Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Advertisement

Ciri, Mitos dan Tuah Perkutut Wisnu Wicitro

gambar perkutut katuranggan wisnu wicitro / wisnu wicitra
Perkutut Katuranggan Wisnu Wicitro

Hartalangit.com – Nama-nama Perkutut katuranggan banyak yang mengambil dari nama tokoh pewayangan, salah satunya adalah Perkutut katuranggan Wisnu Wicitro ( Wisnu Wicitra ).

Perkutut Wisnu Wicitro memiliki ciri khusus pada bulu-bulunya yang berwarna kehitaman. Bagian paruh, kaki dan kukunya juga berwarna kehitaman.

Wisnu adalah nama Dewa pemelihara dalam konsep Tri Murti yang bertugas memelihara dan melindungi semua ciptaan TUHAN. Sedangkan Wicitro atau Wicitra dalam bahasa sansekerta artinya citra atau rupa.

Jadi, Wisnu Wicitro bisa di artikan serupa atau menyerupai Dewa Wisnu. Dalam penggambaran umum, Dewa Wisnu dilukiskan sebagai sosok laki-laki yang berkulit hitam-kebiruan.


Seperti halnya Perkutut katuranggan yang lain, Perkutut katuranggan Wisnu Wicitro juga memiliki makna filosofi yang bisa dijadikan sebagai tuntunan hidup, yaitu untuk mengingatkan pemiliknya agar bisa memiliki sifat seperti Dewa Wisnu atau sifat Bumi yang mengayomi dan rendah hati dalam menyikapi segala hal.

Perkutut katuranggan Wisnu Wicitro dinilai baik untuk dipelihara tapi sifatnya pemilih, sehingga tidak semua orang cocok memeliharanya. Perkutut ini memiliki perbawa yang besar dan lebih cocok dipelihara oleh para pemimpin.

Watak Dewa Wisnu digambarkan sebagai karakter bumi yang memiliki sifat kaya akan segalanya dan suka berderma.

Pemimpin yang memiliki sifat bumi adalah seseorang yang memiliki sifat kaya hati. Dalam istilah Jawa, kaya hati disebut “Sabardrono, Ati Jembar, Legowo dan Lembah Manah”.

Itulah sifat bumi yang rela menghidupi dan menjadi sumber penghidupan bagi seluruh makhluk hidup. Sifat-sifat bumi itulah yang seharusnya di miliki oleh seorang pemimpin.


Bumi secara alamiah juga berwatak melayani segala yang hidup. Bumi dengan unsur tanahnya memiliki sifat dingin, tidak kagetan dan tidak gumunan, tapi sebaliknya bersifat luwes, mudah beradaptasi dengan segala macam situasi dan kondisi tanpa harus merubah unsur-unsur tanahnya.

Perkutut Wisnu Wicitro juga memiliki makna tersirat sebagai pitutur atau wejangan bagi pemiliknya agar bisa melaksanakan ajaran Dewa Wisnu, yaitu upaya untuk menjaga keseimbangan, kedamaian dan kesejahteraan dunia (Hamemayu Hayuning Bawono).

Karena alam dan isinya merupakan satu kesatuan yang utuh, maka menjadi kewajiban kita sebagai Manusia untuk menjaga keseimbangan alam, menciptakan kedamaian dan kesejahteraan, serta memelihara keselarasan dengan alam.

Pesan yang hendak di sampaikan dari katuranggan Wisnu Wicitro, yaitu agar kita selalu menjaga dan merawat alam semesta yang kita tempati ini dengan sebaik-baiknya, bukan malah merusaknya tanpa memikirkan keberlangsungannya untuk generasi berikutnya.

Perkutut katuranggan Wisnu Wicitro dipercaya memiliki tuah untuk pengayoman dan kewibawaan, sehingga orang yang memelihara Perkutut ini akan memiliki kehidupan yang tentram, damai dan dihormati oleh banyak orang.


Demikian sedikit informasi tentang ciri-ciri, filosofi, tuah dan mitos Perkutut katuranggan Wisnu Wicitro ( Wisnu Wicitra ) yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar Perkutut katuranggan, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Tonton juga videonya:

Ciri & Mitos Perkutut Wisnu Wicitro - Harta Langit Channel

Dukung Harta Langit Channel dengan cara like, subscribe, komen dan share video ini agar kami dapat terus berkarya untuk mengenalkan dan melestarikan warisan budaya leluhur kita.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Ciri, Mitos dan Tuah Perkutut Wisnu Wicitro"

Untuk Pemesanan Benda Pusaka, Call/Sms: 0858-7027-7889 atau Chat via WA: