Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Advertisement

Filosofi dan Tuah Keris Mahesa Nempuh

gambar keris mahesa nempuh
Keris Mahesa Nempuh
Hartalangit.com – Mahesa Nempuh adalah salah satu dhapur Keris luk 3 dengan gandhik lugas dan ukuran panjang bilahnya normal. Ricikan pada Keris ini antara lain: sogokan, tikel alis, sraweyan dan greneng.

Mahesa atau Kerbau merupakan hewan yang akrab dengan kehidupan masyarakat Jawa yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Kerbau merupakan lambang kekuatan rakyat kecil yang tidak bisa disepelekan, karena meskipun di anggap bodoh dan patuh tapi jika mengamuk sangat sulit untuk dikendalikan.

Secara spiritual, Mahesa / Kerbau sering juga dipersepsikan sebagai sosok panuntun. Sebagai panuntun, Kerbau dipahami memiliki fisik yang kuat dan besar, rajin bekerja, setia dan sabar. Sifat-sifat itulah yang ditanamkan pada diri orang Jawa.


Di samping itu, orang-orang tua jaman dulu telah mewarisi kearifan lokal serta tradisi leluhur dibidang agraris yang memandang Kerbau sebagai "Rojokoyo".

"Rojo" artinya Raja dan "Koyo" artinya kaya. Maknanya, Kerbau dipahami sebagai salah satu sarana untuk mendapat hasil yang melimpah, misalnya dari membajak sawah. Maka tidak heran jika dipandang dari sisi materialistik, Kerbau memberikan optimisme dalam menjalani hidup.

Segala sesuatu didunia ini pada hakikatnya merupakan kehendak TUHAN. Namun sebagai Manusia kita diwajibkan untuk berusaha, baik secara lahir maupun secara batin untuk dapat keluar dari segala kesulitan dan meraih cita-cita.

Nempuh dapat di artikan menerjang, melalui atau menghadapi. Sebagai Manusia tentunya kita pernah bertekad untuk meraih sebuah impian. Di titik awal biasanya semangat masih berkobar-kobar seolah tidak ada apapun atau siapapun yang mampu menghalangi.

Namun seiring berjalannya waktu ketika rintangan yang dihadapai semakin besar dan berulang kali mengalami kegagalan biasanya semangat yang awalnya membara perlahan mulai redup. Itulah saat-saat dimana kebanyakan orang akan menyerah jika tidak memiliki tekad dan keyakinan yang kuat.


Menyerah adalah pilihan yang sangat mudah dilakukan, cukup berhenti dan tidak perlu lagi berusaha maka semuanya akan selesai dengan sendirinya. Tapi meskipun mudah, menyerah tidak akan membuat hidup menjadi lebih baik karena justru disitulah titik ujian Manusia yang sesungguhnya.

Setiap Manusia pasti akan dihadapkan dengan berbagai masalah, rintangan dan tantangan bahkan kegagalan. Rintangan yang dihadapi terkadang dirasakan terlalu berat seakan melewati batas kemampuan, padahal sebetulnya TUHAN tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hamba-NYA.

Itulah sebabnya kenapa orang yang sukses jumlahnya lebih sedikit dibanding orang yang gagal, karena kesuksesan hanya milik orang-orang tangguh yang pantang menyerah dalam mengejar cita-citanya.

Keris Mahesa Nempuh merupakan pesan tersirat agar kita belajar dari sosok Kerbau yang tangguh dan pantang menyerah meskipun beban yang ditanggungnya begitu berat.

Keris luk 3 sering disebut Jangkung yang bermakna “Jinampang Jinangkungan” atau bisa di artikan “di mudahkan dan tercapai”. Keris Maheso Nempuh merupakan simbolisasi harapan agar pemilik Keris ini memiliki tekad yang kuat untuk meraih cita-cita.

Keris Mahesa Nempuh dipercaya memiliki tuah untuk keteguhan hati, untuk kemakmuran dan memudahkan pemiliknya dalam meraih cita-cita.


Demikian sedikit informasi tentang filosofi dan tuah Keris Mahesa Nempuh / Maheso Nempuh yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar Keris pusaka dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Filosofi dan Tuah Keris Mahesa Nempuh"

UNTUK PEMESANAN BENDA PUSAKA: