga nama baik dan mengurangi sifat boros.


Demikian sedikit informasi tentang filosofi dan tuah Keris pamor Putri Kinurung yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar Keris pusaka, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

2 comments for "Filosofi dan Tuah Keris Pamor Putri Kinurung"

  1. kalau nama soal , hulu putri kinurung bagaimana Om...???

    ReplyDelete
UNTUK PEMESANAN BENDA PUSAKA: