Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Advertisement

Mantra ajian Waringin Sungsang dan laku tirakatnya

gambar waringin sungsang
Ilustrasi

Hartalangit.com – Ajian Waringin Sungsang merupakan salah satu ilmu kadigdayan Kejawen tingkat tinggi yang pada jaman dahulu hanya dimiliki oleh orang-orang linuwih saja.

Ajian Waringin Sungsang memiliki efek yang sangat dahsyat karena orang yang terkena Ajian ini akan terserap energi kesaktiannya dan akan menjadi lumpuh tak berdaya meskipun dia memiliki banyak ilmu kesaktian.


Selain dikenal memiliki kekuatan yang dahsyat, Ajian Waringin Sungsang juga memiliki nilai falsafah yang dalam. Waringin Sungsang artinya pohon beringin terbalik sebagai simbol yang tertinggi menjadi yang terendah, yang paling atas menjadi paling bawah, yang kuat menjadi lemah, Gusti (Raja) menjadi Kawulo.

Dalam lakon pewayangan, konsep Gusti menjadi Kawulo menjadi bagian dari perjalanan lakon hidup. Gusti maupun Kawulo adalah sebutan. Sebutan tidak memiliki makna karena bukan pada sebutan kualitas keberadaannya, sebab kapan saja seseorang bisa berganti sebutan.

Banyak laku batin yang di awali dengan konsep Gusti menjadi Kawulo yang hanya mengenal kewajiban dan melenyapkan hak-haknya. Ini dilakukan karena prinsip kesejatian yang senantiasa kosong, yaitu ada didunia tetapi tidak terbawa dunia.

Kesejatian bukan terletak pada sebutan sebagai Gusti maupun sebutan sebagai Kawulo. Sebutan dan atribut adalah proses pencitraan dari dunia. Yang lebih penting adalah menjaga diri dan mengendalikan keinginan-keinginan duniawi agar bisa terlepas dari belenggu dunia.

Salah satu caranya adalah dengan konsep Waringin Sungsang, Gusti menjadi Kawulo, dimulai menjadi hina, majikan menjadi pelayan, pemilik menjadi tidak memiliki, kaya tetapi miskin, miskin tetapi dikayakan, raja sekaligus hamba, tertinggi tetapi terendah.

Itulah inti dari kekuatan Waringin Sungsang, sehingga hanya orang yang sudah manunggal atau menyatu kehendak lahir dan kehendak batinnya saja yang dapat menguasai Ajian ini dengan sempurna.


Ajian Waringin Sungsang bisa melumpuhkan musuh dari jarak jauh maupun  dekat. Ajian ini juga sangat dasyat jika digunakan dalam pertarungan langsung dan bisa melumpuhkan musuh hanya dengan sekali hentakan kaki ke bumi.

Mantra Ajian Waringin Sungsang:

“Niat isun amatek Ajiku Waringin Sungsang wayahipun tumuruna ngaubi awak mami tur tinuting bala, pinacak suji kembar, pipitu jajar maripit, asri yen siyang, angker kalane wengi.
Duk samana akempal kumpuling rasa, netraku dadi dingin, netra ningsun emas, puputihe mutyara, ireng-ireng wesi manik, ceploking netra, waliker uda ratih.
Idep ingsun kekencang bang ruruwitan, alisku sarpa mandi, kiwa tengen pisan, cupakku surya kembar, kedepku pan kilat tatit, kang munggeng sirah, wesi kekenten adi.
Jembut kawat sinomku pamor anglayap, batuk sela cendani, kupingku salaka, pilingan ingsun gangsa, irungku wesi duaji, pasu kulewang, pipiku wesi kuning.
Watu item lungguhe ing janggut ingwang, untuku rajeg wesi, lidah wesi abang, aran wesi mangangkang, iduku tawa sakalir, lambeku iya, sela matangkep kalih.
Guluningsun paron wesi galigiran, jaja wesi sadacin, pundak wesi akas, walikat wesi ambal, salangku wesi walulin, bauku denda, sikutku pukul wesi.
Asta criga epek-epek ingsun cakra, cakar wok jempol kalih, panuduh trisula, panunggulku musala, mamanisku supit wesi, jentikku iya, ingaran Pasopati.
Bebokongku sela ageng kumalasa, akawet wesi gilig, ebol-ingsun karah, luput denda kang tinja balubukan entut mami, uyuhku wedang, dakarku purasani.
Jembut kawat gantunganku wesi mentah walakang wesi gapit, pupu kalataka, sungsum ingsun gagala, ototku gungane wesi ing dalamkan, ingaran kaos wesi.
Sampun pepak sarira-ningsun sadaya, samya pangawak wesi, pan ratuning braja, manjing aneng sarira, tan ana braja ndatengi, dadya wiyana, ayu sarira mami.
Ana kidung sun-angidung bale anyar, tanpa galar asepi, ninis samun samar, patining wuluh kembang, siwur burut tanpa kancing, kayu trisula gagarannya calimprit.
Sumur bandung sisirah talaga mancar, tibeng jaja ajail, dinding endas parah, ulur-ulur liweran, tatambang jaringing maling, dadal dadnya, gagulung ing gagapit.
Naga raja pangawasan manik kembang, kembang gubel abaji, tajem neng kandutan, udune sarwi nungsang, kurangsangan angutipil, angajak-ajak Allah huu Allah”

Sebelum mulai melakukan laku tirakat untuk menguasai Ajian Waringin Sungsang, Mantra tersebut harus dihafalkan dulu sampai benar-benar hafal diluar kepala.

Laku tirakat Ajian Waringin Sungsang:

1. Mandi keramas dengan air kembang setaman (kembang 7 rupa).

2. Usahakan meminta doa restu orang tua.

3. Lakukan puasa putih selama 21 hari 21 malam.

4. setelah selesai melakukan puasa mutih, akhiri dengan puasa pati geni sehari semalam.

Selama melakukan puasa tidak diperbolehkan bicara berlebihan dengan banyak orang. Lebih bagus lagi jika tidak bicara karena mantra Ajian Waringin Sungsang harus terus dibaca sebanyak-banyaknya selama berpuasa sampai selesai.

Cara menggunakan Ajian Waringin Sungsang:

Untuk mengunakan kekuatan Ajian Waringin Sungsang cukup dengan membaca mantranya satu kali saat akan menghadapi musuh atau pada saat diperlukan kemudian hentakkan kaki ke tanah.

Biasanya jika sudah berhasil menguasai Ajian Waringin Sungsang akan ada khodam yang selalu mendampingi dan akan mengajarkan tata cara untuk mendaya gunakan kekuatan Ajian Waringin Sungsang dengan lebih rinci, baik melalui mimpi, firasat atau bahkan menemuai secara langsung ketika bersemedi atau meditasi.


Demikian sedikit informasi tentang cara mengamalkan Ajian Waringin Sungsang yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar dunia spiritual dan supranatural, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Mantra ajian Waringin Sungsang dan laku tirakatnya"

Untuk Pemesanan Benda Pusaka, Call/Sms: 0858-7027-7889 atau Chat via WA: