Advertisement

Filosofi dan Tuah Perkutut Satrio Wicaksono Ekor 17

gambar perkutut satrio wicaksono ekor 17
Perkutut Lokal
Hartalangit.com – Ada cukup banyak katuranggan Perkutut lokal berdasarkan jumlah bulu ekornya, dan masing-masing memiliki filosofi serta tuah yang berbeda-beda.

Setiap katuranggan Perkutut, baik nama maupun jumlah bulu ekornya memiliki makna yang berkaitan dengan kepercayaan akan tuahnya, sekaligus merupakan pitutur atau wejangan tersirat yang bisa dijadikan sebagai tuntunan hidup.

Salah satunya adalah Perkutut katuranggan Satrio Wicaksono ekor 17. Perkutut ekor 17 termasuk sangat langka dan sulit dijumpai karena pada umumnya bulu ekor burung Perkutut berjumlah 14 lembar (lumrahe).


Perkutut katuranggan Satrio Wicaksono dinilai baik untuk dipelihara karena dipercaya memiliki tuah untuk kewibawaan dan pengayoman.

Tapi Perkutut ini sifatnya pemilih, artinya tidak semua orang cocok memeliharanya. Perkutut Satrio Wicaksono memiliki perbawa yang besar dan lebih cocok dipelihara oleh seorang pemimpin.

Seperti halnya Perkutut katuranggan yang lain, Perkutut katuranggan Satrio Wicaksono ekor 17 juga memiliki makna filosofi yang berkaitan dengan mitosnya.

Satrio Wicaksono dapat di artikan ksatria yang bijaksana, sedangkan angka 17 dalam kepercayaan masyarakat Jawa di aggap sebagai angka sakral tertinggi yang nilainya lebih tinggi dari angka sakral lainnya.

Angka 17 di anggap sebagai simbol “pitulungan lan kawelasan” yang merupakan penggabungan dari angka 7 (pitu) dan 11 (sewelas).


Angka tujuh atau pitu memiliki makna pitulungan sebagai simbol harapan agar senantiasa mendapatkan pertolongan dari TUHAN dan sesama.

Sedangkan angka sebelas atau sewelas dimaknai sebagai welas atau kawelasan sebagai simbol harapan agar senantiasa  mendapatkan kasih sayang dari TUHAN dan sesama.

Angka 17 merupakan gabungan dari angka tujuh dan angka sebelas yang bermakna pitulungan lan kawelasan sebagai simbol harapan agar senantiasa mendapatkan pertolongan dan belas kasih dari TUHAN dan sesama.

Perkutut katuranggan Satrio Wicaksono ekor 17 merupakan pesan tersirat untuk seorang pemimpin agar bisa bersikap sebagai ksatria yang adil dan bijaksana.

Jika seorang pemimpin bisa bersikap adil, bijaksana dan bisa mengayomi orang-orang yang dipimpinnya, maka TUHAN akan senantiasa memberikan pertolongan dan kasih sayang-NYA serta mengayomi setiap langkahnya.

Seorang pemimpin yang adil dan bijaksana serta bisa mengayomi juga pasti akan dicintai dan dihormati oleh rakyatnya atau orang-orang yang dipimpinnya. Dengan begitu maka kehidupannnya akan penuh keberkahan, keselamatan dan kemuliaan.


Demikian sedikit informasi tentang mitos, filosofi dan tuah Perkutut katuranggan Satrio Wicaksono ekor 17 yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar Perkutut katuranggan dapat dibaca pada artikel Harta Langit lainnya.

Tonton juga videonya:

Video YouTube - Harta Langit Channel

Dukung Harta Langit Channel dengan cara like, subscribe, komen dan share video ini agar kami dapat terus berkarya untuk mengenalkan dan melestarikan warisan budaya leluhur kita.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Filosofi dan Tuah Perkutut Satrio Wicaksono Ekor 17"

UNTUK PEMESANAN BENDA PUSAKA: