Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Advertisement

Filosofi dan tuah Keris Sabuk Inten

gambar keris sabuk inten tangguh mataram sultan agung
Keris Sabuk Inten

Hartalangit.com - Keris Sabuk Inten adalah salah satu bentuk dhapur keris luk 11 dengan ukuran panjang bilah normal. Permukaan bilahnya ada yang nglimpo dan ada juga yang nggigir sapi karena memakai odo-odo.

Ricikan pada Keris Sabuk Inten, antara lain: Kembang kacang, Jalen, Lambe gajah satu, Tikel alis, Sogokan rangkap, Sraweyan dan Greneng. Meskipun bentuknya sederhana tapi Keris ini terlihat demes dan menyenangkan.

Baca juga: Perbedaan Keris Sengkelat dan Keris Sabuk Inten

gambar ricikan keris sabuk inten
Ricikan Keris Sabuk Inten

Keris Sabuk Inten termasuk Keris yang cukup populer didunia perkerisan. Banyak orang yang ingin memiliki Keris Sabuk Inten untuk dijadikan sebagai ageman karena tuah Keris ini dapat membantu pemiliknya untuk meraih kejayaan dan kemuliaan.

Keris Sabuk Inten menjadi sangat terkenal sejak menjadi judul dalam buku cerita kolosal yang berjudul Nogo Sosro - Sabuk Inten karya S.H Mintardja pada tahun 1970-an. Bahkan ada sebagian orang yang beranggapan bahwa Nogo Sosro - Sabuk Inten adalah nama untuk satu dhapur Keris, padahal Nogo Sosro dan Sabuk Inten adalah dua dhapur Keris yang berbeda.

Konon, Keris Nogo Sosro dan Keris Sabuk Inten harus selalu berdampingan, hal itu memang ada benarnya jika dilihat dari filosofi kedua Keris tersebut yang menjadi simbol kekuasaan dan karahayon Kerajaan.

Keris Nogo Sosro mewakili kaum penguasa, sedangkan Keris Sabuk Inten mewakili kaum pemilik modal (pengusaha). Hubungan antara kaum penguasa dan kaum pengusaha memang sudah terjalin harmonis dari jaman dahulu sampai sekarang.

Baca juga: Filosofi dan tuah ampuh Keris Nogo Sosro

Keris Nogososro dan Keris Sabuk Inten disebut-sebut merupakan Keris pusaka warisan dari jaman Kerajaan Majapahit. Keduanya bahkan sering disebut dalam satu rangkaian yaitu Nogososro - Sabuk Inten.

Hal itu tidak lain karena kedua Keris tersebut dipercaya sebagai sepasang lambang kekuasaan dan karahayon/kemakmuran dari suatu Kerajaan. Keris Nogososro melambangkan wahyu keprabon sedangkan Keris Sabuk Inten melambangkan kemuliaan dan kejayaan.

Nogososro dan Sabuk Inten bukan sekedar pusaka berwujud Keris saja, tapi merupakan perlambang kehidupan dan pengembaraan Manusia yang memburu kesempurnaan sejati dalam kehidupan di Dunia.

Namun di jaman modern seperti sekarang ini, Keris dhapur Sabuk Inten lebih menarik minat banyak orang untuk memilikinya, hal itu tidak lain karena Keris ini diyakini memiliki tuah atau khasiat yang dapat menjadi sarana untuk melancarkan rejeki dan mendatangkan kemuliaan serta kejayaan bagi pemiliknya.

Hal itu terkait erat dengan nama "Sabuk Inten" atau sabuk dari intan yang melambangkan kemakmuran dan kemewahan.

Dijaman kolo bondo seperti sekarang ini yang semuanya di ukur dengan materi, Keris Sabuk Inten tampil sebagai Keris yang paling sakti di antara Keris-Keris lainnya, bahkan Keris Nogo Sosro yang melambangkan penguasa tidak sanggup menandingi kesaktian Keris Sabuk Inten atau kaum pemilik modal.

Dengan kekuatan finansial yang mereka miliki, kaum Sabuk Inten bahkan cenderung mampu mengendalikan Keris Nogo Sosro (kaum penguasa). Hal itu bisa dilihat dari kebijakan-kebijakan pemerintah yang cenderung lebih menguntungkan kaum pemilik modal daripada rakyat kecil (kaum buruh).

Filosofi Keris Sabuk Inten:

Makna sesungguhnya dari Sabuk Inten adalah permata yang sangat indah yang melambangkan hati Manusia. Maknanya adalah bahwa kemuliaan yang sejati sesungguhnya ada didalam hati, bukan pada seberapa besar harta yang dimiliki.

Kemuliaan Manusia itu sudah ditentukan, tinggal bagaimana cara kita meraihnya saja dengan tetap memperhatikan tata krama dan norma-norma yang berlaku di Masyarakat.

Keris Sabuk Inten menjadi pengingat bagi pemiliknya agar senantiasa hidup dalam kesadaran, bahwa hidup ini adalah sewelas yang merupakan jumlah luk Keris Sabuk Inten yaitu 11 yang memiliki makna kawelasan/belas kasih TUHAN.

Oleh karena itu, Manusia juga harus bisa memancarkan belas kasih TUHAN tersebut kepada sesama. Berdasarkan pemahaman ilmu tanda, bahwa Manusia yang mampu menjadikan belas kasih sebagai sabuk kehidupan, maka dia akan berhasil menempuh kehidupan yang sempurna.

Luk 11 sendiri pada intinya merupakan lambang kedinamisan dan semangat pantang menyerah untuk menggapai tujuan hidup.

Maknanya, untuk dapat mencapai kejayaan dan kemuliaan hendaknya harus di usahakan dengan semaksimal mungkin dengan bekerja keras mengerahkan segenap kemampuan (mengencangkan sabuk/ikat pinggang) dan senantiasa berdo'a meminta kawelasan atau belas kasih TUHAN agar apa yang dicita-citakan bisa tercapai.

Tuah Keris Sabuk Inten:

Keris Sabuk Inten merupakan simbolisasi harapan agar pemilik Keris ini dapat memiliki kehidupan yang mapan dan bergelimang kemewahan yang disimbolkan dengan bersabuk intan.

Tuah Keris Sabuk Inten dipercaya dapat membantu pemiliknya untuk mencapai kemapanan, kejayaan dan kemuliaan dalam hidup.

Baca juga: Keris sejatinya adalah media do'a dan harapan dari pemiliknya

Demikian sedikit informasi tentang filosofi dan tuah sakti Keris Sabuk Inten yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar benda-benda pusaka, dapat dibaca pada artikel Harta Langit yang lain.

Tonton juga videonya:

Keris Sabuk Inten pusaka paling sakti - Harta Langit Channel

Dukung Harta Langit Channel dengan cara like, subscribe, komen dan share video ini agar kami dapat terus berkarya untuk mengenalkan dan melestarikan warisan budaya leluhur kita.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Filosofi dan tuah Keris Sabuk Inten"

Untuk Pemesanan Benda Pusaka, Call/Sms: 0858-7027-7889 atau Chat via WA: