Advertisement

Cara Keris berkomunikasi dengan pemiliknya

cara berkomunikasi dengan khodam keris
Keris

Hartalangit.com - Menayuh Keris adalah cara pemilik Keris untuk dapat berkomunikasi dengan isi/khodam Keris agar mendapat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dari pemilik Keris. Lalu bagaimana cara Keris berkomunikasi dengan pemiliknya..??

Biasanya ada beberapa isyarat yang akan disampaikan oleh Keris kepada pemiliknya jika Keris tersebut ingin menyampaikan sesuatu atau meminta sesuatu, antara lain:

• Menimbulkan kejadian-kejadian aneh

Biasanya Keris akan membuat suara-suara gaduh didalam kotak/tempat penyimpanan Keris atau suara-suara tertentu yang hanya dapat didengar oleh pemilik Keris dan keluarganya. Terkadang juga akan terjadi penampakkan ghaib, misalnya penampakkan sinar, penampakkan sosok mahluk masuk ke dalam rumah yang dapat berwujud Manusia atau binatang.

• Memberi wangsit atau isyarat lewat mimpi

Selain menimbulkan kejadian-kejadian aneh dirumah, biasanya Keris juga akan memberikan bisikan ghaib atau wangsit dalam benak pemilik Keris atau keluarganya, atau memberi isyarat lewat mimpi untuk menggambarkan suatu kejadian.

• Membuat pemilik Keris atau anggota keluarganya sakit

Biasanya setelah kejadian 1 dan 2 di atas terjadi, tidak ada lagi kejadian yang berlanjut. Tapi jika pemilik Keris tersebut belum juga tanggap akan maksud yang disampaikan oleh Keris miliknya, maka khodam Keris tersebut akan membuat pemiliknya atau anggota keluarganya sakit. Hal itu bertujuan agar pemilik Keris tanggap akan apa yang di inginkan oleh Kerisnya.

Kejadian-kejadian di atas oleh orang awam sering diartikan sebagai gangguan ghaib atau gangguan dari Keris, padahal sebetulnya tidak selalu demikian, karena seringkali kejadian-kejadian tersebut merupakan isyarat dari Keris untuk menyampaikan/mengingatkan/meminta sesuatu kepada pemiliknya.

Seperti sudah pernah dijelaskan pada artikel sebelumnya "Cara memperlakukan Keris pusaka", bahwa jika kita memiliki Keris atau benda-benda pusaka lainnya sebaiknya kita mengerti dengan karakter keghaibannya dan tanggap akan kejadian-kejadian ghaib yang terjadi. Jadi ketika ada kejadian-kejadian aneh dirumah, kita bisa langsung paham bahwa Keris milik kita hendak menyampaikan sesuatu.

Beberapa hal yang biasanya ingin disampaikan oleh Keris kepada pemiliknya:

• Minta diberi sesaji atau mengingatkan bahwa sudah waktunya diberi sesaji.

• Minta untuk dibersihkan atau mengingatkan bahwa sudah waktunya dijamas.

• Ingin memberi isyarat bahwa ada serangan ghaib atau ada orang yang berniat jahat kepada pemilik Keris atau keluarganya.

• Memberi isyarat kepada pemiliki Keris agar waspada/berhati-hati karena akan ada musibah yang menimpa pemilik Keris atau keluarganya.

Siapa sebetulnya yang berhak atas sebilah Keris selain pemilik pertamanya..??

Keris dan ghaib/tuah didalamnya dikhususkan oleh Empu pembuatnya kepada pemilik pertamanya (si pemesan Keris). Oleh Empu pembuatnya, Keris tersebut ditugaskan untuk mendampingi sipemilik pertama selama hidupnya. Berarti, Keris tersebut adalah milik khodam Keris itu sendiri (sebagai rumahnya) dan sipemilik pertama secara bersama-sama.

Jika sebilah Keris oleh pemiliknya diwariskan/diturunkan kepada anaknya, atau diberikannya kepada orang lain, maka belum tentu Keris tersebut mau ikut atau cocok dengan orang yang diwariskan/diberikan tersebut.

Jadi, walaupun kita memiliki Keris peninggalan orang tua secara turun-temurun, bukan berarti kita memiliki Keris tersebut seutuhnya secara fisik dan ghaibnya serta boleh memindahtangankannya kepada siapa saja yang kita inginkan, karena secara hukum Manusia, secara fisik Keris tersebut mungkin milik kita, tapi pemilik Keris yang sebenarnya bukanlah kita.

Setelah pemilik pertama dari Keris tersebut meninggal, atau setelah Keris tersebut dipindahtangankan kepada orang lain, maka tugas dari Keris tersebut telah selesai.

Dengan meninggalnya pemilik pertama atau setelah Keris tersebut dipindahtangankan oleh pemilik pertama kepada orang lain, maka kemudian Keris tersebut mutlak menjadi milik dari ghaib/khodam Keris itu sendiri karena Keris tersebut adalah rumahnya dan Keris tersebut bebas menentukan kepada siapa dia akan ikut/mengabdi selanjutnya.

Dan kita yang merasa memiliki Keris tersebut lebih tepat kiranya jika kita disebut hanya "ketempatan" sebuah Keris yang mungkin hanya sementara saja bersama kita. Dan karena kita dan Keris tersebut "hidup bersama", mudah-mudahan kita dan Keris tersebut dapat selaras dan dapat saling memberi manfaat, namun jika ternyata tidak dapat selaras/sejalan, maka sebaiknya berpisah saja dan ikhlaskan untuk melepaskannya.

Banyak sekali Keris-Keris yang dahulu terkenal dengan kesaktiannya kini sudah tidak ada lagi keberadaannya, Keris-Keris sakti tersebut telah moksa kembali ke alam ghaib bersama dengan fisik Kerisnya.

Baca juga: 9 Keris pusaka paling sakti dan paling dicari di tanah Jawa

Langkah awal untuk menilai baik atau tidaknya sebilah Keris:

Banyak orang berpendapat bahwa keris yang terbaik untuk dimiliki adalah Keris peninggalan orang tua atau sering disebut sebagai Keris pusaka keluarga yang diwariskan secara turun-temurun dari leluhurnya.

Walaupun banyak yang berpendapat demikian, tapi sebetulnya hal itu tidak selalu benar, karena ada pemilik Keris yang mendapatkan/memiliki Keris peninggalan leluhurnya, tapi justru banyak mengalami kesialan/nasib buruk, misalnya saja anggota keluarganya sering sakit-sakitan, rejeki tidak lancar, sering bernasib sial, sering mengalami musibah/kecelakaan, sering bermimpi buruk, Kerisnya sering menimbulkan suara-suara aneh sampai mengganggu dan membuat takut seisi rumah, dan hal-hal buruk lainnya.

Hal itu terjadi karena masing-masing Keris memiliki tuah/keghaiban sendiri-sendiri, seperti untuk perlindungan, kesaktian, kewibawaan, kekuasaan, kerejekian, pengasihan, dan tuah-tuah lainnya. Tuah Keris yang paling dasar adalah untuk perlindungan bagi pemiliknya dari serangan ghaib/kejahatan.

Namun tuah-tuah tersebut tidak bisa begitu saja didapatkan oleh si pemilik Keris walaupun Kerisnya tersebut merupakan peninggalan dari leluhurnya tapi tetap harus dilakukan ritual/proses untuk menyatukan ghaib Keris dengan pemiliknya yang baru agar Keris tersebut benar-benar mau ikut atau menyatu dengan pemiliknya yang baru.

Setelah Keris tersebut mau ikut dan telah menyatu dengan pemiliknya yang baru, maka Keris tersebut baru akan memberikan tuahnya kepada pemiliknya yang baru.

Jika tidak dilakukan ritual/proses penyelarasan, maka Keris tersebut tidak akan memberikan tuah apapun kepada pemiliknya, dan justru nasib buruk bisa saja dialami oleh pemilik Keris atau keluarganya.

Biasanya, jika Keris mau ikut/cocok dengan seseorang (pemiliknya), maka Keris tersebut akan memberi isyarat melalui mimpi. Dalam mimpinya, ghaib Keris akan menampakkan diri sebagai seseorang yang bersahabat dan akan memberikan petunjuk tentang manfaat apa yang akan diberikan oleh Keris kepadanya.

Begitu juga sebaliknya, jika Keris tersebut tidak mau ikut/tidak cocok dengan pemiliknya maka Keris tersebut akan memberikan mimpi buruk. Dalam mimpi tersebut ghaib Keris akan menggambarkan diri sebagai sesuatu yang menakutkan dan menjadi ancaman bagi sipemilik Keris.

Keris akan berkomunikasi dengan pemiliknya dengan cara memberi isyarat melalui mimpi kepada pemilik/anggota keluarganya. Misalnya tentang Keris tersebut mau ikut atau tidak, sesaji apa yang diminta, sampai mengenai kejadian-kejadian penting yang akan dialami oleh pemilik Keris atau anggota keluarganya.

Dengan demikian, pemilik Keris dan keluarganya harus tanggap dan tidak menganggap mimpinya adalah mimpi biasa, karena mereka tidak hidup sendiri lagi, ada Keris yang senantiasa memperhatikan kehidupan mereka.

Bila pemilik Keris tidak pernah mengalami mimpi apapun, maka kemungkinan besar Keris tersebut tidak mau ikut dengannya dan tidak peduli kepadanya. Tapi walaupun sipemilik tidak mendapatkan tanda apapun dari Kerisnya, bukan berarti keberadaan Keris tersebut aman-aman saja bagi dirinya dan keluarganya, karena bila ada perbuatan sipemilik atau keluarganya yang tidak berkenan bagi Keris tersebut bisa jadi pemilik Keris atau keluarganya akan mengalami nasib buruk.

Jadi, memiliki/menyimpan Keris peninggalan orang tua tidaklah selalu baik untuk kita. Mendapatkan Keris dari orang lain atau membeli Keris dari pedagang juga belum tentu tidak baik. Yang terpenting adalah Keris yang kita miliki harus yang sesuai dan sejalan dengan kita sehingga dapat bermanfaat dalam kehidupan kita.

Hal terpenting yang harus diperhatikan jika kita mendapatkan tanda bahwa Keris yang kita miliki tidak mau ikut/tidak cocok dengan kita sebaiknya kita merelakan Keris tersebut untuk dipindahtangankan kepada orang lain yang mungkin berhak atau cocok dengan Keris tersebut.

Jangan memaksakan diri untuk menyimpan Keris tersebut, dan hal-hal yang tidak sejalan dengan kita sebaiknya jangan dipaksakan untuk bersama kita, karena nantinya kita dan anggota keluarga kita akan terbebani dengan keberadaannya.

Baca juga: Mitos Keris pembawa sial

Demikian sedikit informasi tentang cara Keris berkomunikasi dengan pemiliknya yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar benda-benda pusaka, dapat dibaca pada artikel Harta Langit yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

0 Response to "Cara Keris berkomunikasi dengan pemiliknya"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Untuk Pemesanan Benda Pusaka, Call/Sms: 0858-7027-7889 atau Chat via WA: