Advertisement

Keris Jalak Ngore Pamor Beras Wutah

Dhapur: Jalak Ngore
Pamor: Beras Wutah/Wos Wutah
Tangguh: Cirebon Sepuh
Panjang Bilah: 35,5 Cm
Keterangan: Tersedia

Harta Langit - Keris Jalak Ngore adalah salah satu dhapur Keris lurus dengan ukuran panjang bilah sedang. Ricikan pada Keris ini, antara lain: gandhik lugas, pejetan, tikel alis, sraweyan dan greneng. Secara umum Keris Jalak Ngore merupakan simbolisasi dari pencapaian kebahagiaan dan harapan agar terbebas dari segala permasalahan hidup yang terkait dengan materi.

Menurut masyarakat Jawa: "Kukila Tumraping tiyang Jawi mujudaken simbul panglipur, saget andayani remening penggalih, satemah saget ngicalaken raos bebeg sengkeling penggalih. Candrapasemonanipun: Pindha keblaking suwiwi kukila ingkang tansah ngawe-ngawe ngupoyo boga, kinaryo anyekapi ing bab kabetahanipun. Dumateng tuk sumberipun utawi asal-usulipun, inggih punika wangsul dateng susuhipun ambekta kabetahaning gesangipun".

Artinya: "Bagi orang Jawa, burung merupakan simbol pelipur duka, memberikan rasa senang dihati, menghilangkan rasa kejengkelan hati. Sedangkan gambaran sosoknya, dimana kepakan sayapnya melambai-lambai, sambil mengepakkan sayap bersuara dengan keras (Ngore), merupakan usaha dalam mencari pangan (nafkah) untuk memenuhi kebutuhan. Burung yang telah mendapatkan pangan kemudian pulang kembali ke sarangnya (Rumah dan Keluarganya)".

Jalak merupakan burung yang banyak dipelihara oleh masyarkat Jawa sebagai klangenan selain burung Perkutut. Burung ini memiliki kepekaan yang sangat tinggi terhadap lingkungannya dan sesuatu yang asing disekitarnya (selalu waspada).

Dalam mencari makan, burung Jalak juga memiliki sifat saling menguntungkan (tidak merugikan pihak lain), contohnya ketika memakan kutu di punggung kerbau, maka kerbau yang dihinggapi dan dimakan kutunya akan merasa senang karena kutu-kutu dikulitnya yang merupakan parasit akan di ambil dan dimakan oleh burung Jalak. Disisi lain, Jalak merupakan burung yang sangat setia terhadap pasangannya.

Kata "Ngore" juga bisa berasal dari kata "Ngudhar" yang berarti mengurai. Ngore mempunyai makna aktif bergerak untuk melepaskan dari kesulitan/keruwetan dari setiap permasalahan secara teliti dan bertahap. Hal ini Juga berorientasi pada ketekunan atau keuletan.

Keris Jalak Ngore merupakan pesan atau ajaran dalam menjalani hidup. Jalani hidup dengan hati yang senang dan lapang seperti gambaran burung Jalak yang sedang Ngore. Utamakan perbuatan yang baik (dadya laku utama), selalu menjaga ketakwaan kepada TUHAN dan hubungan kepada keluarga, masyarakat serta lingkungannya (eling lan waspada).

Dalam bekerja untuk mencari nafkah hendaknya selalu berlaku jujur dan tidak merugikan orang lain. Setiap permasalahan/usaha harus dievaluasi secara teliti dan tekun (sopo sing temen bakal tinemu, sopo sing tatag lan teteg bakal tutug).

Setiap permasalahan harus dihadapi dengan mengedepankan hati dan pikiran, bukan nafsu dan emosi. Demikian pula pada piwulang "alon-alon waton kelakon, gliyak-gliyuk waton tumindak". Artinya:"meskipun pelan-pelan yang penting mendapatkan hasil, walaupun tertatih-tatih tapi melakukan/bertindak".

Untuk mencapai tujuan atau cita-cita diperlukan kesungguhan, ketekunan, kewaspadaan dan kesabaran. Tidak ada orang yang sukses/kaya mendadak tanpa usaha, semua harus dirintis dari bawah.

Tuah Keris Jalak Ngore:

Tuah Keris Jalak Ngore adalah untuk kelancaran rejeki dan membantu pemiliknya untuk meraih cita-cita atau tujuan hidupnya. Selain itu juga untuk membantu pemiliknya terlepas dari segala permasalahan hidup, terutama yang berkaitan dengan masalah materi.

Pamor Beras Wutah

Pamor Beras Wutah/Wos Wutah artinya beras tumpah yang mewakili ungkapan "Gemah ripah loh jinawi" (tenteram, makmur, dengan kekayan alam yang berlimpah).

Pada jaman dahulu, kemakmuran ditandai dengan hasil panen yang berlimpah. Hal itulah yang kemudian mengilhami para Empu untuk memberi nama Beras Wutah/Wos Wutah pada Pamor Keris buatannya sebagai sibolisasi kemakmuran atau rejeki yang melimpah.

Pamor Beras Wutah merupakan salah satu jenis pamor Keris yang paling banyak dibuat sehingga menjadi salah satu jenis pamor yang paling banyak dijumpai terdapat pada sebilah Keris. Secara fisik, bentuk pamor Beras Wutah/Wos Wutah menyerupai motif butiran beras yang tumpah dan merupakan pamor tiban yang terbentuk dari proses penempaan.

Secara spiritual, dalam proses pembuatan sebilah Keris sang Empu akan melakukan ritual khusus atau tirakat yang intinya adalah sebuah bentuk permohonan/do'a kepada YANG MAHA KUASA dan menyerahkan hasil dari tempaannya dalam bentuk pamor pada kehendak TUHAN secara ikhlas.
Secara filosofis, Beras Wutah/Wos Wutah menggambarkan harapan dan keinginan dari Empu pembuat Keris, sehingga Beras Wutah sering dihubungkan dengan keinginan untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah, atau kehidupan yang lebih makmur.

Tuah Pamor Beras Wutah:

Pamor Beras Wutah dipercaya memiliki tuah untuk kerejekian dan kemakmuran.

Baca juga:




Demikian sedikit informasi tentang filosofi dan tuah Keris Jalak Ngore Pamor Beras Wutah. Untuk informasi lain seputar benda-benda pusaka, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

0 Response to "Keris Jalak Ngore Pamor Beras Wutah"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Untuk Pemesanan Benda Pusaka, Call/Sms: 0858-7027-7889 atau Chat via WA: