Advertisement

Ciri-ciri Keris tangguh Jenggala dan Tuban Jenggala

keris tilam upih tangguh tuban
Keris Tilam Upih Tangguh Tuban
Hartalangit.com - Tangguh Tuban memiliki rentang waktu antara abad 11 sampai abad 18, itu artinya Tuban merupakan sebuah kadipaten besar yang memiliki peradaban tinggi dibidang seni tempa pada rentang waktu tersebut dan tidak menutup kemungkinan jika Kerajaan-Kerajaan yang berkuasa pada rentang waktu antara abad 11 - 18 tersebut banyak yang memesan Tosan Aji di daerah Tuban.

Banyak pula Keris Tuban yang beredar dan dikenal di kalangan pecinta Tosan Aji seperti Keris Tuban Suratman, Tuban Panekti, Tuban Pajajaran, Tuban Majapahit, Tuban Winongan, Tuban Bekel Jati, Tuban Jenggala, dan Tuban Mataram.


Tangguh bisa di artikan model garap, tempat dimana dibuat, atau kapan dibuat (masa pembuatan), sehingga kita tidak perlu menyempitkan diri dengan hanya berpatokan pada satu literatur saja.

Keris tangguh Tuban sendiri memiliki ciri khas yang cukup mencolok, yaitu:
• Pasikutannya sedang.
• Bilahnya sedang agak lebar.
• Luknya renggang dan dangkal.
• Besinya hitam, kadar bajanya banyak dan berkesan kering.
• Pamornya kelem dan pandes.
• Gandiknya pendek.
• Bentuk sirah cecaknya membulat, besar tapi pendek.
keris sempono tangguh tuban
Keris Sempono Tangguh Tuban

Kerajaan Jenggala didirikan pada abad 11 tepatnya pada tahun 1042 M pada saat Prabu Airlangga Raja Kahuripan membagi wilayah Kerajaannya menjadi 2 bagian, yaitu Kediri dan Jenggala untuk mencegah perebutan kekuasaan antara kedua putranya.

Tapi rupanya kedua Kerajaan bersaudara itu tetap saja bersaing hingga pada akhirnya menurut prasasti Ngantang (1132), Kerajaan Jenggala ditaklukan oleh  Sri Jayabaya Raja Kediri.

Sebagai sebuah Kerajaan, Jenggala juga memiliki Keris dengan ciri khas tersendiri seperti halnya Kerajaan-Kerajaan lain yang memiliki Keris dengan ciri khasnya masing-masing.

Keris tangguh Jenggala memiliki ciri khas pada gonjonya yang termasuk sangat tinggi jika dibandingkan dengan gonjo Keris dari daerah lain, jika diperhatikan mirip seperti sepatu beralas tebal.

Pasikutan Keris tangguh Jenggala tampak luwes dan birowo. Besinya padat agak kehitaman, berpamor lumer pandes, tapi ada pula yang mubyar. Ukuran panjang bilahnya agak berlebihan dibanding Keris-Keris tangguh lain. Demikian juga lebar bilahnya, terutama di bagian sor-soran. Luk Keris Jenggala luwes merata dan sirah cecaknya berbentuk lonjong memanjang.
keris tangguh jenggala
Keris Jalak Budho Tangguh Jenggala
Di kalangan pecinta Tosan Aji juga dikenal Keris tangguh Tuban Jenggala. Disini ada dua istilah tangguh yang dijadikan menjadi satu istilah. Kita tidak perlu mengedepankan idealisme bahwa Keris tangguh Tuban selalu memiliki bilah yang besar dan lebar, tapi sebaiknya lebih mengedepankan kepada pendekatan ciri khas dari keduanya.

Keris tangguh Tuban Jenggala memiliki ciri dari perpaduan antara Keris tangguh Jenggala dan Keris tangguh Tuban, yaitu material dan garapnya seperti Keris Tuban, tapi penampilannya terpengaruh gaya Keris Jenggala, terutama pada gonjonya yang tinggi.

Ilmu tangguh adalah pengetahuan (kawruh) untuk memperkirakan jaman pembuatan Keris, dengan cara meneliti ciri khas atau gaya pada rancang bangun Keris, jenis besi Keris dan juga pamornya.

Tangguh arti harfiahnya adalah perkiraan atau taksiran. Dalam dunia perkerisan maksudnya adalah perkiraan zaman pembuatan dari bilah Keris, perkiraan tempat pembuatan, atau gaya pembuatannya.

Karena hanya merupakan perkiraan, menangguh Keris bisa saja salah atau keliru. Jika sebilah Keris disebut tangguh Blambangan, padahal sebenarnya tangguh Majapahit, hal itu akan di maklumi karena bentuk Keris dari kedua tangguh itu memang mirip.

Tapi jika Keris buatan baru ditangguh sebagai Keris Jenggala, berarti dia bukan seorang ahli tangguh yang baik.

Walaupun hanya sebuah perkiraan, tapi tidak sembarang orang bisa menentukan tangguh dari sebilah Keris, perlu belajar dari seorang ahli tangguh, perlu jam terbang dan perlu mengamati secara cermat ribuan bilah Keris serta harus memiliki photographic memory yang kuat.

Dalam catatan kuno, dituliskan ciri-ciri dari tangguh Keris secara tertulis. Notasi itu meyakini akan adanya sebuah gaya atau langgam dari setiap Kerajaan. Artinya, pada jaman Majapahit diyakini Kerisnya memiliki beberapa ciri gaya atau langgam yang seragam. Begitu juga pada jaman Kerajaan Mataram dan seterusnya sampai jaman Kerajaan Surakarta Hadiningrat diyakini memiliki gayanya masing-masing. Keyakinan terhadap bahan besi dan pamor juga menjadi panduan dalam ilmu tangguh ini.

Ilmu tangguh merupakan perkiraan/estimasi dan bukan hal yang pasti, tapi paling tidak dapat dijadikan sebagai informasi yang mendekati kebenaran untuk menelusuri atau menganalisa asal-usul dari sebilah Keris.


Demikian sedikit informasi tentang ciri-ciri Keris tangguh Jenggala dan Tuban Jenggala yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar benda-benda pusaka, dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Ciri-ciri Keris tangguh Jenggala dan Tuban Jenggala"

UNTUK PEMESANAN BENDA PUSAKA: