Advertisement

Filosofi dan Tuah Keris Nogo Liman

gambar keris nogo liman_naga liman_manglar monga
Keris Nogo Liman
Hartalangit.com – Keris Nogo Liman atau Naga Liman adalah salah satu dhapur Keris yang cukup langka dan unik karena bentuknya agak berbeda dengan dhapur Keris lain pada umumnya.

Bagian gandik Keris ini diukir dengan bentuk kepala Gajah lengkap dengan belalainya tapi tanpa badan. Ukuran panjang bilahnya normal dengan ricikan, antara lain: sraweyan, ri pandan dan greneng.

Terkadang ada Keris Nogo Liman yang dibuat sangat detail dimana bagian kepala Gajahnya juga dilengkapi dengan bentuk gading dan telinga. Bagian badannya dibuat seperti tubuh ular tapi biasanya dibuat tersamar seperti Keris Nogo Siluman, sedangkan untuk bilahnya ada yang lurus dan ada yang berluk.


Filosofi Liman (Gajah):

Liman atau Gajah dikenal juga dengan nama Vinayaka yang berarti penghilang rintangan (menyingkirkan semua hambatan yang datang dan memberi kekuatan serta keberanian yang dibutuhkan saat menjalankan tugas).

Dalam kepercayaan Hindu, Gajah merupakan Vahana (tunggangan) beberapa Dewa, seperti Dewa Indra yang dikenal dengan nama Gajah Airawata, Dewa Skanda, Dewa Sani, Dewa Balabadhra dan dalam bentuk Gajamukha, yaitu Ganesha.

Sedangkan dalam kepercayaan Budha, Gajah merupakan Vahana atau tunggangan dari Dhyani Buddha Aksobhya. Gajah juga dipercaya sebagai simbol kejantanan (laki-laki) yang dikaitkan dengan Lingga atau Vajra.

Gajah juga di anggap sebagai Astamanggala, yaitu simbol keberuntungan yang harus ada pada saat penobatan Raja.

Dari kepercayaan itulah maka pada masa-masa awal pemerintahannya, Sultan Agung (Raja Mataram) begitu menggandrungi Keris Lar Monga.

Bentuk mulut Gajah yang terbuka cukup lebar merupakan pengingat bagi pemiliknya agar dapat mengendalikan ucapannya.

Kematangan (menep) seseorang dalam menjalani kehidupan, salah satunya dapat dilihat dari perilakunya yang tidak banyak bicara tentang hal-hal yang tidak bermanfaat.

Keris Nogo Liman (Manglar Monga / Lar Monga) merupakan pesan tersirat untuk mengingatkan pemiliknya agar bicara seperlunya saja, sebagaimana ungkapan “ngomong nganggo waton, ora waton ngomong”, yang artinya “bicara itu menggunakan dasar, bukan asal bicara”.

Jika dihubungkan dengan sifat-sifat kepemimpinan, ungkapan tersebut merupakan sabda yang tidak boleh berubah-ubah, “Sabdo pandito ratu tan keno wola-wali”. Jadi, kemuliaan seseorang bisa dinilai dari kemampuannya untuk menyelaraskan antara perkataan dan perbuatan.


Filosofi Nogo (Naga):

Naga adalah simbol penjagaan atau perlindungan. Karena kepercayaan itulah relief Naga sering digunakan pada bangunan-bangunan suci (candi) dan bangunan keraton-keraton di Jawa.

Dalam perwujudan pada pusaka, badan Naga yang dibuat tersamar dari bagian leher kemudian menghilang mengikuti bilah sampai ke ujung Keris memiliki makna agar pemilik Keris ini bisa mengendalikan hawa nafsunya.

Pengendalian ini dimaksudkan sebagai suatu proses menuju pemahaman spiritual “kasampurnaning urip” agar lebih peka dengan isyarat alam, seperti wahyu, ilham atau wangsit.

Seorang pemimpin harus menyadari bahwa derajad dan pangkat yang di milikinya merupakan amanah dari TUHAN yang harus dijalankan dengan benar dan penuh tanggung jawab, karena semakin tinggi derajad dan pangkat seseorang maka tanggung jawabnya juga akan semakin berat.

Keris Nogo Liman merupakan simbol keteguhan dalam memegang sebuah amanah, serta mengajarkan untuk menjadi Manusia yang selalu ikhlas berbuat baik dan bermanfaat bagi orang lain, sehingga banyak  yang mengartikan atau memaknai Keris Nogo Liman sebagai simbol kepemimpinan yang ideal.

Tuah Keris Nogo Liman:

Keris dhapur Nogo Liman atau Naga Liman dipercaya memiliki tuah untuk kepemimpinan, kewibawaan, pengayoman dan untuk menyingkirkan rintangan. Maka tidak heran jika keris Nogo Liman banyak diburu oleh para pemimpin dan para pejabat tinggi untuk dijadikan sebagai piandel.


Demikian sedikit informasi tentang filosofi dan tuah Keris Nogo Liman (Naga Liman) yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar Keris pusaka, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Filosofi dan Tuah Keris Nogo Liman"

UNTUK PEMESANAN BENDA PUSAKA: