Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Advertisement

Filosofi Dan Tuah Perkutut Katuranggan Songgo Buwono

gambar perkutut songgo buwono
Perkutut Katuranggan Songgo Buwono

Hartalangit.com - Membahas tentang Perkutut katuranggan memang tidak ada habisnya karena ada banyak sekali jenis katuranggan burung Perkutut lokal yang masing-masing dipercaya memiliki filosofi dan tuah yang berbeda-beda, ada yang dipercaya baik untuk dipelihara dan ada juga yang di anggap tidak baik untuk dipelihara.


Masing-masing katuranggan burung Perkutut memiliki ciri-ciri tersendiri, bisa berupa kelainan pada fisiknya yang berbeda dengan Perkutut pada umumnya, seperti pada warna bulunya, jumlah bulu ekor, bentuk sisik kaki atau ciri-ciri fisik lainnya, dan ada juga yang dilihat dari perilakunya seperti misalnya Perkutut katuranggan Jogo Boyo yang memiliki kebiasaan selalu tidur didasar sangkar, Perkutut katuranggan Sri Tumpuk yang kotorannya menumpuk di satu tempat, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang Perkutut katuranggan Songgo Buwono yang memiliki ciri-ciri terdapat sehelai bulu berwarna putih dibagian punggungnya. Bulu putih ini akan tetap tumbuh meskipun sudah dicabut atau setelah proses mabung/ngurak.

Jadi jika bulu putih tersebut setelah dicabut atau setelah mabung tumbuhnya berupa bulu normal (coklat lurik) berarti bulu yang berwarna putih tersebut adalah palsu atau semiran.

Filosofi Perkutut Katuranggan Songgo Buwono:

“Songgo” artinya menyangga atau menopang, sedangkan “Buwono” artinya dunia/alam semesta. Jadi Songgo Buwono bisa di artikan “Menyangga/menopang alam semesta”.

Sebuah nama yang besar tentunya untuk seekor burung. Tapi nama tersebut hanya sebuah kiasan yang menjadi pesan untuk kita sebagai Manusia yang ditugaskan menjadi Khalifah di Bumi agar selalu menjaga alam semesta supaya tetap lestari sampai anak cucu kita.


Dengan menjaga dan melestarikan alam beserta isinya maka kita telah ikut berpartisipasi dalam menjaga kelangsungan Bumi dan hidup kita sendiri, karena jika kita bersahabat dengan alam, maka alam juga akan mengayomi kita, menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman untuk Manusia dan semua mahluk yang hidup didalamnya.

Tuah Perkutut Katuranggan Songgo Buwono:

Pemilik Perkutut Songgo Buwono diharapkan bisa selaras dengan filosofi dari katuranggan tersebut, yaitu menjadi seorang pengayom bagi lingkungan dan sesama sehingga tuah dari Perkutut katuranggan Songgo Buwono juga dapat dirasakannya, yaitu tuah perlindungan, pengayoman, dan ketentraman hidup.


Demikian sedikit informasi tentang ciri-ciri, mitos, filosofi dan tuah Perkutut katuranggan Songgo Buwono yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar Perkutut katuranggan, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Tonton juga videonya:

Ciri, mitos & tuah Perkutut Songgo Buwono - Harta Langit Channel

Dukung Harta Langit Channel dengan cara like, subscribe, komen dan share video ini agar kami dapat terus berkarya untuk mengenalkan dan melestarikan warisan budaya leluhur kita.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Filosofi Dan Tuah Perkutut Katuranggan Songgo Buwono"

Untuk Pemesanan Benda Pusaka, Call/Sms: 0858-7027-7889 atau Chat via WA: