Advertisement

Ciri dan Mitos Perkutut Biksu Welahan

gambar perkutut biksu welahan
Ilustrasi Perkutut Biksu Welahan
Hartalangit.com – Perkutut Biksu Welahan memiliki ciri khusus pada perilakunya yang berbeda dengan burung Perkutut pada umumnya.

Perkutut Biksu Welahan tidak pernah manggung meskipun sudah bertahun-tahun di pelihara, dan kalaupun bunyi hanya sesekali saja pada waktu-waktu tertentu sehingga Perkutut ini sering disebut Perkutut bisu.

Tidak ada ciri khusus pada fisik Perkutut ini sehingga cukup sulit untuk mengetahui apakah termasuk Perkutut Biksu Welahan atau bukan.

Biasanya Perkutut ini baru akan diketahui ciri mathinya setelah beberapa tahun dipelihara karena selama dipelihara tidak pernah bunyi sama sekali.

Perkutut Biksu Welahan dinilai baik untuk dipelihara karena dipercaya memiliki tuah untuk ketentraman, kewibawaan dan memudahkan tercapainya cita-cita.


Tapi sebetulnya ada makna tersirat dari ciri mathi Biksu Welahan yang berkaitan dengan mitosnya. Biksu adalah orang yang mengabdikan dirinya secara total dijalan TUHAN dan meninggalkan segala bentuk kesenangan duniawi dengan tujuan untuk mencapai Nirwana.

Sedangkan Welahan berasal dari kata welah yang artinya berenang atau bisa juga di artikan mendayung.

Biksu Welahan memiliki makna sebagai wejangan atau nasehat bagi orang yang memelihara Perkutut ini, bahwa untuk bisa mencapai tujuan atau cita-cita harus dilandasi dengan tekad yang kuat dan harus berani prihatin.

Maksudnya harus bisa melupakan segala bentuk kesenangan dan fokus untuk mengejar apa yang di cita-citakan. Laku prihatin bisa berupa laku spiritual dan bisa juga laku dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk bisa meraih cita-cita dibutuhkan tekad yang kuat, usaha, kesabaran dan doa, karena TUHAN-lah yang menentukan segalanya.


Laku prihatin memang berat untuk dilakukan, butuh tekad yang kuat dan kesabaran. Seperti halnya ketika memelihara Perkutut Biksu Welahan pasti banyak orang yang tidak sabar karena tidak bisa menikmati suara anggungannya.

Perilaku Perkutut Biksu Welahan yang tidak pernah bunyi juga merupakan sebuah "piwulang" yang mengajarkan kita untuk belajar diam.

Manusia akan selalu terikat pada hukum sebab akibat. Diam seharusnya tidak sekedar akibat, tapi diam seharusnya justru membuktikan laku hidup pada segala situasi, yaitu diam untuk menenangkan, membersihkan dan menjernihkan hati.

Diam juga merupakan bagian penting dari sebuah komunikasi untuk mendengarkan orang lain. Keadaan ini juga sekaligus memberi ruang bagi kita untuk berpikir dan juga menanggapi.

Diam mengandung kehendak refleksi, karena diam itu adalah olah kesabaran, diam juga mengajarkan kita untuk mawas diri dan mengejawantah diri karena langit tidak perlu bersusah payah untuk menjelaskan bahwa dirinya tinggi, dan sampah tidak perlu mengatakan bahwa dirinya kotor.


Demikian sedikit informasi tentang ciri-ciri, mitos, filosofi dan tuah Perkutut Biksu Welahan yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar Perkutut katuranggan dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Tonton juga videonya:

Video YouTube - Harta Langit Channel

Dukung Harta Langit Channel dengan cara like, subscribe, komen dan share video ini agar kami dapat terus berkarya untuk mengenalkan dan melestarikan warisan budaya leluhur kita.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Ciri dan Mitos Perkutut Biksu Welahan"

UNTUK PEMESANAN BENDA PUSAKA: