Advertisement

Semedi adalah Meditasi dalam tradisi kejawen

meditasi dalam tradisi kejawen

Hartalangit.com - Dalam tradisi Meditasi ala Kejawen atau biasa dikenal dengan istilah Semedi, cenderung lebih banyak menggunakan metode Mantra atau Do'a. Dalam filsafat Kejawen, Mantra dipahami sebagai sarana atau alat (senjata) sebagai hasil karya cipta Manusia untuk dipergunakan sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Baca juga: Mengenal ilmu kebatinan Kejawen

Alat (senjata) yang di olah dalam bentuk suara atau kalimat yang memiliki makna sangat mendalam. Karena berfungsi sebagai alat atau media, maka Mantra ini biasanya bersifat netral, artinya baik atau buruknya Mantra bukan berada dalam isi Mantra tersebut melainkan tergantung dari niat orang yang menggunakannya.

Namun demikian sebagaimana sebuah alat, ada yang bisa digunakan untuk kedua-duanya yakni kebaikan dan keburukan. Ada pula yang bisa digunakan untuk sarana kebaikan saja dan juga ada yang hanya untuk keburukan saja. Itulah misteri dari sebuah Mantra.

Sayang sekali karena seringkali ada orang yang menyalah gunakan Mantra yang sejatinya diciptakan untuk tujuan kebaikan justru digunakan untuk mencelakai/merugikan orang lain demi mencari keuntungan pribadi sehingga sering timbul konotasi negatif dari sebuah Mantra.

Sebetulnya jika kita tela'ah, Mantra dapat di ibaratkan sebuah pisau yang bisa disalahgunakan untuk melukai orang, padahal tujuan awal diciptakannya pisau adalah untuk mempermudah pekerjaan seperti misalnya untuk sarana pekerjaan rumah tangga. Dari situ kita bisa mengambil kesimpulan bahwa apapun yang dibuat dengan tujuan awal yang sebetulnya baik, bisa disalah gunakan tergantung dari siapa yang menggunakannya.

Dalam tradisi Kejawen dan tradisi Sinkretisme terdapat beberapa Mantra yang lazim digunakan dalam olah Meditasi/Semedi misalnya:

• "kakang kawah adi ari-ari, kadhangku kang lair nunggal sedino lan kadhangku kang lair nunggal sewengi, sedulurku papat keblat lima pancer, rewang-rewangono anggonku madeg semedi".

• "Sangkun dzat sukma, sukma kang ana sanjabaning wayangan, ni endang sukma kang mider ana sajroning wayangan, sira aja ngaling-ngalingi aku arep ketemu kadhangku kang sejati, kang langgeng ora owah gingsir, saperlu kanggo meruhi sejatiningsun".

• "Ingsun tajalining dzat kang Mahasuci, kang amisesa, kang kuwasa angandika kun-payakun: dadi saciptaningsun, ana sasedyaningsun, teka sakarsaningsun, metu saka kodratingsun".

Susunan kalimat dalam bahasa jawa kuno di atas adalah contoh dari Mantra-mantra Kejawen yang sering digunakan dalam ritual Meditasi/Semedi ala Kejawen.

Baca juga:

Laku tirakat dalam ajaran Kejawen

Makna spiritual darim ritual topo kungkum

Demikian sedikit informasi tentang semedi adalah meditasi dalam tradisi Kejawen yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar Dunia Spiritual dan Supranatural dapat dibaca pada artikel Harta Langit yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Semedi adalah Meditasi dalam tradisi kejawen"

UNTUK PEMESANAN BENDA PUSAKA: