Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Advertisement

Ciri, Mitos dan Tuah Perkutut Keruk Bumi

gambar perkutut katuranggan keruk bumi / ciker
Perkutut Katuranggan Keruk Bumi (Ciker)

Hartalangit.com – Semua nama katuranggan Perkutut memiliki makna atau filosofi yang berkaitan dengan tuahnya. Salah satunya yang akan dibahas pada artikel kali ini adalah Perkutut katuranggan Keruk Bumi atau Ciker.

Perkutut katuranggan Keruk Bumi memiliki ciri khusus pada jari-jarinya yang melengkung atau menekuk ke dalam.

Perkutut ini dinilai baik untuk dipelihara karena dipercaya memiliki tuah untuk membantu memudahkan pemiliknya dalam mencari rejeki.

Jari-jarinya yang menekuk kedalam merupakan simbol harapan agar pemilik Perkutut ini dapat meraup atau mengeruk rejeki sebanyak-banyaknya. Sedangkan Perkutut Ciker yang jari-jarinya menekuk keluar dipercaya memiliki tuah untuk tolak bala.


Nama Ciker merupakan singkatan dari “wancine keruwat” yang artinya saatnya diruwat atau dirawat.

Pesan tersirat dari katuranggan Keruk Bumi atau Ciker, yaitu agar Manusia tidak hanya mengeruk atau mengambil sumber daya alam saja, tapi juga harus merwatnya untuk menjaga keberlangsungan bumi sampai generasi-generasi selanjutnya.

Dalam tradisi masyarakat Jawa, ruwatan sering dilakukan untuk menolak bala atau sengkolo, seperti bencana alam, kekeringan, wabah penyakit, serangan hama atau yang lainnya, sehingga Perkutut ini juga di anggap memiliki tuah untuk penolak bala.

Perkutut Keruk Bumi konon lebih cocok dipelihara oleh para petani dan orang-orang yang mencari rejeki dari hasil bumi.

Seperti halnya Perkutut katuranggan yang lain, Perkutut katuranggan Keruk Bumi juga memiliki filosofi yang berkaitan dengan kepercayaan akan tuahnya.

Perkutut ini memiliki filosofi, bahwa bumi atau alam sudah menyediakan segalanya untuk seluruh mahluk yang tinggal didalamnya, termasuk Manusia. Tinggal bagaimana cara kita mengambil atau memanfaatkannya.


Rejeki bisa didapatkan jika kita mau bekerja dan berusaha untuk mengolah sumber daya alam yang tersedia.

Sebagai contoh, bagi petani, bumi atau tanah adalah lahan untuk mencari nafkah dengan cara mengolahnya, kemudian menanaminya dan memetik hasil pertaniannya.

Seorang petani harus berupaya sebaik mungkin untuk mengolah lahan pertaniannya agar apa yang ditanam bisa tumbuh subur dan bebas dari hama sehingga hasil panen akan melimpah.

Oleh karena itu, seorang petani harus bersahabat dengan alam atau menjaga eko sisitem, karena semua yang ada didunia ini sebetulnya saling terkait dan saling melengkapi untuk menjaga keseimbangan alam.

Setiap Manusia dibekali dengan potensi yang luar biasa untuk mengolah sumber daya alam yang tersedia. Jadi jangan pernah menyerah pada nasib dan jangan jadikan keterbatasan sebagai alasan untuk tidak berbuat sesuatu.

Bumi ini terhampar luas dengan sumber daya alamnya yang melimpah, tinggal bagaimana usaha kita untuk menggali atau mengeruk rejeki yang ada di bumi dengan tetap menjaga kelestariannya.


Demikian sedikit informasi tentang ciri-ciri, filosofi, tuah dan mitos Perkutut katuranggan Keruk Bumi / Ciker yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar Perkutut katuranggan, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Tonton juga videonya:

Ciri, Mitos & Tuah Perkutut Keruk Bumi (Ciker) - Harta Langit Channel

Dukung Harta Langit Channel dengan cara like, subscribe, komen dan share video ini agar kami dapat terus berkarya untuk mengenalkan dan melestarikan warisan budaya leluhur kita.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Ciri, Mitos dan Tuah Perkutut Keruk Bumi"

Untuk Pemesanan Benda Pusaka Silahkan Chat Via WA: