Advertisement

Nama-nama dhapur Keris lurus dan luk

gambar keris lurus dan luk
Keris lurus & Keris luk
Hartalangit.com - Ada banyak sekali nama Dhapur Keris yang ada dalam pakem perkerisan, dari Dhapur Keris lurus sampai yang berlekuk (luk), mulai dari Keris luk 3 sampai Keris Kolowijan luk 29 yang jika di total keseluruhannya bisa mencapai ribuan Dhapur.

Nama-nama Dhapur Keris yang benar sesuai yang tercantum dalam arsip Kraton dalam buku yang bernama Serat Centini Bab II yang ditulis oleh salah seorang pujangga yang bernama R.Ngabehi Ronggowarsito pada tahun 1675 menyebutkan bahwa Keris yang ada di Nusantara ini sangat banyak jumlah dan jenisnya, masing-masing memiliki nama yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya, bahkan kadang penamaannya di satu daerah dengan daerah lain bisa berbeda untuk satu jenis Dhapur Keris yang sama.

Nama-nama Keris tersebut memiliki beberapa tingkatan antara lain Keris yang dibuat pada masa sebelum abad ke-10 yang diberi gelar Sang, Keris yang dipakai sebagai pusaka Kraton diberi gelar Kanjeng Kyai, Keris yang dipakai oleh masyarakat umum diberi gelar Kyai dan Keris yang dibuat oleh seorang Empu dan bukan dari idenya sendiri tapi dari ide Empu sebelumnya diberi gelar Dhapur.

Jenis Keris juga bermacam-macam, ada yang lurus dan ada yang berlekuk (luk). Untuk yang Luk (Istilah keris berlekuk) mulai dari luk 3 sampai luk 29.

Untuk bisa mengetahui berbagai nama Dhapur Keris kita harus mengetahui dahulu ricikan-ricikan atau ornamen yang terdapat pada sebilah Keris, karena semua jenis Keris pasti memiliki ricikan sebagai dasar untuk menentukan nama Dhapurnya.

Baca juga: Nama-nama pamor Keris lengkap dengan gambar dan penjelasan tentang tuahnya

Berikut ini beberapa contoh nama Dhapur Keris beserta ricikannya:

• Dhapur Tilam Upih

Adalah salah satu Keris lurus dengan ricikan antara lain: gandhik polos, pijetan dan tikel alis.

• Dhapur Pudhak Jangkung

Adalah Keris luk tiga dengan ricikan antara lain: kembang kacang, jenggot, jalen, lambe gajah satu, sogokan rangkap, tikel alis, sraweyan, greneng dan pudhak sategal.

• Dhapur Pandhowo Cinarito

Adalah Keris luk 5 dengan ricikan antara lain: kembang kacang, jalen, lambe gajah dua, sogokan rangkap, tikel alis, sraweyan dan greneng.

• Dhapur Carubuk

Adalah Keris luk 7 dengan ricikan antara lain: kembang kacang, jalen, lambe gajah, pejetan, sraweyan dan greneng.

• Dhapur Sempono

Adalah Keris luk 9 dengan ricikan antara lain: kembang kacang, jalen, lambe gajah dan pejetan.

• Dhapur Sabuk Inten

dalah Keris luk 11 dengan ricikan antara lain: kembang kacang, jalen, lambe gajah satu, sogokan rangkap, tikel alis, sraweyan dan greneng.

• Dhapur Sengkelat

Adalah Keris luk 13 dengan ricikan antara lain: kembang kacang, jalen, lambe gajah satu, sogokan rangkap, tikel alis, sraweyan dan greneng.

Contoh Dhapur-Dhapur Keris diatas memberikan tanda bahwa detail ricikan dari sebilah Keris itu berbeda-beda antara satu dengan lainnya.

Dhapur untuk Keris lurus ada sekitar 440 buah, dan untuk Dhapur Keris luk bisa ribuan jenisnya mulai dari Keris luk 3, luk 5, luk 7, luk 9, luk 11, luk 13, luk 15, luk 17, luk 19, luk 21, luk 23, luk 25, luk 27, dan luk 29.

Jadi dalam menentukan nama dari sebilah Keris kita harus sangat hati-hati, tidak perlu bingung atau tergesa-gesa karena nama-nama Dhapur Keris sudah banyak ditulis pada buku-buku Keris atau artikel-artikel tentang Keris. Dengan mengetahui nama Dhapur sebilah Keris, kita dapat memprediksi apa sebetulnya maksud dan tujuan Keris tersebut dipesan atau dibuat.

Dari sekian banyak dhapur Keris yang ada, kemudian bisa dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu Keris lurus dan Keris luk (berlekuk).

Baca juga: Nama-nama ricikan atau bagian-bagian Keris

Dhapur Keris lurus antara lain:

- Betok

- Brojol

- Tilam Upih atau Tilam Petak

- Jalak

- Panji Nom

- Jaka Upa atau Jaga Upa

- Semar Betak

- Regol

- Karna Tinanding

- Kebo Teki

- Kebo Lajer

- Jalak Nguwuh atau Jalak Ruwuh

- Sempaner atau Sempana Bener

- Jamang Murub

- Tumenggung

- Patrem

- Sinom Worawari

- Condong Campur

- Kalamisani

- Pasopati

- Jalak Dinding

- Jalak Sumelang Gandring

- Jalak Ngucup Madu

- Jalak Sangu Tumpeng

- Jalak Ngore

- Mundarang atau Mendarang

- Yuyurumpung

- Mesem

- Semar Tinandu

- Ron Teki atau Roning Teki

- Dungkul

- Kelap Lintah

- Sujen Ampel

- Lar Ngatap atau Lar Ngantap

- Mayat atau Mayat (Miring)

- Kanda Basuki

- Putut dan Putut Kembar

- Mangkurat

- Sinom

- Kala Muyeng atau Kala Munyeng

- Pinarak

- Tilam Sari

- Jalak Tilam Sari

- Wora-wari

- Marak

- Damar Murub atau Urubing Dilah

- Jaka Lola

- Sepang

- Cundrik

- Cengkrong

- Naga Pasa atau Naga Tapa

- Jalak Ngoceh

- Kala Nadah

- Balebang

- Pudak Sategal

- Kala Dite

- Pandan Sarawa

- Jalak Barong atau Jalak Makara

- Bango Dolog Leres

- Singa Barong Leres

- Kikik

- Mahesa Kantong

- Maraseba.

Dhapur Keris luk 3 antara lain:

- Jangkung Pacar

- Jangkung Mangkurat

- Mahesa Nempuh

- Mahesa Soka

- Segara Winotan atau Jaladri Winotan

- Jangkung

- Campur Bawur

- Tebu Sauyun

- Bango Dolog

- Lar Monga atau Manglar Monga

- Pudak Sategal Luk 3

- Singa Barong Luk 3

- Kikik luk 3

- Mayat

- Jangkung

- Wuwung

- Mahesa Nabrang

- Anggrek Sumelang Gandring

Dhapur Keris luk 5 antara lain:

- Pandawa

- Pandawa Cinarita

- Pulanggeni

- Anoman

- Kebo Dengen atau Mahesa Dengen

- Pandawa Lare

- Pundak Sategal Luk 5

- Urap-urap

- Nagasalira atau Naga Sarira

- Naga Siluman

- Bakung

- Rara Siduwa/Lara Siduwa/Rara Sidupa

- Kikik Luk 5

- Kebo Dengen

- Kala Nadah Luk 5

- Singa Barong Luk 5

- Pandawa Ulap

- Sinarasah

- Pandawa Pudak Sategal

Dhapur Keris luk 7 antara lain:

- Crubuk atau Carubuk

- Sempana Bungkem

- Balebang Luk 7

- Murna Malela

- Naga Keras

- Sempana Panjul/Sempana Manyul

- Jaran Guyang

- Singa Barong Luk 7

- Megantara

- Carita Kasapta

- Naga Kikik luk 7

Dhapur Keris luk 9 antara lain:

- Sempana

- Kidang Soka

- Carang Soka

- Kidang Mas

- Panji Sekar

- Jurudeh

- Paniwen

- Panimbal

- Sempana Kalentang

- Jaruman

- Sabuk Tampar

- Singa Barong Luk 9

- Buta Ijo

- Carita Kanawa Luk 9

- Kidang Milar

- Klika Benda

Dhapur Keris luk 11 antara lain:

- Carita

- Carita Daleman

- Carita Keprabon

- Carita Bungkem

- Carita Gandu

- Carita Prasaja

- Carita Genengan

- Sabuk Tali

- Jaka Wuru

- Balebang Luk 11

- Sempana Luk 11

- Santan

- Singa Barong Luk 11

- Naga Siluman Luk 11

- Sabuk Inten

- Jaka Rumeksa atau Jaga Rumeksa

Dhapur Keris luk 13 antara lain:

- Sengkelat

- Parung Sari

- Caluring

- Johan Mangan Kala

- Kantar

- Sepokal

- Lo Gandu/Lung Gandu

- Naga Sasra

- Singa Barong Luk 13

- Carita Luk 13

- Naga Siluman Luk 13

- Mangku Negoro

- Bima Kurda Luk 13

- Karawelang Luk 13/Kala Welang

- Bima Kurda Luk 13

- Naga Siluman Luk 13

Dhapur Keris luk 15 antara lain:

- Carang Buntala

- Sedet

- Raga Wilah

- Raga Pasung

- Mahesa Nabrang/Kebo Nabrang

- Carita Buntala Luk 15

Dhapur Keris luk 17 antara lain:

- Carita Kalentang

- Sepokal Luk 17

- Lancingan/Kancingan/Cancingan

- Ngamper Buta

Dhapur Keris luk 19 antara lain:

- Tri Murda

- Karacan

- Bima Kurda Luk 19

Dhapur Keris luk 21 antara lain:

- Kala Tinanding

- Tri Sirah

- Drajid

Dhapur Keris luk 25:

- Bima Kurda Luk 25

Dhapur Keris luk 27:

- Taga Wirun

Dhapur Keris luk 29:

- Kala Bendu Luk 29

Di Pulau Jawa, Keris yang jumlah luknya 15 atau lebih digolongkan sebagai Keris Kalawijan atau Palawijan. Dahulu, Keris Kalawijan diberikan pada orang-orang yang berbeda dengan orang-orang kebanyakan, yaitu orang yang eksentrik, yang terlalu pintar, yang punya kelebihan, atau bahkan yang punya kekurangan.

Untuk bisa membedakan Dhapur Keris yang satu dengan lainnya, terlebih dulu kita perlu memahami berbagai komponen atau ricikan-ricikan Keris, karena tanpa memahaminya benar mengenai ricikan Keris, maka kita akan kesulitan dalam menentukan nama Dhapur dari sebilah Keris.

Dhapur Keris dan kekuatan simboliknya:

Masyarakat Jawa menafsirkan bentuk dari bilah Keris bukan sekedar untuk memberikan sajian tentang kekuatan (fisik) dan keindahan (artistik) belaka. Pada bagian-bagian simboliknya juga mengandung makna-makna yang mendalam, dengan pesan-pesan moral dan etika tertentu.

Sebagian masyarakat Jawa memiliki keyakinan, justru dengan kandungan yang maknawiyah tersebut maka Keris memiliki nilai-nilai pedagogis, dan secara terus menerus dianggap akan memiliki relevansi untuk diwariskan kepada generasi yang akan datang, meski Keris tidak lagi menjadi senjata utama yang diperlukan didalam kehidupan sehari-hari.

Makna yang mendalam dan pesan-pesan moral serta etika tersebut dianggap sebagai suatu bagian dari pemikiran orang Jawa terhadap kebudayaannya yang dahulu merupakan bagian dari wacana kebudayaan yang dikembangkan oleh para Waliyullah di tanah Jawa, terutama oleh Sunan Kalijaga di Kadilangu.

Mengenai bentuk Keris beserta tafsir kultural terhadap makna simboliknya, pada masa-masa yang selanjutnya kemudian menjadi bagian dari pengajaran tentang dunia Perkerisan yang sejak jaman Mataram selalu di ajarkan kepada masyarakat oleh para pujangga atau lurahing Empu, termasuk di antaranya para tokoh seperti Ki Nom Mataram, Pangeran Wijil-II di Kartasura, dan oleh tim Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang dipimpin oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom, Hamengkunagara-III (Susuhunan Pakoe Boewana V) sebagaimana dituliskan sebagai salah satu bahan pembahasan didalam Suluk Tambangraras atau Serat Centhini.

Unsur-unsur yang melekat dan bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan Keris, di candra dan ditafsirkan melalui kandungan pesan-pesannya yang bernuansa Moral dan Etik yang kuat, terutama didalam kaitannya dengan kesinambungan wilayah kehidupan mikrokosmos (jagad kecil) dan makrokosmos (jagad besar) atau Manunggaling Kawulo lan Gusti.

Baca juga: Ciri-ciri Keris menurut tangguhnya

Demikian sedikit informasi tentang nama-nama Dhapur Keris lurus dan luk yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar benda-benda pusaka, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Nama-nama dhapur Keris lurus dan luk"

UNTUK PEMESANAN BENDA PUSAKA: