Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Advertisement

Bahan-bahan Pamor Keris

pamor keris
   Keris Sabuk Inten

Hartalangit.com - Pamor adalah motif atau gambaran yang terdapat pada bilah Keris, Tombak, dan Tosan Aji lainnya. Selain untuk memperindah bilah, Pamor juga memiliki makna tertentu dan juga merupakan perlambang tuah dari sebilah Keris atau jenis Tosan Aji lainnya.

Ada empat macam bahan Pamor yang sering digunakan dalam pembuatan Keris dan Tosan Aji lainnya. Dari empat bahan tersebut, tiga di antaranya adalah bahan alami, sedangkan bahan Pamor yang satunya adalah unsur logam nikel yang telah dimurnikan oleh Pabrik dan banyak dipakai untuk bahan pembuatan Pamor Keris-Keris jaman sekarang (Keris baru).

Bahan Pamor yang tertua berasal dari dua atau beberapa senyawa besi yang berbeda. Senyawa besi yang berbeda komposisi unsur-unsurnya tersebut tentunya didapatkan dari daerah yang berbeda pula. Dari bahan Pamor ini, biasanya pamor yang timbul dinamakan Pamor sanak.

Bahan Pamor lainnya adalah batu bintang (batu meteor). Penggunaan batu meteorit sebagai bahan pamor tidak hanya dilakukan oleh para Empu di Pulau Jawa saja, tapi juga didaerah lain di Indonesia. Contohnya Badik batu dan Mandau batu yang dibuat oleh orang Sulawesi dan Kalimantan.

Baca juga: Kelebihan Keris dengan pamor meteor

Di Sulawesi, selain batu bintang (batu meteor), ada juga bahan Pamor lain yang banyak terdapat didaerah Luwu. Bahan Pamor dari Luwu ini kemudian menjadi komoditi dagang antar Pulau, bahkan juga dikenal dan diperdagangkan diluar negeri seperti Singapura, Semenanjung Malaya, dan Thailand. Mereka mengenalnya sebagai Pamor Luwu atau "Bassi Pamoro".

Jenis bahan Pamor yang terakhir adalah nikel. Beberapa puluh tahun yang lalu nikel lebih sering dijumpai masih bercampur dengan unsur logam lainnya, biasanya bercampur dengan besi. Tapi saat ini nikel sudah dapat dibeli dalam bentuk murni yang dijual kiloan.

Dari empat macam bahan Pamor tersebut, batu meteorlah yang memiliki kualitas terbaik, karena bahan tersebut mengandung unsur titanium yang banyak memiliki kelebihan dibandingkan dengan bahan Pamor lainnya.

Bahan Pamor meteorit yang terkenal adalah yang berasal dari daerah Prambanan Jawa Tengah, yang kemudian dinamakan Kanjeng Kyai Pamor dan disimpan dihalaman Kraton Kasunanan Surakarta.

Jenis-jenis Pamor Keris:

Jika ditinjau dari teknik pembuatannya, ada dua jenis Pamor yaitu Pamor Mlumah dan Pamor Miring. Pamor mlumah lebih mudah dibuat dan resiko kegagalnya lebih kecil jika dibandingkan dengan teknik pembuatan Pamor miring. Itulah sebabnya rata-rata nilai mas kawin (harga) Keris berpamor Mlumah lebih rendah dibandingkan Keris yang berpamor Miring.

Jika ditinjau dari proses terbentuknya, motif Pamor pada bilah Keris dibagi dalam dua golongan besar, yaitu Pamor Tiban dan Pamor Rekan.

Yang digolongkan Pamor Tiban adalah jenis motif atau pola gambaran Pamor yang bentuknya tidak direncanakan terlebih dulu oleh Empu pembuatnya. Gambaran motif Pamor yang terjadi bukan karena diatur atau direkayasa oleh sang Empu dan di anggap sebagai anugerah atau pertanda dari Tuhan mengenai tuah dari sebilah Keris.

• Yang termasuk Pamor Tiban, antara lain:

- Pamor Wos Wutah
- Pamor Ngulit Semongko
- Pamor Sumsum Buron
- Pamor Mrutusewu
- PamorTunggak Semi
- Pamor Pedaringan Kebak
- Pamor Pulo Tirto, dan lainnya.

Sedangkan Pamor Rekan adalah Pamor yang motif atau pola gambaran Pamornya telah dirancang atau direkayasa terlebih dahulu oleh Empu pembuatnya.

• Yang termasuk Pamor Rekan, antara lain:

- Pamor Adeg
- Pamor Lar Gangsir
- Pamor Ron Genduru
- Pamor Tambal
- Pamor Blarak Sineret
- Pamor Ri Wader
- Pamor Naga Rangsang
- Pamor Mayang Mekar
- Pamor Wengkon, dan lainnya.

Karena begitu banyaknya nama-nama Pamor, maka untuk membedakan pola satu dengan lainnya, kemudian motif-motif Pamor tersebut diberi nama sesuai dengan kemiripan bentuknya dengan hal-hal yang ada di lingkungan sekitar.

Baca juga: Nama-nama pamor Keris lengkap dengan gambar dan penjelasan tentang tuahnya

Ada dua kebiasaan dalam pemberian nama Pamor di Pulau Jawa, yaitu:

1. Dengan melihat hasil akhir penampilan Pamor yang tampak. Misalnya saja jika gambar Pamor yang tibul mirip dengan motif kulit semangka, maka kemudian disebut Pamor Ngulit Semangka (Ngulsem).

2. Dengan memperkirakan niat awal dari sang Empu ketika membabar Keris. Misalnya saja jika sang Empu berniat membuat pamor Ri Wader, tapi ternyata jadinya mirip dengan gambaran Pamor Mayang Mekar, maka Pamor yang timbul tersebut tetap dinamakan Pamor Ri Wader, tetapi gagal. Karena kegagalan itu, kemudian nama Pamor tersebut ditambah dengan kata "wurung" sehingga menjadi Ri Wader Wurung.

Akan tetapi penamaan dengan cara yang kedua ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang benar-benar memahami tentang teknik pembuatan Pamor saja (Pakar). Bagi orang kebanyakan, yang bukan pakar perkerisan hanya bisa menggunakan cara penamaan Pamor yang pertama.

Hal yang kadang juga membingungkan adalah adanya perpedaan penyebutan nama Pamor. Contohnya:

- Pamor Lawe Setukel juga ada yang menyebutnya Benang Satukel atau Lawe Saukel, atau Benang Saukel.

- Pamor Blarak Sineret juga sering disebut Blarak Gineret, atau Blarak Ngirid.

- Pamor Melati Rinonce juga ada yang menyebut Melati Rinenteng atau Melati Sato-or, dan masih banyak lagi nama-nama Pamor Keris lainya.

- Pamor Sodo Sak Ler juga sering dinamakan Pamor Adeg Siji. Perbedaan nama ini menjadi semakin menyimpang jauh karena nama Sodo Sak Ler kemudian salah pengucapan menjadi Sodo Jaler, dan kemudian menjadi Sodo Lanang.

Baca juga: Filosofi dan tuah pamor Keris Sodo Lanang

Demikian sedikit informasi tentang bahan-bahan Pamor Keris yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar benda-benda pusaka, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Bahan-bahan Pamor Keris"

Untuk Pemesanan Benda Pusaka, Call/Sms: 0858-7027-7889 atau Chat via WA: