Advertisement

Ciri dan Mitos Perkutut Sri Sedono Lulut

gambar perkutut katuranggan sri sedono lulut
Perkutut Lokal
Hartalangit.com – Perkutut katuranggan sering dikaitkan dengan mitos-mitos atau legenda yang ada di masyarakat, dan oleh sebagaian orang juga dipercaya memiliki tuah yang dapat mempengaruhi kehidupan orang yang memeliharanya.

Tapi tidak semua Perkutut katuranggan cocok dipelihara oleh setiap orang, karena sifat dan tuah Perkutut katuranggan juga harus disesuaikan dengan karakter dan profesi pemiliknya agar bisa selaras dan dapat dirasakan tuahnya secara maksimal.

Sebetulnya semua katuranggan Perkutut memiliki makna atau filosofi yang berkaitan dengan tuahnya, karena Perkutut merupakan salah satu media yang digunakan oleh para leluhur terdahulu untuk menyampaikan wejangan atau nasehat secara tersirat.


Salah satunya yang akan dibahas pada artikel kali ini adalah Perkutut katuranggan Sri Sedono Lulut yang memiliki ciri khusus pada kuku dikedua jempol kakinya yang berwarna putih bersih.
gambar kuku perkutut katuranggan sri sedono lulut
Ciri Perkutut Sri Sedono Lulut
Perkutut Sri Sedono Lulut dinilai baik untuk dipelihara tapi konon lebih cocok dipelihara oleh para petani karena dipercaya memiliki tuah untuk kesuburan dan kemakmuran.

Nama katuranggan ini berkaitan dengan legenda masyarakat Jawa tentang Dewi Sri dan Raden Sedono, yaitu kakak beradik yang di kutuk oleh ayahnya menjadi burung sruwiti atau burung walet dan ular sawah.

Dalam tradisi masyarakat Jawa, Dewi Sri dan Raden Sadono merupakan simbol kesuburan dan kemakmuran. Sedangkan Lulut artinya jinak atau akrab, bisa juga dimaknai selaras atau harmonis.

Mitos tentang Dewi Sri dan Raden Sadono juga disimbolkan dengan sepasang patung Loro Blonyo yang merupakan salah satu kelengkapan ritual kesuburan dalam kepercayaan masyarakat Jawa.


Dalam konteks pandangan Jawa, kedua patung yang menggambarkan sepasang pengantin tersebut merupakan simbol penyatuan kosmis yang dipercaya dapat mendatangkan kesuburan dan kemakmuran, yaitu kesuburan dalam arti reproduksi biologis pada Manusia dan juga kesuburan pada tanaman.

Nilai filosofi patung Loro Blonyo merupakan ekspresi simbolisme dari mitos Dewi Sri dan Raden Sadono yang berhubungan dengan ritual kesuburan.

Dengan demikian, makna dari patung Loro Blonyo dalam budaya Jawa lebih bersifat simbolik bagi masyarakat, terutama kalangan agraris.

Legenda Dewi Sri dan Raden Sadono yang dikutuk menjadi ular sawah dan burung sriti merupakan pesan tersirat dari para leluhur agar selalu menjaga keselarasan dengan alam, terutama bagi para petani.

Karena ular sawah memiliki peranan penting dalam mengendalikan hama tikus disawah dan burung sriti yang sering terbang bergerombol di atas sawah untuk mencari makan juga memiliki peran cukup penting dalam menekan populasi serangga yang menjadi hama padi.

Jadi intinya, Perkutut katuranggan Sri Sedono Lulut merupakan pesan bagi para petani agar bersahabat dengan alam dan menjaga ekosistem agar apa yang ditanam bisa tumbuh subur, bebas dari hama dan hasil panen melimpah.


Demikian sedikit informasi tentang ciri-ciri, mitos, filosofi dan tuah Perkutut katuranggan Sri Sadono Lulut yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar Perkutut katuranggan dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Tonton juga videonya:

Video YouTube - Harta Langit Channel

Dukung Harta Langit Channel dengan cara like, subscribe, komen dan share video ini agar kami dapat terus berkarya untuk mengenalkan dan melestarikan warisan budaya leluhur kita.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Ciri dan Mitos Perkutut Sri Sedono Lulut"

UNTUK PEMESANAN BENDA PUSAKA: