Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Advertisement

Ciri-ciri Keris menurut tangguhnya

keris pendhowo tangguh majapahit
Ilustrasi Keris Majapahit

Hartalangit.com - Tangguh adalah perkirakan jaman pembuatan sebilah Keris. Cara memperkirakan tangguh sebilah Keris yaitu dengan meneliti ciri khas atau gaya pada rancang bangun Keris, jenis material logam Keris dan juga pamornya.

Setiap Kerajaan pada masa lalu memiliki Keris dengan gaya dan langgam tersendiri. Artinya pada jaman Kerajaan Majapahit Keris-Kerisnya memiliki beberapa ciri gaya atau langgam yang seragam, begitu juga pada jaman Kerajaan Mataram dan seterusnya sampai jaman Kerajaan Surakarta Hadiningrat diyakini memiliki Keris dengan gayanya masing-masing.

Baca juga: Pusaka-pusaka ampuh peninggalan Kerajaan Majapahit

Berikut ini ciri-ciri Keris menurut tangguhnya:

• Singosari

Teknik tempa dari besi yang digunakan yaitu dengan spasi, lebar, dan kasar, gandiknya agak tinggi dan tidak terlalu miring, pasikutannya tergolong kaku, sirah cecak berbentuk lonjong memanjang, bilahnya berukuran agak panjang dan ujungnya tergolong tumpul, ujung gonjo biasanya menyudut.
Besi berwarna abu-abu kehitaman.
Pamor lumer dan pandes.

• Jenggala

Gonjo pendek dan tinggi, wadidangnya tegak, odo-odo seperti punggung sapi dan sogokan tanpa pamor.
Besi padat, halus dan hitam pekat.
Pamor seperti rambut putih.

• Kediri

Tempaan besi dengan spasi rapat, pasikutannya kaku dan wingit, sor-soran yang gemuk, gonjo tinggi dan bagian bawahnya tapak, hampir mirip dengan bentuk Keris tangguh jenggala. Apabila disentil akan berbunyi dentingan karena tempaan besi yang matang, gandiknya agak condong atau miring, lekukan Keris yang terkesan lurus tanpa rengkol.
Besi yang digunakan berwarna abu-abu kehitaman.
Pamornya lumer pandes dan suram.

• Pajajaran

Gonjo ambatok mengkurep, berbulu lembut, sirah cecak panjang, bentuk bilah ramping, blumbangan atau pejetan lebar, sogokan agak lebar dan pendek.
Besi berserat dan kering.
Pamor seperti lemak/gajih.

• Segaluh

Memiliki pasikutan kaku tetapi luruh dengan panjang bilah sedang tapi ada pula yang pendek, gandiknya maju kedepan (nonong) sehingga gonjonya selalu panjang.
Besinya berkesan kering dan berwarna hitam pucat kehijauan.
Pamornya kelem.

• Majapahit

Pasikutan Keris tampak wingit, bentuk bilahnya agak kecil/ramping, gonjo sebit rontal kecil dan luwes, sirah cecak pendek dan meruncing, odo-odo tajam.
Besi ringan dan hitam kebiruan atau ungu.
Pamor mrambut berserat namun nyeprit (sedikit).

• Pengging

Pasikutannya sedang dan ramping dengan tantingan ringan, luknya rengkol sekali atau cukup bergelombang, gulu melednya panjang, bilannya kecil dan panjang dengan ujung yang runcing.
Besinya berwarna hitam.
Pamornya lumer dan pandes.

• Sedayu

Pasikutannya demes, serasi dan harmonis. Panjang bilahnya sedang, berkesan ramping dan luk-nya juga luwes, menggunakan gonjo wuwung dengan gulu meled berukuran sedang, letak bilah pada gonjo agak tunduk, sogokannya melengkung menyerupai paruh burung dan agak runcing di ujungnya.
Besinya tahan karat dan matang tempaan, berkesan basah dan hitam kebiruan.
Pamornya lumer dan pandes.

• Sendang

Bilah Keris agak pendek, ramping, dan kecil, proses tempaan besi terbilang matang sehingga memiliki kualitas yang cukup bagus, luknya terbilang rengkol. Ciri lain yang menonjol dan mirip dengan Keris sedayu yaitu menggunakan gonjo wuwung atau datar dengan gulu meled berukuran sedang, tapi pasikutannya kurang harmonis dan serasi.
Besi yang digunakan berwarna hitam dan berkesan basah.
Pamornya kurang padat, seolah mengambang.

• Tuban

Umumnya berdhapur lurus tanpa luk, bilahnya besar dan tipis atau pipih dengan tempaan yang matang, tantingannya terbilang ringan dan akan berbunyi dentingan nyaring bila disentil dengan jari.
Pamor atau warna besi dari Keris Tuban terdiri dari tiga warna, yaitu: hitam, putih keruh, dan putih mengkilat.

• Bali

Pasikutannya tampak wingit karena biasanya juga digunakan untuk upacara adat. Ukuran keris Bali rata-rata lebih besar dari Keris Jawa dengan hiasan yang lebih artistik karena dicampur dengan ornament khas Bali. Panjang bilahnya kurang lebih 40 - 45 cm.
Kesan besi yang digunakan berkilau atau mengkilat.
Pamornya tergolong besar dan halus.

• Madura sepuh

Gonjo lebih pendek dari Keris jawa lainnya, bentuknya sebit ron tal dengan sirah cecak yang pendek, pasikutannya seimbang dan harmonis sehingga terlihat menyenangkan. Uniknya, panjang bilah dari Keris Madura tua tidak bisa ditentukan karena terkadang bilahnya panjang, terkadang sedang, dan bisa juga pendek.
Besi yang digunakan berwarna hitam pucat dan terkesan kering.
Pamornya nyekrak dan kasar.

• Blambangan

Gonjo sebit rontal, gandhik agak pendek dan miring (doyong), sogokan pendek dangkal (cekak), Kerisnya luwes walaupun luknya tidak begitu rengkol.
Kesan besi: keputih-putihan, padat, berkesan basah, diraba keras.
Pamor: Miring dan luwes (pengaruh dari Majapahit).

• Demak

Pasikutannya wingit, gonjonya rata, gulu meled dan sirah cecak yang kecil dan menguncup, bilah agak membungkuk dan berukuran sedang, sogokan yang terbilang panjang, gandiknya sedang dan tegak lurus.
Besi yang dipakai berwarna hitam kebiruan.
Motif pamor yang digunakan kebanyakan Beras Utah dan Wiji Timun.

• Pajang

Keris Pajang umumnya terlihat gagah dengan bilah yang panjang berukuran kurang lebih 40 cm. Pasikutannya tampak gagah, bhirawa, dan sangar mewakili latar belakang orang-orang Pajang yang berani dan kuat. Gonjonya terbilang tipis dan nyebit rontal dengan sirah cecak lancip. Bilahnya tergolong tipis dan lebar, sehingga sogokannya juga lebar. Luknya tidak begitu rengkol dengan kembang kacang nggelung wayang.
Pamornya lebar dan pandes.

• Mataram

Bentuk gonjo seperti cecak menangkap mangsa, kembang kacang seperti gelung wayang dan bagian atas puyuhan timbul/menyembul (ujung sogokan).
Pamor tampak kokoh.

• Kartasura

Tantingannya agak berat, bilah lebih gemuk, gonjo berkepala cecak yang meruncing.
Besi agak kasar.

• Surakarta

Bentuk bilah seperti daun singkong, puyuhan meruncing, gulu meled pada gonjo pendek, odo-odo dan bagian lainnya tampak manis dan luwes.
Besi halus.
Pamor menyebar.

• Yogyakarta

Gonjo menggantung.
Besi halus dan berat.
Pamor menyebar penuh pada seluruh bagian bilah.

Ciri khas tangguh Keris terletak pada segi garap dan kualitas besinya, karena kualitas besi merupakan ciri khas yang paling menonjol, sesuai dengan tingkat sistem pengolahan besi pada zaman Keris itu dibuat. Selain itu juga penggunaan bahan pamor yang mempunyai tahapan-tahapan juga.

Baca juga: Jenis-jenis besi bertuah untuk bahan pembuatan Keris pusaka

Bahan pamor yang tadinya menggunakan batu meteor atau batu bintang yang dihancurkan dengan menumbuknya hingga menjadi seperti tepung. Kemudian pada perkembangannya kita mengenal titanium, yaitu sejenis logam yang warnanya keputihan seperti perak. Titanium juga bisa dipergunakan sebagai bahan pamor Keris.

Titanium memiliki sifat yang keras dan tidak dapat berkarat, sehingga sangat bagus digunakan sebagai bahan pamor Keris dan Tosan Aji lainnya. Sesuai dengan asalnya di Prambanan, maka pamor meteorit tersebut dinamakan pamor Prambanan.

Keris dengan pamor meteor Prambanan dapat dipastikan jika Keris tersebut termasuk tangguh Nom karena diketemukannya bahan pamor Prambanan tersebut pada jaman Kerajaan Mataram Kartasura (1680-1744).

Baca juga: Kelebihan Keris dengan pamor meteor

Demikian sedikit informasi tentang ciri-ciri Keris menurut tangguhnya yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar benda-benda pusaka, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Ciri-ciri Keris menurut tangguhnya"

Untuk Pemesanan Benda Pusaka, Call/Sms: 0858-7027-7889 atau Chat via WA: