Advertisement

Filosofi burung Enggang bagi masyarakat suku Dayak

Harta Langit
Burung Enggang

Hartalangit.com – Dalam tradisi adat dan budaya Kalimantan (khususnya suku Dayak), burung Enggang (Tingan) merupakan hewan suci yang menjadi simbol “Alam Atas”, yaitu alam kedewataan. Burung Enggang atau Rangkong adalah jenis burung yang memiliki paruh besar seperti tanduk berwarna terang. Nama ilmiah burung ini adalah “Buceros” merujuk pada bentuk paruhnya yang memiliki arti “tanduk sapi” dalam bahasa Yunani.

Baca juga: Khasiat ampuh rajah Tambang Liring (TL) Kalimantan

Di Pulau Kalimantan, burung Enggang banyak digunakan sebagai lambang daerah atau simbol organisasi. Burung Enggang Gading diwujudkan dalam bentuk ukiran dalam budaya Dayak, sedangkan dalam budaya Banjar, burung Enggang Gading di ukir dalam bentuk tersamar karena budaya Banjar tumbuh dibawah pengaruh agama Islam yang melarang adanya lukisan atau ukiran makhluk bernyawa yang dijadikan sebagai simbol.

Burung Enggang merupakan burung endemik Kalimantan yang hidup bebas di belantara hutan Borneo dan selalu berada diketinggian, oleh sebab itulah kemudian burung ini di anggap mewakili “Alam Atas”. Burung Enggang sangat erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat suku Dayak, bahkan burung ini bisa dikatakan sebagai lambang kehidupan suku Dayak. 

Pada masa lalu, perpindahan burung Enggang dari satu tempat ke tempat lainnya merupakan tanda perpindahan suku Dayak dari satu daerah ke daerah lainnya. Hampir seluruh bagian tubuh burung Enggang dari mulai bulu, kepala, paruh, dan bagian-bagian tubuh lainnya dijadikan sebagai lambang atau simbol kebesaran suku Dayak.

Masyarakat Dayak sangat menjaga dan menjunjung tinggi keberadaan serta kehidupan burung Enggang secara turun temurun dan dijadikan sebagai lambang kebesaran, perdamaian serta persatuan masyarakat suku Dayak.

Baca juga: Legenda Mandau terbang suku Dayak dan kesaktian Panglima Burung

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat suku Dayak, ornamen burung Enggang juga selalu digunakan baik dalam bentuk patung, ukiran, lukisan, pakaian adat, rumah adat, pintu-pintu gerbang, dan bahkan digunakan juga dipemakaman. Hal itu menunjukkan bahwa burung Enggang memang lekat dengan kehidupan masyarakat suku Dayak.

Bagi masyarakat suku Dayak, burung Enggang sejak jaman dulu memang di anggap sebagai hewan yang suci dan penuh filosofi, setidaknya sebagai perlambang kemuliaan dan kewibawaan pemimpin suku Dayak.

Bulu-bulu burung Enggang yang indah melambangkan pemimpin yang dikagumi oleh rakyatnya, sayapnya yang tebal dan kokoh melambangkan pemimpin yang dapat melindungi dan mengayomi rakyat, suaranya yang keras melambangkan perintah seorang pemimpin yang selalu didengar oleh rakyatnya, dan ekornya yang panjang merupakan simbol kemakmuran bagi rakyatnya. Jadi, burung Enggang merupakan simbol untuk mewakili sosok pemimpin yang ideal bagi masyarakat suku Dayak.

Orang Dayak memang selalu dekat dengan alam, karena dari alamlah mereka hidup dan dari alam pula mereka mengambil makna dari setiap sisi kehidupan, oleh karena itulah masyarakat suku Dayak sangat menjaga dan menghormati alam. Maka dari itu, mengambil hutan atau tanah dari kehidupan orang Dayak berarti sama saja dengan mencabut mereka dari akar-akar kehidupannya.

Burung Enggang juga menjadi simbol kesetiaan dan tanggung jawab seorang laki-laki (kepala rumah tangga), karena burung ini dikenal sangat setia pada pasangannya. Ketika burung Enggang betina sedang mengerami telurnya, maka burung Enggang jantan akan pergi menjelajahi hutan untuk mencari makan kemudian memberikannya pada burung Enggang betina yang sedang mengerami telur. Selain itu, jika ditinggal mati oleh pasangannya, burung Enggang tidak akan mencari pasangan baru. Kesetiaan dan tanggung jawab itulah yang diharapkan bisa menjadi contoh untuk Manusia.

Baca juga: Khasiat mistis minyak kuyang yang melegenda

Demikian sedikit informasi tentang filosofi burung Enggang bagi masyarakat suku Dayak yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar Dunia Spiritual dan Supranatural, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Semoga bermanfaat

Terima kasih

0 Response to "Filosofi burung Enggang bagi masyarakat suku Dayak"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Untuk Pemesanan Benda Pusaka, Call/Sms: 0858-7027-7889 atau Chat via WA: