Advertisement

Filosofi dan Tuah Keris Parungsari

gambar foto keris parung sari
Keris Parung Sari
Hartalangit.com - Keris Parungsari adalah salah satu dhapur Keris luk 13 dengan ukuran panjang bilah sedang. Permukaan bilahnya ada yang nglimpo dan ada juga yang nggigir sapi karena memakai odo-odo.

Ricikan pada Keris Parungsari, antara lain: kembang kacang (ada yang memakai jenggot dan ada yang tidak), jalen, lambe gajah dua, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan, pejetan dan greneng.

Keris dhapur Parungsari sangat mirip dengan Keris dhapur Sangkelat, yang membedakan keduanya hanya pada lambe gajahnya saja. Keris dhapur Parungsari memiliki dua lambe gajah sedangkan Keris dhapur Sangkelat hanya memiliki satu lambe gajah.

Karena Keris Sengkelat lebih populer, maka banyak orang yang sering keliru menamakan Keris Perungsari dengan Keris Sengkelat, atau mungkin karena kurang teliti dalam mengamati ricikannya.

Baca juga: Filosofi dan tuah Keris Sengkelat

Selain bentuknya yang sangat mirip, kedua Keris ini juga memiliki tuah yang hampir sama, yaitu untuk kewibawaan. Bedanya, tuah Keris Parungsari lebih condong untuk wibawa kasepuhan dan lebih cocok dimiliki oleh orang-orang yang mencari ketenangan hidup karena energi Keris ini bersifat teduh dan lembut.

Sedangkan tuah Keris Sengkelat lebih condong untuk wibawa kepemimpinan dan lebih cocok dimiliki oleh seorang pemimpin yang memerlukan ketegasan dalam memimpin karena rata-rata Keris Sengkelat energinya bersifat keras.

Filosofi Keris Parungsari:

"Parung" dapat diartikan "deretan lereng bukit dan lembah", sedangkan "Sari" dapat diartikan sebagai "bunga". Jadi secara harfiah, Parung Sari dapat diartikan sebagai "hamparan elok bukit dan lembah yang dipenuhi dengan bunga-bunga yang indah". Mungkin itulah pemaknaan paling sederhana dari Parungm Sari.

Keris Parung Sari melambangkan harapan akan kehidupan yang tentram, damai dan indah bagaikan hamparan lembah yang ditumbuhi banyak bunga-bunga. Begitu sejuk, damai, harum dan indah.

Itulah filosofi dari Keris Parung Sari sebagai simbolisasi harapan bagi pemiliknya agar dapat meraih kehidupan seperti makna Parung Sari.

Keris Parungsari juga mengandung pesan tersirat sebagai tuntunan hidup agar kita sebagai Manusia hendaknya memiliki hati yang luas dan mulia (lembah manah) agar dapat mencapai kemuliaan dalam hidup dan pada akhirnya nanti dapat kembali ke lembah nirwana yang penuh dengan bunga-bunga harum dan indah yang merupakan tempat tujuan akhir Manusia.

Tuah Keris Parungsari:

Tuah Keris Parungsari lebih condong untuk kasepuhan dan kewibawaan yang akan membuat pemilik Keris ini memiliki aura kewibawaan dan kharisma yang besar, sehingga akan disegani oleh semua orang serta akan memiliki nama harum di masyarakat.

Keris Parungsari adalah simbolisasi harapan untuk dapat memiliki kehidupan yang tentram dan damai (adem ayem).

Baca juga:

Keris sejatinya adalah media do'a dan harapan dari pemiliknya

Pemahaman tentang tuah pada Keris pusaka

Demikian sedikit informasi tentang filosofi dan tuah Keris Parung Sari yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar benda-benda pusaka, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Filosofi dan Tuah Keris Parungsari"

UNTUK PEMESANAN BENDA PUSAKA: